Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tiangong-1 Sudah Terbakar di Atas Samudera Pasifik Selatan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2018 11:07 11:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2018 11:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Stasiun luar angkasa milik China yang tidak lagi berfungsi Tiangong-1 sudah memasuki atmosfer bumi dan terbakar di atas Samudera Pasifik Selatan hari Senin (2/4/2018), kata pihak berwenang keantariksaan China.

Sebagian besar bekas laboratorium luar angkasa itu terbakar ketika memasuki bumi, sekitar pukul 0015 GMT, kata pihak berwenang dalam pernyataan singkat di websitenya seperti dilansir Reuters.

United States Air Force 18th Space Control Squadron, yang mendeteksi semua benda artifisial yang berada di orbit bumi, mengatakan bahwa pihaknya juga melacak Tiangong-1 ketika memasuki bumi di atas perairan Pasifik Selatan.

Mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah mengkonfirmasi hal itu dengan mitra-mitranya di Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan dan Inggris.

Serpihan Tiangong-1 sepertinya sudah mendarat sekitar 100 km arah barat laut dari Tahiti, kata Brad Tucker, seorang astrofisikawan di Australian National University.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pecahan-pecahan kecil pastinya akan muncul ke permukaan,” katanya kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa 90 persen bagian dari sampah luar angkasa itu terbakar di atmosfer dan hanya sekitar 10 persen yang mencapai permukaan bumi, dengan bobot sekitar 700 kg sampai 800 kg.

“Kemungkinan besar akan menjadi serpihan di tengah samudera, dan bahkan jika orang menemukannya, maka akan tampak seperti sampah pada umumnya di lautan dan tersebar di area yang sangat luas hingga ribuan kilometer persegi,” imbuhnya.

Memiliki panjang 10,4 meter, Tiangong-1 atau Istana Surgawi-1 diluncurkan China pada tahun 2011 sebagai proyek pembuka bagi ambisi China untuk mengorbitkan stasiun antariksa berawak pada tahun 2022 atau 2023.

Awalnya Tiangong-1 akan dipensiunkan pada tahun 2013, tetapi misinya kemudian diperpanjang beberapa kali.

Hal itu menimbulkan kecurigaan internasional bahwa China sesungguhnya telah kehilangan kontrol atas propertinya di luar angkasa itu.

Tahun 2016, China akhirnya mengakui bahwa mereka memang kehilangan kendali atas Tiangong-1. Dan sejak itu berbagai otoritas keantariksaan di dunia berusaha memantau pergerakannya dan memperkirakan waktu jatuhnya kembali ke bumi, guna mengantisipasi kemungkinan bahaya yang muncul.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Oink..Oink.. China Naikkan Tarif Impor Daging Babi dari Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya [Video] Krisis Kemanusiaan di Hollywood: Potret Nyata Kemiskinan di Los Angeles

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?