Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kisah Pilu Tak Menjamin Pengungsi Afghanistan Dapat Suaka di Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2018 12:08 12:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2018 12:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengungsi Afghanistan pencari suaka di Jerman sering mengemukakan kisah memilukan yang mendorong mereka pergi meninggalkan kampung halamannya. Namun, cerita itu tidak memberikan basis hukum agar mereka bisa tinggal di Jerman.

“Semalam, Taliban menyerang rumah kita [di Afghanistan] dan membunuh ayah serta adik kita.”

Haneefullah menerima pesan singkat itu dari abangnya yang lolos dari serangan tersebut. Beruntung, Haneefullah sedang menginap di rumah kawan ketika orang-orang bersenjata menyerbu rumahnya.

“Jangan pulang ke rumah. Tinggalkan negeri ini,” kata abangnya.

Menurut Haneefullah, dia bahkan tidak menghadiri pemakaman ayah dan adiknya. Dia meminjam uang dari teman-temannya dan pergi meninggalkan Provinsi Nahrangar, bagian timur Afghanistan. Dia sekarang mencari suaka di Jerman.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Akhirnya saya berhasil sampai di Jerman setelah melintasi banyak negara, melewati rute-rute berbahaya,” tulis Haneefullah dalam email yang dikirimkan kepada Deutsche Welle.

Sebelum serangan itu, Taliban telah memberikan pilihan kepada keluarga Haneefulllah: bergabung dengan mereka atau mati.

Haneefullah, yang bekerja sebagai guru bahasa Inggris di Afghanistan, bersama abangnya seorang anggota militer Afghanistan, tidak mau berperang ikut Taliban.

“Kami tidak menanggapi serius ancaman itu dan melanjutkan hidup kami seperti biasa,” kata Haneefulllah.

Baru setelah saudara lelaki dan ayahnya dibunuh dia memutuskan untuk meninggalkan Afghanistan.

Namun menurut Haneefullah, pengajuan suaka di Jerman tidak semudah bayangannya.

“Saya khawatir bakal dideportasi. Jika mereka memulangkan saya ke Afghanistan, saya pasti akan dibunuh,” imbuhnya.

Tentu saja pemerintah Jerman tidak bisa mengabulkan semua permohonan suaka dari orang-orang Afghanistan. Mereka semua memberikan cerita menyedihkan perihal kondisi di negeri asalnya. Kebanyakan dari cerita itu tidak bisa diverifikasi.

Contohnya, Latif Qadirzadah, seorang pemuda yang dulu menjadi teknisi di angkatan udara, yang melarikan diri dari Afghanistan karena alasan politik.

“Saya berharap otoritas Jerman akan memberikan saya suaka sebab saya sudah menyerahkan bukti-bukti. Namun, mereka membiarkan saya tanpa kepastian selama berbulan-bulan,” katanya kepada DW (8/1/2018).

Tahun lalu, lebih dari 15.000 orang Afghanistan mencari suaka di Jerman. Ribuan permohonan suaka ditolak setiap bulannya. Pada 2017, sekitar 130 orang Afghanistan dideportasi ke negeri asalnya. Meskipun fakta menunjukkan Afghanistan masih menjadi negara yang tidak aman, tetapi hanya 44 persen pencari suaka Afghanistan yang diberikan izin tinggal di Jerman.

Kantor federal urusan imigran dan pengungsi (BAMF) yang berwenang memutuskan masa depan para pencari suaka di Jerman. Mereka yang berwenang melakukan wawancara guna mendengarkan keterangan dari masing-masing pemohon suaka. Jika pemohon tidak berhasil meyakinkan petugas BAMF bahwa dirinya patut dan layak mendapatkan suaka, aplikasinya ditolak. Hal itu biasanya terjadi jika pemohon tidak dapat menyerahkan dokumen terverifikasi yang diminta petugas.

Menurut pemerintah Jerman, petugas menganalisis setiap cerita yang disampaikan pemohon suaka dengan cermat. Mereka kerap mendapati keterangan atau cerita yang disampaikan sulit diverifikasi kebenarannya.

Haneefullah mengaku dirinya lebih suka jika dipindahkan ke negara ketiga daripada dideportasi kembali ke Afghanistan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Apresiasi Pemkot Balikpapan Imbau Shalat Berjamaah
Tulisan selanjutnya Mun’im Sirry dan Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?