Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggota Militer Myanmar yang Bunuh 10 Warga Rohingya akan Hadapi Tuntutan hukum

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2018 13:35 1:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2018 13:21
Bagikan
10 pria etnis Rohingya diikat tangan ke belakang tubuh mereka yang diduga dibantai oknum militer, polisi, bersama warga sipil di desa Inn Din. Foto diambil 2 September 2017
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota Pasukan Militer Myanmar yang menembak mati Muslim Rohingya di Rakhine bulan September lalu akan menghadapi tuntutan hukum.

“Tuntutan hukum akan diajukan terhadap tujuh tentara, tiga polisi dan enam warga setelah penyelidikan militer,” kata juru bicara pemerintah Zaw Htay kemarin.

Otoritas Myanmar menyatakan akan melakuakn investigasi terkait pembunuhan etnis Rohingya di Rakhine oleh anggota polisi dan militer negara tersebut.

Sebelumnya,  laporan investigasi Reuters berjudul “Bagaimana Tentara Myanmar Membakar, Menjarah dan Membunuh di Sebuah Desa Terpencil“, dua jurnalis Reuters Wa Lone dan Kyaw Soe Oo menggambarkan serangan warga Buddha dan tentara Myanmar yang menewaskan 10 pria Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Baca: Pertama Kali Militer Myanmar Akui Bunuh Muslim Rohingya

Dikutip kantor berita yang sama, juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, menyatakan akan ada hukuman bagi para oknum militer terkait pembunuhan warga Rohingya yang ditangkap.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, sang jubir membantah itu terkait dengan laporan investigasi Reuters.

Pembunuhan terhadap 10 orang Rohingya itu terjadi di desa Inn Din pada bulan September tahun lalu dan mayat-mayatnya dikuburkan di kuburan setelah mereka dibunuh oleh umat Buddha dan militer Myanmar.

Bulan lalu, tentara yang ditahan tersebut mengklaim bahwa 10 orang Rohingya tewas adalah sekelompok 200 ‘teroris’ yang telah menyerang pos keamanan.

Baca: Kejahatan Tentara Myanmar: Bayi dan Anak-Anak Rohingya Disembelih

Namun, catatan militer itu disebut berbeda dengan laporan investigasi Reuters yang dibuat berdasarkan kesaksian warga dari kelompok Buddha Rakhine dan etnis Muslim Rohingya.

Para saksi dari warga desa kelompok Buddha mengaku tak ada serangan dari sekolompok tersebut pada pasukan keamanan di Inn Din. Sementara itu, para saksi dari etnis Rohingya mengatakan tentara menangkap 10 orang dari ratusan pria, perempuan, dan anak-anak di dekat pantai.

Umat ​​Buddha menyerang beberapa dari mereka dengan pedang sementara tentara menembak mati orang lain, kata saksi mata.

Hampir 690.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine dan melintasi selatan Bangladesh sejak Agustus akibat kekerasan oleh militer dan warga Buddha.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buddhaburmamiliter Myanmarmuslim Rohingyamyanmarpembantaianpembersihan etnisRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Maroko Sita Lebih dari 500 kg Kokain Selundupan dari Amerika Selatan
Tulisan selanjutnya Berdakwah Wujud Kasih Sayang terhadap Orang Lain

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Berita
9 September 2026 11:14
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?