Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Perbesar Skuat Anti-Teror GSG 9

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Januari 2018 19:25 7:25 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Januari 2018 19:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kesatuan elit kepolisian Jerman GSG 9, yang bertugas menangani serangan teroris, sedang diperbesar dan akan memiliki markas kedua di Berlin.

Komandan GSG 9 Jerome Fuchs, hari Senin (15/1/2018), mengatakan kepada radio publik Berlin RBB bahwa keputusan itu diambil karena Jerman belakangan ini terus dihantui ancaman teroris, terutama di Berlin, lansir Deutsche Welle.

Melihat situasi Eropa pada umumnya, kata Fuchs, maka tampak banyak ibukota negara yang menjadi target serangan teror. Oleh karena itu, GSG 9 perlu memiliki kemampuan gerak yang lebih cepat di wilayah ibukota Berlin.

Rolf Tophoven, pakar kontra-terorisme yang pertama kali menulis buku tentang GSG 9 pada tahun 1977, mengatakan bahwa kehadiran polisi anti-teror di Berlin sudah ditunggu sejak lama.

Menurutnya, tahun lalu kepolisian federal sudah membuat unit cadangan siap siaga, yang bisa dikerahkan sebagai perespon pertama jika terjadi serangan teroris, sebelum personel GSG 9 dikerahkan ke lokasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“GSG 9 spesialis operasi situasi penyanderaan dan penangkapan penjahat kelas berat,” kata Tophoven. Dengan persenjataan yang canggih, secara efektif kesatuan elit ini bisa disebut paramiliter, meskipun tidak semua polisi senang dengan istilah itu. SGS juga bekerja sama dengan pasukan elit dari Angkatan Bersenjata Inggris SAS, serta pasukan elit negara-negara Eropa lain.

Rekrutmen anggota baru GSG 9 sepertinya akan mengalami kesulitan, sebab persyaratannya tidak mudah.

Seorang calon anggota GSG 9 harus sangup berlari sejauh 5 kilometer dalam waktu kurang dari 23 menit, berlari sejauh 100 meter dengan waktu kurang dari 13, 4 detik, dan menahan beban seberat 75% dari bobot tubuhnya sendiri.

Tidak hanya itu, menurut Fuchs, anggota GSG 9 tidak akan diambil dari kesatuan elit lain. Meskipun demikian, mereka haruslah orang yang sudah pernah mendapat pelatihan kepolisian, dan idealnya memiliki pengalaman di lapangan.

GSG 9 merupakan singkatan dari Grenzschutzgruppe 9, yang didirikan di kota Bonn pada tahun 1972. Kesatuan elit ini dibentuk sebagai konsekuensi langsung dari peristiwa penculikan dan pembunuhan atlet-atlet Israel peserta Olimpiade Munich tahun 1972. Kala itu pihak kepolisian mendapat kritikan tajam dan dituding tidak becus melaksanakan tugasnya.

Selain menangani kasus terorisme dan kejahatan kelas berat di dalam negeri, GSG 9 juga dikerahkan untuk operasi di luar negeri.

Kesatuan elit itu pernah ditugaskan di negara bagian Meclenburg-Vorpommern untuk memburu anggota jaringan teroris kanan jauh.

Pada tahun 1977, GSG 9 berhasil membebaskan 80 penumpang maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, yang disandera di Mogadishu oleh gerilyawan pro-Palestina PFLP.

Sejak didirikan, kata Fuchs, GSG 9 sudah melaksanakan 1.900 operasi, atau sekitar 50 pertahun.

Pada 1993 citra GSG 9 sempat tercemar dan kehilangan banyak kepercayaan publik. Hal itu dipicu oleh insiden baku-tembak dengan kelompok teror sayap kiri Rote Armee Fraktion (RAF) di Bad Kleinen, yang menewaskan seorang aparat. Para komandan dituding sebagai biang kerok operasi yang tidak berjalan mulus itu. Sejumlah saksi mata bahkan mengatakan bahwa teroris Wolfgang Grams “dieksekusi” usai baku-tembak tersebut, meskipun keterangan resmi polisi mengatakan dia mati bunuh diri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syarwan Hamid jadi Saksi Ahli Asma Dewi
Tulisan selanjutnya Sepi Pesanan Airbus Mungkin Hentikan Produksi A380

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?