Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dunia dan Meningkatnya Boikot Zionis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Januari 2014 06:54 6:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Januari 2014 06:54
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Fayez Rashed

SEBUAH organisasi non pemerintah (NGO) “Lembaga Studi Amerika” di Amerika yang terdiri dari guru besar dan dosen-dosen perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai 5000 lebih akademisi mengumumkan boikot terhadap akademi ‘Israel’.

Lembaga ini adalah salah satu dari asosiasi terpenting di Amerika dalam hal penelitian ilmiah. Bahkan termasuk lembaga Amerika tertua yang fokus dalam studi sejarah dan budaya Amerika. Yang menarik perhatian, ini adalah sekelompok akamdisi Amerika kedua yang menyatakan resmi mendukung “boikot” yang mendukung boikot akademi Amerika kepada ‘Israel’. Boikot pertama dilakukan oleh Lembaga studi Amerika – Asia yang dilakukan sejak April lalu.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Keputusan boikot ini dilakukan setelah dilakukan voting demokratis anggota lembaga studi akademis tersebut di situs internet mereka. Sebanyak 66,50% atau 2 pendukung banding 1 yang menolak.

Koran Amerika New York Times mengomentari masalah ini dengan stetemen “meski lembaga studi ini bukan satu-satunya lembaga studi ilmiah Amerika terbesar, namun ini menunjukkan ada gerakan dan aksi isolasi terhadap ‘Israel’ dan tekanan kepadanya dan mulai melakukan langkah-langkah luas di Amerika sebagaimana mulai menguat di Eropa.

Tidak sedikit akademisi ‘Israel’ menilai bahwa masalah ini termasuk paling berbahaya yang mengancam masa depan studi, riset dan aktifitas akademi di ‘Israel’.

Di antara para peneliti adalah Imanuel Nora Gothenburg  guru besar ilmu ekonomi di Universitas Tel Aviv yang menyebut masalah ini sebagai hal berbahaya.

“Langkah akademisi itu sangat berbahaya dan mengancam akademi Israel yang sangat menyedihkan apalagi itu terjadi di Amerika,” ujarnya.

Alibi pembenar lembaga akademi yang memboikot adalah, “Keputusan ini sebagai berdasarkan kepada solidaritas terhadap semua peneliti dan mahasiswa yang terlarang dan terhalang dari kebebasan akademisi mereka. Padahal mereka berharap bisa memberikan kebebasan mereka semua terutama warga Palestina.”

Selain itu, ‘Israel’ dianggap melanggar Undang-undang internasional dan resolusi-resolusi PBB terkait Palestina.

Boikot akademi Amerika ini bersamaan dengan boikot yang dilakukan oleh akademi Afrika Selatan kepada lembaga pendidikan di Israel beberapa tahun lalu, lembaga di Inggris dan hampir di seluruh lima benua. Tindakan pembantaian negara zionis terhadap warga Palestina dan tindakan rasis diskriminatifnya terhadap warga Palestina dan lembaga akademisnya.

Akhirnya warga dunia mepertanyakan tindakan zionis ini. Boikot terhadap produk Israel meluas di Eropa ke bidang ekonomi. Belakangan, sebuah perusahaan air Belanda menyatakan tidak akan bekerjasama dengan perusahaan air milik Israel di Tepi Barat  karena tindakan kekerasan dan penjajahan zionis di Tepi Barat  dan Al-Quds timur.

Boikot ini bersamaan dengan banyaknya tuntutan dan dakwaan di negara-negara Eropa terhadap sejumlah elit politik Zionis dan militer karena tudingan melakukan kejahatan terhadap warga Palestina. Demikian halnya dengan lembaga HAM yang mulai gencar mengkampanyekan boikot terhadap ‘Israel’ dalam banyak hal.

Sayangnya, Amerika masih menekan otoritas Palestina. Adan anehnya, otoritas Palestina menurut apa kata Amerika agar selama perundingan berlangsung sembilan bulan tidak melakukan tuntutan hukum atas ‘Israel’ baik di Mahkamah Pidana Internasional atau lembaga di bawah PBB.

Semua itu terjadi pada saat pemukiman Yahudi di perluas teruatam di Tepi Barat  dan Al-Quds timur dan sektarny, pada saat pembantaian dan penangkapan warga Palestina yang terus meningkat. Juga diwarnai penggusuran tanah rumah-rumah warga Palestina. Jadi, ‘Israel’ hanya memanfaatkan perundingan sebagai legitimasi atas kejahatan mereka.

Di awal tahun 1950-an, seorang kolumnis Inggris Ethel Menon tentang warga Arab, “Mereka adalah orang paling buruk sebagai pembela dan advokat bagi masalah paling membutuhkan solusi keadilan di dunia.” *

Artikel ini dimuat di  Palestine Information Centre (PIC) dan Ettihad Emirat  

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kader KAMMI Hampir jadi Korban Pemerkosaan, Pelaku Lari Saat Didoakan
Tulisan selanjutnya Mensos Tetapkan 86,4 juta Penerima Bantuan Iuran BPJS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?