Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menhan Israel: Tidak Ada Orang yang Tak Bersalah di Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 April 2018 23:09 11:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 April 2018 23:30
Bagikan
Avigdor Lieberman
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri Pertahanan Zionis Israel Avigdor Lieberman mengatakan pada hari Ahad bahwa tidak ada orang yang tidak berdosa di Jalur Gaza yang dikelola Hamas setelah tentara Israel menembak dan menewaskan lebih 30 warga Palestina selama 10 hari aksi damai “Great March of Return” .

“Tidak ada orang yang tidak bersalah di Jalur Gaza,” kata Lieberman kepada radio Israel, dikutip dari Middle Eye Monitor.

“Semua orang terhubung dengan Hamas, semua orang mendapat gaji dari Hamas, dan semua aktivis yang mencoba menantang kami dan melanggar perbatasan adalah aktivis sayap militer Hamas,” tuduhnya.

Penjajah Israel telah menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang memuncak mengenai penggunaan senjata api setelah 10 hari aksi damai menuntut ‘Hak kembali ke Palestina’ yang Terjajah di sepanjang perbatasan Jalur Gaza di mana pasukannya telah menewaskan lebih dari 32 warga Palestina dan melukai ribuan lainnya dengan tembakan dan gas air mata, menurut kementerian kesehatan Gaza.

Kekerasan melonjak lagi pada hari Jumat ketika ribuan demonstran kembali ke perbatasan. Sembilan orang Palestina ditembak oleh pasukan penjajah dan sedikitnya 1.060 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Korban gugur termasuk wartawan foto Palestina Yasser Murtaja. Ayah berusia 30 tahun itu ditembak di bagian perut oleh seorang penembak jitu Israel saat meliput protes meskipun mengenakan jaket antipeluru berlabel “Press“.

Baca: Jumlah Korban Gugur di Gaza Bertambah 32 Orang

Juga di antara yang tewas adalah Hussein Mohammed Madi, 15 tahun dari Kota Gaza. Madi tewas di timur Kota Gaza oleh peluru dum-dum yang meluas, kata kementerian itu.

Tidak ada korban dari Israel. Sementara penjajah  mengatakan telah melepaskan tembakan hanya jika diperlukan untuk menghentikan kerusakan pagar perbatasan, infiltrasi dan upaya serangan.

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia telah mengkritik keras tindakan tentara Israel, dan Palestina mengatakan para pengunjuk rasa ditembak parahal tidak menimbulkan ancaman bagi pasukan Zionis.

“Kami Selalu Ditargetkan oleh Pasukan Israel”

Militer Israel menuduh “sekitar 10.000 warga Palestina” yang menghadiri “kerusuhan di lima lokasi di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza”.

Mereka menambahkan bahwa “beberapa upaya telah dilakukan untuk merusak dan menyeberangi pagar keamanan di bawah naungan asap ban bekas”.

Palestina membakar ratusan ban dalam upaya untuk mengaburkan visi penembak jitu Israel berbaris di perbatasan antara Israel dan Gaza.

“Kami telah mendengar banyak peringatan tentang penggunaan ban yang terbakar, tetapi kami tidak memiliki pilihan lain untuk mengekspresikan kemarahan kami dan hak kami untuk kembali,” kata demonstran Said Ayman Hamdan kepada MEE, Jumat.

“Apa pun yang kami gunakan, kami selalu menjadi sasaran pasukan Israel. Jadi kami menggunakan ban yang akan menyesatkan tembakan-tembakan Israel, karena kami adalah pengunjuk rasa damai. Kami membutuhkan sesuatu untuk melindungi kami dari kebrutalan Israel.”

Baca: Pejabat Israel Ancam Bunuh Pemimpin Hamas di Gaza

Pada 30 Maret, pasukan penjajah menewaskan 19 orang Palestina ketika puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di perbatasan Israel.

Hari berikutnya, militer Israel mengatakan dalam tweet bahwa “Tidak ada yang dilakukan tanpa kendali; semuanya akurat dan terukur, dan kami tahu di mana setiap peluru mendarat”.

Namun tweet itu kemudian dihapus.

Israel menuduh bahwa Hamas, gerakan pejuang Islam yang dipercaya warga di Jalur Gaza dan yang telah berjuang tiga perang sejak 2008, berusaha menggunakan protes sebagai penutup untuk melakukan kekerasan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Uni Eropa menyerukan penyelidikan independen terhadap penggunaan senjata, namun berulang kali ditolak Israel.

Pada hari Sabtu, Uni Eropa mengajukan pertanyaan apakah pasukan Israel terlibat dalam “penggunaan kekuatan yang proporsional”.*/Sirajuddin Muslim

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Avigdor LiebermanGreat Return MarchHari TanahisraelKembali ke PalestinaKembali ke Palestina yang terjajahLand DayLiga Arablong marchpalestinaperbatasanpersSnipersyahidtentara IsraelTepi BaratTerjajahYasser MurtajaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prancis Berhak Menggugat Para Manager Uber Tanpa Izin ke Komisi Eropa
Tulisan selanjutnya 4 Tentara Saudi Ditemukan Tewas di Perbatasan Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?