Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Pendidikan Islam Tak Perlu Mengikuti Cara Barat yang Sekular

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2018 00:23 12:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2018 00:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–10 Negara hadiri Konferensi Internasional Afro-Asian Universitiy Forum (AUUF) 2018 di Universitas of Darussalam (UNIDA) Gontor yang menjadi tuan rumah dan terpilih menjadi sekretariat AAUF regional Asia.

Acara dibuka di Gedung Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Darussalam Gontor dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ibu Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal, KH. Dr. (HC) Abdullah Syukri Zarkasyi, dan KH. Syamsul Hadi Abdan pada hari Ahad (22/07/2018) pagi.

Pada sambutannya, Retno Marsudi menyampaiakan kembali tentang spirit dan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika atau dikenal dengan Konferensi Bandung yang menjadi konferensi pertama skala besar antar negara Asia-Afrika pada tahun 1955.

“KTT yang bertujuan untuk menyambung kerjasama di bidang kemanusiaan, ekonomi, budaya dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme negara imperaialis lain,”ujar Retno Marsudi.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi dari KKT Bandung tersebut masih relevan sampai sekarang. Sehingga dengan adanya AAUF beliau berharap konferensi ini mampu merefleksikan kembali dari KTT Bandung, karena bagian penting dari konferensi adalah untuk meningkatkan kerjasama antar negara Asia-Afrika.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baca: Problem di Perguruan Tinggi Islam

Setelah pembukaan di Pondok Modern Darussalam Gontor Pusat, acara dilanjutkan siang harinya dengan acara ‘Plenary Session’ di Hall Gedung Utama UNIDA Gontor bertajuk on the Role of Afro-Asian Universities in Build Civilization dengan 4 keynote speaker diantaranya, Prof. Salman Rektor University of The Holy Qur’an and Islamic Sciences, Sudan; Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi Wakil Rektor UNIDA Gontor; Prof. Abdullah Bakhit Saleh, Rektor King Faisal University, Chad; Prof. Shawy Abd Rahman, Suez University, Mesir.

Mewakili UNIDA, Dr. Hamid Fahmy Zarksyi menyambung tentang KTT Bandung memberikan pendapat bahwa tantangan kolonialisme sekarang adalah penjajahan pemikiran, konsep, dan kebebasan akademik.

Lebih jauh, Hamid juga memberikan materi tentang strategi untuk membangun peradaban melalui universitas, mengarahkan untuk mengembalikan identitas Islam dalam keilmuan, yang mengintegrasikan agama dan sains dalam membangun peradaban seperti zaman dahulu, karena terbukti pada sejarah bahwa tradisi intelektual di Timur lebih baik dari Barat.

“Tradisi intekual di Timur, lebih baik daripada Barat, sebelum Barat membesarkan peradaban tinggi. Dan mohon digarisbawahi,  Universitas di Barat sangat sekuler, karenanya kita tidak  perlu mengikuti. Jika kita ikuti, kita akan kehilangan moralitas kita. Kita harus membuat konsep pendidikan independen yang kompatibel dengan pandangan dunia Islam untuk membangun peradaban, ” papar Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi dihadapan audience  yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan rektor-rektor Universitas dari 10 negara yang tergabung serta datang di AAUF.

Baca: Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam

Setelah ‘Plenary Session’, acara konferensi berlanjut pada inti, yakni pertemun dan diskusi mengkolaborasikan ide dan gagasan antar universitas yang tergabung dalam AAUF serta menyusun agenda konferensi berikutnya.

Senin pagi (23/07/2018) dilanjutkan sesi pararel konferensi makalah ilmiah yang terdapat 4 kluster diantaranya: Human Resource Development; Development of Literature in the Field of Economic, Politic, Social, Culture, and Science; Development of Education System, Political System, and Sustainable economy; and Development of Science and Innovative Technology. 

Senin siang (23/07/2018) dilakukan penutupan konferensi internasional AAUF di UNIDA dengan membacakan 10 hasil rekomendasi dan di tutup secara resmi oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin Dirjen Direktorat Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Setelah itu agenda selanjutnya adalah seluruh anggota AAUF mengunjungi Kampus Putri Gontor dan agenda terakhir adalah bertemu dengan Wakil Presiden RI di Istana Presiden, Jakarta sebelum anggota AAUF pulang ke negara masing-masing.*/kiriman  Daru Nurdianna, peserta (Program Kaderisasi Ulama) PKU XII UNIDA Gontor     

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Asia-AfrikaAUUFbaratGontorInternational Conference of Afro-Asia University ForumKonferensi Internasional Afro-Asian Universitiy ForumKonferensi Tingkat TinggiKTTpendidikan islamperadaban Islamperguruan tinggi islamPTsekularTimurUNIDAUniversitas of Darussalam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesut Özil Keluar dari Timnas Jerman: “Kalau Menang Saya Orang Jerman, kalau Kalah Saya Imigran”
Tulisan selanjutnya New York Daily News Pangkas Setengah Staf Redaksinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?