Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Inspirasi Ramadhan

19 Hari Hafal Al Qur’an (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juni 2018 20:54 8:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juni 2018 20:54
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Setelah hafal al-Qur’an?

Ternyata setelah hafal, pikiran jadi lain. Terpikir untuk melanjutkan sekolah. (Waktu itu secara formal Deden hanya lulus SD). Ini mungkin barakah al-Qur’an. Allah menggerakan pikiran saya.

Jadi saya merasakan betul, al-Qur’an membuat perubahan pada diri saya. Dari anak yang tidak punya masa depan, tiba-tiba Allah membukakan pintu dengan banyak pilihan, sampai saya bingung. Inilah yang saya rasakan dan alami jika al-Qur’an di Muroja’ah  tiap hari akan memberi perbaikan masa depan.

Baca Juga

Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana
Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran
Kisah Jenaka Bulan Puasa 5 : Cara Unik Membangunkan Warga untuk Sahur
Teladan Keteguhan Imam Ahmad dan Kasman Singodimedjo pada Bulan Ramadhan

Beberapa tahun belakangan ini Deden Makhyaruddin resah. Begitu banyak  lembaga yang membuat program tahfiz (menghafal al-Qur’an). Tentu saja ini baik. Hanya, kenyataannya, setelah keluar pesanren para santri mayoritas hafalannya hilang.

Itulah yang kemudian mendorong Deden membuat gerakan Indonesia Muroja’ah . Gerakan ini masih sebatas di  Tengerang dan baru dua kali diadakan. Ia berharap gerakan serupa juga digelar di tempat lain.

Apa latar  belakang Indonesia Muroja’ah ?

Berdasarkan kenyataan, banyak sekali hafiz (penghafal al-Qur’an) yang menjadi mantan. Ketika di pesantren punya hafalan bagus, setelah keluar pesantren jadi mantan hafiz. Penyebabnya satu, yaitu di luar pesantren tidak menemukan atmosfir Muroja’ah  (mengulang) sehingga para hafiz ini kurang motivasi. Yang selalu disyiarkan itu tahfiz, Muroja’ah nya tidak. Akibatnya, semangat menghafalnya tinggi, tapi Muroja’ah nya tidak. Padahal kalau atmosfirnya bagus, mereka bisa Muroja’ah  sendiri kapan dan dimana pun. Dari sinilah kemudian dibuat gerakan Indonesia  Muroja’ah .

Bengkel Tahfiz ini ibarat kendaraan bermotor itu disebut bengkel atau servis berkala. Nah, para hafiz kita ini juga perlu diservis secara berkala. Dari bengkel tahfiz ini kemudian dibuat gerakan lebih besar, yaitu Indonesia Muroja’ah . Diharapkan dengan gerakan ini, baik itu para hafiz, gurunya, dan lembaganya terdorong untuk Muroja’ah .

Baca: Daurah Tahfizh al-Qur’an, 9 Hari bisa Hafal 5 Juz

Ibaratnya begini, sebuah pabrik katakanlah handphone agar produknya berkualitas mereka harus buat service centre.  Begitu juga lembaga tahfiz, jangan hanya bisa memproduksi para tahfiz, tapi juga harus mampu membuat service centrenya.

Tantangan bagi seorang hafiz agar istiqomah Muroja’ah ?

Semua rintangan itu media untuk mujahadah. Sering saya katakan,  mujahadah itu semanis hasilnya. Bersungguh-sungguh, berlelah-lelah menggapai hafalan yang berkualitas itu seindah hasilnya. Artinya, sekalipun sudah mujahadah sedemikian rupa tak hafal-hafal, tetap mendapat pahala yang sama.

Rintangan itu misalnya apa?

Misalnya kesibukan. Kesibukan jelas akan terus bertambah. Sehingga kalau Muroja’ah  menunggu tidak sibuk, itu tidak mungkin. Itu artinya, selamanya tidak akan bisa Muroja’ah .

Contoh kedua, semangat. Makin hari semangat itu akan berkurang. Semangat itu syahwat. Keinginan yang menggebu-gebu, ini namanya syahwat. Syahwat inilah yang membakar seseorang untuk menghafal al-Qur’an.

Baca: 100 Santriwati Penghafal Qur’an LP Wanita Pondok Bambu Diwisuda

Cuma, syahwat ini biasanya tak bertahan lama. Makanya jangan bersandar kepada syahwat, karena pasti aka ada lelah atau surutnya. Syahwat ini sebagai pemantik saja.

Nah, Allah kemudian menghadirkan kendala-kendala seperti kesibukan dan sebagainya,  agar porsi syahwatnya berkurang. Pada akhirnya syahwat akan hilang, berganti dengan keikhlasan. Penggerak menghafal bukan lagi syahwat, tapi keikhlasan. Ini memang berat. Contoh, makan tidak ada  selera pasti sulilt sekali untuk makan. Sama dengan menghafal al-Qur`an, jika nafsu sudah hilang akan berat. Tetapi ketika terasa berat, itu tandanya ikhlas sudah datang. Tentu, syaratnya harus tetap bertahan Muroja’ah , maka akan datang kenikmatan ikhlas. Syahwat itu nikmat juga, tapi nikmat ikhlaslah yang abadi. Ini nikmat yang tidak akan berakhir, justru semakin bertambah.

Agar istiqomah Muroja’ah  meski hadir kendala, apa yang harus dilakukan?

Kalau saya justru saya balik. Kendala pada para penghafal al-Qur’an kebanyakan tidak nyata. Adanya hanya di dalam fikiran yang diciptakan sendiri. Ada sih kendala yang sifatnya nyata. Misalnya kesibukan bekerja atau mencari nafkah. Ini kesibukan yang tak mungkin kita abaikan. Saya dulu juga sibuk sekali, namun bisa saya atasi. Yang bahaya itu kendala yang tidak nyata itu yang ada di dalam diri.

Nah, pengalaman selama menjaga hafalan, saya malah punya pikiran terbalik. Bukan karena kesibukan sehingga tak sempat Muroja’ah . Justru karena tidak Muroja’ah , maka muncul kesibukan-kesibukan yang tak ada akhirnya. Jadi kesibukannya tidak terurai karena tidak diiringi Muroja’ah . Mahasiswa sibuk menulis skripsi sehingga tak sempat Muroja’ah . Padahal disebabkan  tidak Muroja’ah , skripsi tidak kelar-kelar.

Mungkin muncul rasa bosan menghafal. Itu porsi Muroja’ah  kurang. Coba porsinya ditambah, nanti rasa bosannya bakal hilang. Muncul kendala di dalam hati bukan sebab susah Muroja’ah . Justru tidak Muroja’ah , timbul kendala dalam hati.

Bahkan gini, ini saya katakan berkali-kali pada diri sendiri. Waktu emas penghafal al-Qur’an adalah ketika muncul rasa bosan. Artinya,  bertahan (tetap Muroja’ah ) saat muncul rasa bosan, maka pencapaiannya akan dua kali lipat. Rasa bosan menjadi pemantik bertambahnya semangat. Itu yang saya tanamkan ke dalam jiwa saya.

Al Qur’an itu membuat ketenangan. Maka salah jika gara-gara resah lalu tidak baca al-Qur’an. Bukan itu persoalannya. Justru karena keresahan itu kita butuh al-Qur’an. Justru pikiran tidak beres kita butuh al-Qur’an.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Deden Muhammad Makhyaruddinhafal al-Quranmenghafal al-QuranMTQ Internasionalmuroja'ahsantritahfidz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Al-Lathif, ‘Tongkrongan’ Ruhani Anak Muda Bandung
Tulisan selanjutnya Muslim Austria Turki Marah Austria Tutup Tujuh Masjid dan Usir Sejumlah Imam Masjid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Seribu Dirham Ramadhan dan Ujian Keikhlasan

8 Maret 2026 17:00
5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Inspirasi Ramadhan

5 Tips Mendidik Anak agar Mencintai bulan Ramadhan

25 Maret 2022 06:00
Sejarah perang di bulan ramadhan
Inspirasi Ramadhan

9 Perang Kaum Muslimin di Bulan Ramadhan

16 April 2021 07:00
Takjil Sehat Kacang Hijau Almond
Inspirasi Ramadhan

5 Resep Takjil Sehat Untuk Berbuka Puasa

14 April 2021 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?