Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

eSwatini Nama Baru Kerajaan Swaziland

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2018 07:20 7:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2018 07:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Raja dari negeri mungil di Afrika, Swaziland, mengumumkan bahwa negaranya berganti nama menjadi eSwatini. Tidak seperti sebagian negara lain, Swaziland mempertahankan nama kolonialnya setelah mendapat kemerdekaan.

Dilansir DW, Raja Mswati III hari Kamis (19/4/2018) mengumumkan bahwa dirinya secara resmi mengganti nama Kerajaan Swaziland menjadi eSwatini.

Satu-satunya monarki absolut yang tersisa di Afrika, Raja Mswati III mengubah nama kerajaannya bertepatan dengan perayaan 50 tahun kemerdekaan Swaziland dari Inggris dan ulang tahun dirinya yang ke-50.

“Saya ingin mengumumkan bahwa mulai hari ini dan seterusnya, negara kita akan dikenal sebagai Kerajaan eSwatini,” kata Raja Mswati III di kota terbesar kedua Manzini.

Nama eSwatini artinya adalah “tanah bangsa Swazi” dalam bahasa lokal Swati.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak seperti negara lainnya, negara daratan yang terkunci antara Afrika Selatan dan Mozambik itu tidak mengganti namanya setelah lepas dari jajahan Inggris pada tahun 1968.

“Negara-negara Afrika yang mendapatkan kemerdekaan kembali menganti namanya ke masa sebelum dijajah. Jadi mulai dari sekarang negara ini secara resmi akan dikenal sebagai Kerajaan eSwatini,” kata raja itu.

Dia juga mengatakan bahwa orang-orang di luar banyak yang keliru menyebut Swaziland dengan Switzerland (Swiss).

“Kemanapun kami pergi ke luar negeri, orang menyebut kita Switzerland,” ujarnya.

Raja Mswati III memerintah dengan mengeluarkan dekrit atas 1,3 juta rakyatnya sejak mengambil alih kekuasaan dari ayahnya di usia 18 tahun pada 1986. Dia satu dari 60 lebih anak lelaki ayahnya. Mswati III sendiri memiliki 15 istri yang melahirkan lebih dari 20 anak.

Msawati III dikenal sebagai raja yang bergaya hidup mewah, sementara rakyatnya terlilit kemiskinan dan dijangkiti HIV-AIDS yang mencapai 27 persen dari total penduduk.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laporan Eurostat 2017: Uni Eropa Beri Suaka 538.000 Orang
Tulisan selanjutnya Ustadz Abdul Somad: Beli Buku, Baca, Renungkan, lalu Menulislah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?