Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Inggris Tak Mampu Verifikasi dari Mana Asal Gas Saraf untuk Meracuni Skripal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 April 2018 08:03 8:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 April 2018 08:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Laboratorium senjata kimia terbesar di Inggris, Porton Down, hari Selasa (3/4/2018) mengumumkan bahwa pihaknya tidak dapat memverifikasi secara pasti dari mana gas saraf yang digunakan dalam kasus peracunan bekas agen ganda Rusia Sergei Skripal berasal.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson pada bulan Maret mengatakan kepada Deutsche Welle bahwa Porton Down memiliki bukti “kuat” bahwa Rusia adalah sumber dari gas saraf tersebut.

Gary Aitkenhead, kepala eksekutif Defence Science and Technology Laboratory di Porton Down menjelaskan beberapa hal kepada Sky News soal gas saraf yang dipakai meracuni Skripal dan putrinya di Salisbury.

  • “Kami dapat mengidentifikasi bahwa itu adalah Novichok, mengidentifikasi bahwa itu adalah gas saraf level militer.”
  • Kami belum mengidentifikasi secara pasti sumbernya, tetapi kami telah memberikan informasi saintifik kepada pemerintah siapa yang pernah menggunakan sejumlah sumber lain untuk membuat kesimpulannya.”
  • Zat itu membutuhkan “metode yang sangat canggih untuk membuatnya, sesuatu yang hanya mampu dilakukan oleh aktor negara.”
  • “Kami masih bekerja untuk membantu memberikan informasi tambahan yang menungkin akan membantu kami untuk lebih dekat kepada [sumber], tetapi kami masih belum dapat melakukannya.”

Dalam wawancara eksklusif dengan DW bulan Maret lalu, Menlu Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa sudah dipastikan Rusia berada di balik serangan 4 Maret di Salisbury itu. “Mereka (para ilmuwan) sangat yakin dan saya bertanya sendiri kepada orangnya, saya katakan, ‘Apakah anda yakin?’ Dia bilang tidak ada keraguan. Kami memiliki sangat sedikit alternatif, selain dari tindakan yang telah kami ambil.”

Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) mengatakan akan menggelar pertemuan darurat di Den Haag hari Rabu (4/4/2018) atas permintaan Rusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan di Ankara bahwa, mengingat ketidaksanggupan untuk melacak sumber gas tersebut, “begitu cepatnya kampanye anti-Rusia diluncurkan telah mengakibatkan kebingungan.” Putin mengatakan gas saraf tersebut bisa dibuat oleh sekitar 20 negara lain.

Dubes Rusia untuk Irlandia Yuri Filatov mengatakan bahwa jika Inggris tidak sanggup memberikan bukti perihal keterlibatan Rusia maka berarti “ada alasan kuat untuk mengasumsikan mereka mengorganisir provokasi berskala besar di London guna mendiskritkan Rusia.”

Sejumlah diplomat dan mata-mata Rusia telah diusir dari negara-negara sekutu Inggris menyusul serangan tersebut dengan tuduhan bahwa Rusia berada dibaliknya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengenang Mosi Integral Mohammad Natsir
Tulisan selanjutnya Polda Papua Apresiasi Iktikad Baik Ustadz Fadlan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?