Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Iraq Makin Benci AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2003 13:04 1:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2003 13:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–

Laporan itu disampaikan selepas pertemuan Presiden Bush bersama Paul Bremer di Gedung Putih guna menyegerakan pemindahan kekuasaan kepada rakyat Iraq.

Menurut kesimpulan CIA, kini semakin banyak rakyat Iraq yang hilang kepercayaan terhadap usaha Amerika berikut kegagalan AS menumpaskan pertentangan, kata seorang pejabat CIA yang enggan disebut namanya.

Seperti dikutip The Wasington Post, para jenderal AS meyakini serangan-serangan terorganisasi terhadap pasukan koalisi pimpinan AS di Iraq adalah bagian dari strategi perang Saddam Hussein sejak awal. Mereka juga menilai inilah perang sebenarnya bagi Saddam.

“Saya yakin Saddam Hussein merencanakan akan tetap melancarkan perlawanan bila Iraq jatuh,” kata Mayor Jenderal Charles Swannack, Komandan Divisi Lintas Udara Ke-82.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Karena itulah, Anda bisa melihat adanya penyitaan senjata dalam jumlah besar di seluruh negeri itu. Mereka berencana untuk terus berperang bila Irak jatuh. Dan, kini perang yang sebenarnya mulai mereka lancarkan,” kata jenderal itu, yang bertanggung jawab atas operasi militer di kawasan ‘Segitiga Sunni’ Iraq.

Swannack mengatakan Saddam dan para jenderalnya mungkin kaget dengan kecepatan invasi pasukan AS ke Iraq pada April lalu dan butuh beberapa bulan untuk melakukan perlawanan.

“Karena itulah, kekerasan anti-AS sepanjang Juli dan Agustus rendah,” tambahnya

Laporan CIA itu setidaknya memberikan bukti bahwa propaganda AS yang selalu mengatakan akan menjadikan Iraq semakin baik dan demokrasi hanya omong kosong belaka.

Menurut CIA, terjadinya serangkaian tindakan balas dendam menentang pasukan AS di Iraq yang terus meningkat semakin menumbukan sikap rasa tidak percaya warga Iraq terhadap pasukan koalisi itu.

Laporan CIA yang dipetik Philadelphia Inquirer, turut menyebut kemampuan anggota Majelis Pemerintahan Iraq dukungan Amerika Serikat yang dianggap telah gagal menunjukkan wibawa AS.

Sementara itu di Baghdad, pasukan Amerika Serikat terus melancarkan operasi serangan balasan terhadap kumpulan gerilya selepas 27 orang meninggal akibat pasukan syahid meledakkan dirinya di pos tentara Italia di Nassiriya, kemarin.

Hingga detik ini, seluruh pasukan AS negari 1001 malam itu terus dilanda rasa frustasi.

Bagaimanapun, perintah Paul Bremer untuk kembali ke Baghdad dengan membawa instruksi dari Presiden Bush agar mempercepat proses peralihan menuju pemerintahan sendiri oleh bangsa Iraq adalah bentuk kegagalan negara adi daya itu. (twp/pi/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cak Nun: Harga Diri Bangsa Indonesia, Sama dengan Pantat Inul
Tulisan selanjutnya Israel Halangi Remaja Palestina Jalani Pembedahan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?