Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Bisa Targetkan Perusahaan Myanmar untuk Tekan Militer

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 September 2018 18:14 6:14 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 September 2018 18:14
Bagikan
Tentara Myanmar di Rakhine
Bagikan

Hidayatullah.com–Direktur Eksekutif Hak Asasi Manusia Burma mengungkapkan bahwa genosida Muslim Rakhine belum berakhir, 500.000 jiwa masih terperangkap

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Direktur Eksekutif Hak Asasi Manusia Burma (BHRN) Kyaw Win mengungkapkan bahwa tentara Myanmar “tak hanya menyerang Muslim Arakan, tetapi juga umat Kristiani Kachin, Shan, dan etnis minoritas lainnya dalam sebuah genosida massal”.

Win mengatakan tindakan “segera” diperlukan untuk menghentikan tentara Myanmar, karena “genosida masih terus berlanjut”.

“Di Arakan [Rakhine], 500.000 Muslim terperangkap. Setiap harinya mereka diserang,” ungkap dia.

Direktur BHRN itu juga mengatakan tentara terus membunuh mereka yang terperangkap, sementara ribuan anak berada dalam bahaya besar karena kekurangan gizi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Win, BHRN akan berunding dengan sejumlah pejabat negara anggota Uni Eropa di Brussel, di mana mereka akan memaparkan sejumlah tuntutan.

Baca: AS Jatuhkan Sanksi 4 Tentara Myanmar karena Pelanggaran HAM Berat

Dia juga menyoroti bahwa beberapa negara anggota UE sedang berusaha untuk bertukar senjata dengan tentara Myanmar, meskipun embargo diberlakukan di negara itu.

Win mengatakan tentara di Myanmar mengendalikan aktivitas ekonomi dan industri di negara itu melalui dua perusahaan, “Kerjasama Ekonomi Myanmar” dan “Perhimpunan Saham Ekonomi Myanmar”.

Dia mengungkapkan bahwa militer dapat membuat kesepakatan dengan Rusia dan China melalui perusahaan-perusahaan itu.

“Uni Eropa dapat menargetkan perusahaan-perusahaan itu dan menekan militer Myanmar, sekaligus menekan orang-orang yang melakukan genosida,” papar Win.

Win menambahkan bahwa BHRN akan meminta UE untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Baca: Myanmar Pecat 7 Jenderal yang terlibat Pembentaian setelah Sanksi Uni Eropa

‘Turki membantu Muslim di Arakan tanpa henti’

Seorang aktivis dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar, mengatakan bahwa Turki “telah membantu Muslim di Arakan tanpa henti”.

Menurut dia, berkat peran Turki saat ini dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Muslim Arakan mendapatkan lebih banyak dukungan dari komunitas internasional.

“Terutama Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA) yang bekerja keras tanpa diskriminasi,” ungkap aktivis itu.

“Kami tidak ingin membalas dendam. Yang kami inginkan hanyalah keadilan, agar para pelaku ditindak,” kata dia lagi.

Aktivis itu menambahkan bahwa meskipun Uni Eropa mendukung proses demokrasi, tetapi mereka tidak boleh mengabaikan pembunuhan massal.

Baca: Aktivis HAM Desak Israel Hentikan Pasok Senjata ke Militer Myanmar 

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kaum yang paling teraniaya di dunia, telah mengalami penderitaan sejak puluhan orang tewas dalam kekerasan komunal pada 2012.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengungkapkan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah melakukan berbagai pelanggaran, termasuk pemerkosaan massal, pembunuhan, pemukulan brutal, dan penghilangan paksa.

Menurut PBB, pelanggaran tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.

Juni lalu, Uni Eropa secara resmi menjatuhkan sanksi untuk 7 jenderal Myanmar atas dugaan melakukan kekejaman dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya di negara bagian Rakhine tahun lalu.

Dalam keputusan yang diumumkan pada Senin, 25 Juni 2018, Uni Eropa mengatakan pelanggaran itu termasuk pembunuhan, kekerasan seksual dan pembakaran sistematis rumah dan bangunan warga Rohingya pada akhir 2017.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:burmagenosidaHak Asasi ManusiaHAMmiliterMuslimmyanmarperusahaanRakhineRohingyaUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Musibah Tak Menyurutkan Spirit ber-Islam Korban Gempa Lombok”
Tulisan selanjutnya Kembali ke Parlemen, Anwar Ibrahim Memilih Kursi di Negeri Sembilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?