Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS: Sebuah Buku Singkap Kekacauan di Gedung Putih Trump

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 September 2018 17:03 5:03 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 September 2018 17:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah buku yang akan segera dirilis menceritakan dengan detail bagaimana Presiden Donald Trump memimpin Gedung Putih, dan menyebut adanya “kudeta administrasi” di dalam pemerintahan ini.

Dalam buku berjudul “Fear: Trump in the White House” yang ditulis oleh Bob Woodwards ini, misalnya, terdapat kisah seorang pejabat senior diam-diam menarik sebuah dokumen dari atas meja Trump dalam usahanya menghalangi presiden membatalkan AS dari kesepakatan perdagangan bebas dengan Korea Selatan, tulis Anadolu Agency.

Woodward mengatakan bahwa Gary Cohn, mantan penasihat ekonomi Trump, “mencuri sebuah surat dari meja Trump” yang akan secara resmi menarik AS dari pakta tersebut.

Cohn melakukan tindakan nyaris serupa ketika Trump hendak menarik AS keluar dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) pada musim semi 2017, menurut Washington Post, koran tempat Woodward bekerja sejak 1971.

Baca: Belum Dilantik, Donald Trump Bersitegang dengan Dinas Rahasia

Washington Post menerbitkan detail isi buku ini sebelum perilisan resminya pada 11 September nanti.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Cohn, menurut buku yang dikutip oleh Washington Post, “menyadari bahwa presiden adalah ‘seorang pembohong profesional’,” dan mengancam untuk mengundurkan diri setelah melihat cara Trump menghadapi protes berdarah kaum supremasi kulit putih di Chalottesville, Virginia, pada Agustus 2017.

Trump mengundang kritik keras karena berkata ada “orang-orang baik” di kedua belah pihak yang bertikai dalam demonstrasi itu. Belakangan, dia mengutuk kelompok neo-Nazi dan supremasi kulit putih.

Woodward berujar, Trump menyebut pidato yang kedua sebagai “kesalahan terbesar yang pernah kubuat,” dan “pidato terburuk yang pernah kulakukan”.

Menyusul serangan kimia pada April 2017 yang dilakukan olah rezim Suriah, Trump memanggil Menteri Pertahanan James Mattis dan memintanya membuat rencana untuk membunuh pemimpin Suriah Bashar al-Assad dan jenderal-jenderalnya.

“Ayo bunuh mereka! Ayo. Kita bunuh banyak orang mereka,” ujar Trump disertai sumpah serapah, menurut Woodward.

Namun setelah Mattis berkata dia akan segera membuat rencana yang diminta, Trump berkata, “Kita tidak akan melakukannya. Tindakan kita akan lebih terukur.”

Trump kemudian memerintahkan serangan atas pangkalan udara yang menurut penyelidikan AS dipakai untuk meluncurkan serangan kimia itu.

Baca: Donald Trump Menuduh Google Memanipulasi Berita Baik terkait Dirinya 

Perangai Trump yang kerap tak bisa dikontrol dan diprediksi membuat banyak orang di sekitarnya melakukan hal-hal yang dirahasiakan dari sang presiden, termasuk adanya persekutuan beberapa “tradisionalis” seperti Cohn dan Mattis, untuk menggagalkan tindakan Trump yang mereka anggap membahayakan.

“Rasanya kami berjalan di tepi jurang secara terus-menerus,” ujar mantan staf sekretariat presiden Rob Porter, menurut Woodward. “Di waktu lain, kami jatuh dari tebing, dan ada tindakan yang dilakukan.”

Gedung Putih mengecam keras buku ini, berkata melalui pernyataan yang panjang bahwa buku tersebut “tak lebih dari cerita yang dibuat-buat, sebagian besar oleh mantan pekerja yang tidak puas, yang sengaja disebarkan untuk membuat Presiden terlihat buruk”.

“Meskipun tak selalu terlihat bagus, dan jarang diliput oleh media, Presiden Trump telah melalui banyak proses birokrasi untuk memberikan kesuksesan yang belum pernah dicapai siapapun sebelumnya, untuk warga Amerika,” sebut Juru Bicara Sarah Sanders dalam pernyataannya.

Pernyataan tertulis ini juga dilengkapi dengan daftar panjang apa-apa saja yang disebut oleh Gedung Putih sebagai “Keberhasilan Pemerintahan Trump”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bukuDokumenDonald TrumpFear: Trump in the White HouseGedung PutihKorea SelatanNAFTAperdagangan bebasPerjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki dan Qatar Teken Kesepakatan Kerjasama Ekonomi
Tulisan selanjutnya Komisi X Tagih Pencairan Dana Siap Pakai untuk Lombok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?