Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumlah Pedofil di Inggris Sama Banyak dengan Teroris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Januari 2018 19:18 7:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Januari 2018 19:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari 200.000 orang pria Inggris “tertarik” melakukan pelanggaran seksual terhadap anak-anak, kata kepala kepolisian bagian perlindungan anak, seraya membandingkan jumlah itu dengan tersangka teroris.

Sekitar 4.000 pria dari Inggris telah diidentifikasi sebagai pengguna aktif sebuah online chatroom yang dipantau oleh tim investigasi, kata Simon Bailey, kepala bagian perlindungan anak di National Police Chiefs’ Council . Namun, ada lebih banyak lagi pria yang tertarik untuk mencederai anak-anak secara seksual, kata perwira tinggi kepolisian Inggris itu memperingatkan. Jumlah pria yang potensial melakukan kekerasan seksual terhadap anak mencapai lebih dari 20.000. Angka itu kurang lebih sama dengan jumlah tersangka teroris saat ini dan bekas tersangka teroris, imbuhnya.

Sekitar 72.000 tautan online gambar-gambar kekerasan seksual terhadap anak diterima oleh National Crime Agency di 11 bulan pertama tahun 2017, ungkap Bailey seperti dilansir RT Ahad (31/12/2017).

“Kita perlu memberikan peringatan yang sama tentang kekerasan seksual di sekolah-sekolah, seperti kita memperingatkan soal terorisme,” kata Bailey.

Dia menambahkan bahwa korban potensial pedofil berasal dari kalangan manapun, tidak peduli status sosialnya. Bahkan orangtua yang sangat sayang dan perhatian serta berpendidikan, yang berpikir mereka sudah sangat tahu tentang internet, anak-anaknya bisa menjadi korban para predator seks.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Di Hari Natal orangtua membelikan anak-anaknya teknologi yang bisa internet. Mereka perlu memahami risikonya,” kata Bailey, seraya menambahkan bahwa ancaman dari siaran lewat situs internet seperti Facebook dan Twitter semakin tinggi. “Belum pernah terjadi seperti sekarang ini di mana teknologi memberikan akses orang-orang yang memiliki ketertarikan seksual terhadap anak-anak untuk menjangkau mereka.”

Dibutuhkan sumber daya manusia yang sangat banyak untuk menangani para pelaku kejahatan seksual terhadap anak dan mengatasi orang-orang yang potensial penjadi pedofil, imbuh Bailey.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Dikhitan itu Enak dan Bikin Lega”
Tulisan selanjutnya California Perbolehkan Orang Menikmati dan Menanam Ganja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?