Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Murka Jempol Prajurit Terakota Dicuri Pria Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Februari 2018 19:13 7:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Februari 2018 19:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak berwenang China menuntut “hukuman berat” atas seorang pria pencuri jempol patung prajurit terakota yang sedang dipamerkan di Amerika Serikat.

Patung yang dicuri jempol tangan kirinya itu berharga $4,5 juta dan sedang dipinjamkan ke Franklin Institute di Philadelphia.

Pekan lalu, Michael Rohana sudah dituntut dengan pasal pencurian dan penyembunyian sebuah benda seni bernilai tinggi, tetapi dibebaskan dari tahanan dengan uang jaminan, lapor BBC Senin (19/2/2018).

Tentara Terakota merupakan salah satu temuan arkeologi China yang paling penting.

Menurut dokumen pengadilan, Rohana yang masih berusia 24 tahun sedang menghadiri acara Ugly Sweater Party di Franklin Institute pada 21 Desember 2017, ketika dia kemudian mendatangani lokasi pameran Terracotta Warriors.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rohana diduga menggunakan ponselnya sebagai senter dan mengambil gambar swafoto bersama dengan salah satu patung prajurit terakota, menurut laporan kantor berita China Xinhua yang mengutip keterangan FBI.

Dia kemudian meletakkan tangannya di bagian tangan kiri patung dan mematahkan sesuatu di bagian itu. Dia lalu mengantongi barang tersebut dan pergi.

Staf museum baru mengetahui jika jempol patung tersebut hilang pada 8 Januari 2018. FBI kemudian melacaknya dan menemukan Rohana. Pemuda itu lantas mengaku bahwa dirinya menyimpan jempol patung itu di laci sebuah meja tulis.

Hari Senin (19/2/2018), direktur dari Shaanxi Cultural Heritage Promotion Centre, organisasi di bawah pemerintah China yang meminjamkan patung-patung terakota itu, “mengecam keras” Franklin Institute karena ceroboh terhadap barang peninggalan sejarah tersebut, lapor CCTV.

“Kami meminta AS menghukum berat pelakunya. Kami juga melayangkan protes keras terhadap mereka,” kata Wu Haiyun.

Wu mengatakan lembaganya akan mengirimkan dua pakar ke AS untuk meneliti kerusakan dan memperbaiki patung dengan menempelkan kembali jempolnya. Dia menambahkan, pihaknya juga akan meminta ganti rugi.

Sepuluh patung yang sedang dipamerkan di Franklin Institute tersebut merupakan bagian dari 8.000 patung prajurit terakota berukuran manusia asli. Patung-patung itu dibuat pada masa kaisar China Qin Shi Huang yang meninggal pada 210 SM, dengan keyakinan ribuan prajurit tanah lempung itu akan melindunginya di alam akhirat.

Patung-patung itu ditemukan dalam keadaan terkubur di bawah tanah dalam posisi berdiri berbaris rapi di kota Xi’an pada 1974 oleh sekelompok petani China.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Merayakan Persatuan dalam Keragaman Festival Budaya Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Slamet Maarif Sebut Tak Ada Konfirmasi Habib Rizieq Batal Pulang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Berita
20 Oktober 2026 19:37
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?