Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Di Jepang, STEI Tazkia Jelaskan Perkembangan Bisnis FinTech Syariah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juni 2018 06:03 6:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2018 07:00
Bagikan
Kunjungan Rombongan Pejuang Dakwah Ekonomi Islam dari STEI Tazkia di Jepang selama 5 hari, Juni 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com– Rombongan Pejuang Dakwah Ekonomi Islam dari STEI Tazkia melakukan kunjungan ke Jepang dan tiba di Tokyo, 26 Juni 2018 pekan ini.

Rombongan di antaranya terdiri dari Ketua STEI Tazkia Murniati Mukhlisin, Direktur Pascasarjana Mukhamad Yasid, Pembina Perpustakaan STEI Tazkia Ade Susilowati, Direktur Program Internasional Anita Priantina, Kepala Program Studi Bisnis dan Manajemen Syariah Thuba Jazil, dan Kepala Program Studi Akuntansi Syariah Grandis Imama Hendra.

Menurut Ade Juraynaldi dan Ratna Komalasari selaku panitia rombongan, kunjungan selama 5 hari di negeri matahari terbit ini bertujuan untuk  beberapa agenda penting. Yaitu kerja sama pelaksanaan internasional seminar dengan Reitaku University di kota Kishiwada, kunjungan ke YUAI International Islamic School di Tokyo, silaturrahim dengan KBRI Jepang, dan halal bil halal dengan komunitas Muslim Jepang di Mesjid Indonesia Tokyo.

Seminar yang dihadiri oleh para guru besar, dosen, dan mahasiswa dari Tazkia dan Reitaku ini membahas sebuah tema yang menarik dan terkini, “Business Ethnic & Digital Economy; from Concept to Practice”, mengingat Jepang merupakan negara yang sangat maju dalam teknologinya, termasuk dalam bidang Financial Technology (FinTech).

Di awal seminar, Daisuke Suzuki, dosen senior di Universitas Reitaku, membuka acara seminar dan guru besar bidang ekonomi, Yasunori Baba, membawakan topik pertama tentang bagaimana manusia berlaku ketika berada dalam era mesin pandai seperti saat ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baba mengatakan bahwa manusia perlu dibentengi dengan konsep moral. Menurut Baba, moral adalah hal penting di Reitaku yang ditekankan oleh pendiri kampus Reitaku yaitu Dr. Chikuro Hiroike (1866-1938).

Hiroike yang dikenal sebagai “Father of Moralogy” ini yang mengatakan bahwa pendidikan harus diberikan kepada pelajar dengan aplikasi integritas, moral, dan etika yang tinggi.

Murniati memaparkan tentang pentingnya rambu-rambu syariah untuk memastikan etika dan moral dalam bisnis di era ekonomi digital seperti saat ini.

Kemudian Ketua STEI Tazkia itu menjelaskan tentang perkembangan bisnis FinTech syariah dengan studi kasus Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Potensi FinTech di Jepang cukup menjanjikan yang menurut Accenture telah meleburkan investasi sebesar 154 juta dolar Amerika pada tahun 2016 yang lalu. Investor utama dalam bidang FinTech dunia didominasi oleh China sebesar 10 triliun dolar, disusul oleh India 500 juta dolar Amerika pada tahun yang sama.

Murniati yang juga Pembina Asosiasi FinTech Syariah Indonesia menganalisa bahwa modal crowdfunding dari Jepang dapat dikirim ke negara Muslim dengan sistem syariah, seperti yang dilakukan Singapura saat ini.

EthisCrowd perusahaan FinTech Syariah asal Singapura misalnya mengelola investasi dari para investor Singapura untuk membiayai proyek perumahan di Indonesia.

Adapun Thuba Jazil membawakan tema etika bisnis Islam: teori ke praktik.

Dalam pemaparannya, dijelaskan, Islam mengatur semua aspek kehidupan Muslim, baik dalam hal peribadatan maupun sosial, termasuk juga bisnis.

Terdapat minimal tujuh prinsip dasar dalam etika bisnis Islam, yaitu tauhid, tanggung jawab, keadilan, ihsan (berlaku baik), hurriyah (kebebasan), orientasi halal dan haram, dan berlaku ma’ruf.

Ketujuh prinsip tersebut harus diterapkan dalam transaksi Islam baik sebagai pebisnis, penjual, pembeli, pemasok, dan pihak lainnya.

Seminar ditutup dengan pembicaraan kerja sama double degree antara dua kampus dan makan malam dijamu oleh Presiden Universitas Reitaku, Osamu Nakayama, dan para pejabat kampus lainnya.* Kiriman Murniati Mukhlisin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Düsseldorf Pilih Selamatkan Pohon daripada Konser Ed Sheeran
Tulisan selanjutnya Kotak Kosong Menang, Calon Tunggal Tak Bisa Dilantik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?