Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Laporan Dokumenter Aljazeera: Tiga Negara Terlibat ‘Kudeta Qatar yang Gagal’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Maret 2018 06:28 6:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Maret 2018 05:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Laporan dokumenter eksklusif televisi Aljazeera mengungkapkan bukti adanya keterlibatan Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dalam mendukung kudeta terhadap pemerintah Qatar yang gagal pada tahun 1996.

Poskan dokumenter pertama hari Senin, episode awal penyelidikan mencakup wawancara dengan aktor yang mencoba kudeta yang memberi kesaksian tentang peran yang dimainkan oleh negara tersebut.

Film dokumenter tersebut juga mengungkapkan sebuah dokumen ringan milik intelijen Arab Saudi dan kerajaan mengenai rencana kudeta tersebut.

Kudeta yang dibajak dikenal sebagai ‘Operasi Abu Ali’ yang direncanakan berlangsung bulan Ramadhan, 14 Februari 1996, setahun setelah mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mengambil alih tahta.

Rencananya dengan bantuan mantan kepala polisi yang juga sepupu mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim bin Hamad Al Thani.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Memusuhi Qatar Untungkan Israel dan Iran

Film dokumenter eksklusif Aljazeera ini telah menemukan bukti keterlibatan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain dalam mendukung upaya kudeta yang digagalkan untuk menggulingkan pemerintah Qatar pada tahun 1996.

Film dokumenter tersebut juga mengungkapkan adanya komite yang dibentuk untuk menangani operasi kudeta, dipimpin:

-Sheikh Mohammad bin Zayed (mantan Kepala Staf Angkatan Darat UEA yang saat ini menjadi Pangeran Mahkota Abu Dhabi); Sheikh Hamad bin Issa Al Khalifa (mantan Putra Mahkota Bahrain); Sheikh Sultan bin AbdulAziz  (mantan Menteri Pertahanan Saudi); dan Omar Suleiman (mantan kepala intelijen Mesir yang juga mantan wakil presiden Mesir).

“Sekelompok orang diperintahkan untuk menyerang rumah Sheikh Hamad bin Khalifa di Jalan Al Rayyan di Doha dan memasukkannya ke dalam tahanan rumah,” kata salah satu komplotan tim kudeta tersebut dikutip Aljazeera baru-baru ini.

Sementara operasi tersebut direncanakan pada pukul 5 pagi tanggal 16 Februari 1996, Emir UEA sekarang, Sheikh Khalifa bin Zayed memerintahkan rencana tersebut untuk diimplementasikan dua hari sebelumnya untuk mencegah agar operasi tak diketahui.

Dalam rencana operasi, setelah menguasai instalasi militer dan keamanan, komplotan kudeta memberi lampu hijau bagi milisi untuk memasuki Qatar dari perbatasan Arab Saudi.

Baca: Mengapa Qatar Berbeda dari Negara Teluk Lain?

Sayangnya, kudeta yang sudah direncanakan itu tercium dan akhirnya digagalkan.

“Jika mereka berhasil mengendalikan situasi, dan jika pasukan memasuki UEA atau Arab Saudi atau Bahrain, mereka tidak akan memiliki masalah dalam membunuh siapapun yang ditemukan di jalan. Mereka tidak akan rugi, “kata Brigadir Jenderal (Purn) Shaheen al-Sulaiti kepada Aljazeera.

Penyiaran dokumenter tersebut dilakukan setelah delapan bulan sanksi Qatar oleh empat Negara Teluk ( Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) dengan dalih Qatar mendukung terorisme. Doha, bagaimanapun, membantah tuduhan tersebut.

Sebelum ini, analis menuduh Arab Saudi berusaha menggoyang stabilitas keluarga besar Al Thani yang kini berkuasa di Qatar. Keluarga Al Thani yang dikenal memiliki dua faksi besar; Bin Hamad al Thani dan Bin Ali Al Thani). Bin Hamad adalah faksi yang kini berkuasa.

Bulan Agustus 2017, Raja Saudi,  Salman bin Abdul Aziz al Saudi sempat menerima Sheikh Abdullah bin Ali al-Thani dengan hangat di Maroko. Sheikh Abdullah bin Ali Al-Thani merupakan saingan penguasa Qatar saat ini, keduanya memiliki hubungan buruk sejak 1970-an.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:'Operasi Abu Ali'Aljazeeraarab saudibahrainblockadeBlokadeboikotdiplomasiEmir Qatarfilm dokumenterkudetaNegara telukQatarSheikh Hamad bin Khalifa al-ThaniUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Disambut Jet Mesir
Tulisan selanjutnya Zakat Profesi Dinilai bisa Menjadi Kekuatan Ekonomi Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?