Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Belajar dari Bakrie, Penghulu KUA Paling Sering Laporkan Gratifikasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Maret 2018 14:20 2:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2018 14:20
Bagikan
Abdurrahman Muhammad Bakrie, Penghulu KUA Trucuk, Klaten, Jawa Tengah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang Penghulu di KUA Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, bernama Abdurrahman Muhammad Bakrie, jadi buah bibir masyarakat belakangan ini.

Pasalnya, nama pria berusia 35 tahun ini mencuat ke publik, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutnya sebagai penghulu terbanyak melaporkan gratifikasi ke KPK. Tercatat sebanyak 59 kali.

“Saya dua hari lalu dihubungi Pak Giri, Direktur Gratifikasi di KPK. Ada ASN Kemenag yang luar biasa. Kami mencatat dialah yang terbanyak melaporkan gratifikasi ke KPK,” tutur Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di hadapan lebih 500 ASN Kanwil Kemenag Sumatera Barat peserta Rapat Kerja Wilayah di Kota Padang, Jumat (23/03/2018) lansir Kemenag.

Baca: Ketika Kejujuran telah Menjadi Barang Langka

Menag menilai, kalau dilihat dari nilainya, mungkin tidak seberapa. Jumlahnya “hanya” Rp 4.260.000 dari akumulasi 59 kali melaporkan gratifikasi. Kadang hanya Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, yang bagi sebagian orang mungkin tidak cukup punya makna.

Menag menilai, Penghulu Bakrie adalah contoh pribadi yang merasa bahwa integritas tidak cukup hanya menjadi slogan dan ungkapan semata. Lebih dari itu, bekerja secara profesional, inovatif, dan berintegritas, membutuhkan contoh dan keteladanan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Abdurrahman Muhammad Bakrie telah memberi keteladanan bagi kita semua,” ujar Menag.

Menag mengatakan, 59 kali melaporkan gratifikasi menunjukkan ada konsistensi dari kejujuran pada diri Penghulu Bakrie. Juga menunjukkan adanya sifat qanaah (menerima), sehingga berhati-hati dalam menerima rezeki yang sumbernya diragukan kehalalannya.

“Ini pelajaran baik dan saya sangat terinspirasi dengan kisah nyata ini. Ini tidak hanya menginspirasi dan memotivasi saya, tapi juga seluruh ASN di Kemenag,” tuturnya.

Menag berharap teladan Penghulu Bakrie dapat mewarnai pribadi ASN Kemenag, juga menginspirasi peserta raker dalam menyusun program yang lebih  bermanfaat bagi masyarakat.

Baca: Kisah Penjual Susu Murni di Alun-Alun Pekalongan

 

Melapor Sejak 2015

Bakrie mengaku, ia telah memulai lapor ke KPK sejak tahun 2015, yaitu setelah ada kebijakan tentang gratifikasi. Hingga 2018, dia mengaku melaporkan 59 kejadian dalam beberapa kali laporan.

“Lapornya hanya beberapa kali. Tapi sekali lapor ada beberapa kejadian. Jumlahnya beda-beda. Sekali menikahkan itu bisa Rp 25 ribu sampai Rp 200 ribu,” ujar Baktire kutip Detikcom.

 

Baca: Bimas Islam: Para Penyuluh Agama Garda Terdepan Kemenag

Setiap bertugas sebagai penghulu di luar jam kerja dan di luar kantor, dia mengaku selalu memberi pengertian kepada warga agar tidak perlu memberi uang tambahan. Sebab, uang Rp 600 ribu yang dibayarkan oleh warga sudah termasuk biaya transportasi dan jasa profesi.

“Tapi biasanya warga nekat memberi, dimasukkan tas atau ditaruh di motor. Ada yang sampai ngasih ke kantor. Kita kalau mau tegas menolak malah tidak baik. Solusinya kita laporkan ke KPK,” ujar lulusan STAIN Surakarta itu.

Bakrie yang juga disapa Abdul, menjelaskan, cara melaporkan gratifikasi tidak begitu rumit. Cukup mengunduh blangko dari situs KPK, kemudian diisi dan dikirim melalui e-mail.

“Nanti ada klarifikasi dari sana, lalu kita diminta menandatangani blangko, lalu dikirim lagi. Setelah ada penetapan dari sana, baru uangnya dikirim lewat rekening,” ungkapnya.

Langkah-langkah itu dia ketahui dari beberapa temannya yang juga melaporkan gratifikasi. Hingga sekarang, dia masih aktif melaporkan gratifikasi.

Baca: “Bimas Islam Mengabdi untuk Negeri”, Buku soal Penghulu Agama akan Disusun

Bakrie sudah 13 tahun bekerja di jajaran Kementerian Agama Klaten. Sejak kuliah tahun 2005, Bakrie bekerja sebagai pegawai KUA Prambanan dan sempat pindah ke KUA Gantiwarno, Kantor Kemenag Klaten, KUA Jatinom dan kini di KUA Trucuk.

Selama bekerja, dia memegang teguh pesan orangtuanya agar selalu bekerja dengan benar. Tindak korupsi yang sudah memprihatinkan di Indonesia, menurutnya dapat dihapuskan mulai dari diri sendiri.

“Niatnya pengin kerja yang baik aja, sesuai aturan yang ada. Kerja nyaman, teratur, biar kerja enak. Semoga tetap istiqamah. Agar tidak ada korupsi ya kita mulai dari diri sendiri,” pungkasnya.*

Baca: Dirjen Bimas Islam Ingatkan Penghulu Jaga Integritas

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdurrahman Muhammad BakrieASN KemenagBakriegratifikasiistiqamahJawa TengahjujurkejujuranKemenagKementerian AgamaKlatenkomisi pemberantasan korupsiKPKKUA TrucukLukman Hakim SaifuddinMenteri Agamapegawai Kemenagpenghulupenghulu Bakriepenghulu KUAteladan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebelum Divonis, 38 Ahli Hukum Berbagai Negara Desak Israel Bebaskan Ahed Tamimi
Tulisan selanjutnya Wartawan Meksiko Ditembak Mati di Negara Paling Berbahaya bagi Praktisi Media

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?