Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pendeta Dituduh Memperkosa, Para Biarawati India Turun ke Jalan

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 September 2018 16:54 4:54 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 September 2018 16:54
Bagikan
Para biarawati di Negara Bagian Kerala, India, melakukan protes jalanan untuk menentang uskup gereja yang dituduh memerkosa seorang biarawati
Bagikan

Hidayatullah.com–Para biarawati Katolik di India melakukan protes di jalan-jalan Ibu Kota Negara Bagian Kerala, dianggap nekat melanggar kode aturan gereja. Mereka menentang seorang uskup yang dituduh memerkosa salah satu temannya, sesama biarawati.

Demonstrasi jalanan dimulai sejak hari Sabtu dan berlanjut sepanjang akhir pekan di Thiruvananthapuram. Mereka semakin marah setelah seorang politisi melecehkan korban yang berusia 46 tahun dengan menyebutnya sebagai pelacur.

Korban melaporkan Uskup Franco Mullackal pada 27 Juni tahun ini atas tuduhan melakukan penyerangan seksual kepadanya selama dua tahun yang dimulai Mei 2014.

Uskup Mullackal juga membuat laporan kepada polisi, di mana dia mengklaim biarawati yang menuduhnya dan lima biarawati lainnya telah melecehkan dan memerasnya.

Baca:Gereja India Prihatin “Pernikahan” Muslim 

Dia membantah tuduhan pemerkosaan. Menurutnya, korban diduga memiliki dendam terhadapnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kasus ini telah memperlihatkan perpecahan yang mendalam di internal gereja Katolik Kerala yang memiliki pengikut hampir 1 juta orang. Negara Bagian Kerala tercatat sebagai salah satu wilayah dengan populasi Katolik terbesar di India.

Sebelumnya, seorang mantan biarawati juga mengungkap dugaan eksploitasi seksual oleh para imam gereja. Namun, kasus terbaru ini telah mendorong publisitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mendorong pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

Dikutip The Guardian, hari Selasa (11/9/2018), lima biarawati bergabung dalam protes jalanan pada akhir pekan yang diorganisir oleh kelompok-kelompok reformasi Katolik yang mengklaim bahwa sikap tak adil polisi yang menyeret mereka ke dalam kasus ini.

Baca: Hukuman Pelecehan Seksual di Beberapa Negara

“Gereja tidak memberi kami keadilan,” kata salah satu biarawati, Suster Anupama MJ, kepada Times of India. “Tidak ada polisi atau pemerintah. Kami akan bertarung. Itu adalah gereja yang memaksa kami ke jalanan.”

Kemarahan para biarawati terkait kasus ini pecah pada hari Ahad ketika seorang politisi setempat,  PC George, mempertanyakan motif korban yang baru buka suara setelah lebih dari dua tahun.

“Tidak seorang pun memiliki keraguan bahwa biarawati itu adalah pelacur,” kata George, seorang anggota parlemen setempat. “Mengapa dia tidak mengadu sejak pertama kali?”

Komisi Nasional untuk Perempuan, badan hukum yang mempromosikan hak-hak perempuan di India, menyebut pernyataan politisi itu memalukan dan menuntut polisi melakukan penyelidikan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BiarawatigerejaIndiamemperkosapendetaturun jalan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikenal Korup, Polisi Kenya Ganti Warna Seragam Agar Disegani
Tulisan selanjutnya China Mengklaim Tak Aniaya Muslim di Xinjiang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?