Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lima Orang Didakwa Berusaha Membunuh PM Ethiopia Abiy Ahmed

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 September 2018 15:34 3:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2018 15:34
Bagikan
PM Ethiopia Abiy Ahmed.
Bagikan

Hidayatullah.com—Kejaksaan Ethiopia mengajukan ke pengadilan lima orang tersangka dengan tuduhan terorisme terkait upaya pembunuhan Perdana Menteri Abiy Ahmed dengan serangan granat pada bulan Juni.

Serangan yang dilakukan di ibukota Addis Ababa itu menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 100 orang, sementara Abiy selamat.

Para tersangka tidak memberikan komentar terhadap dakwaan tersebut,lapor BBC (28/9/2018).

Sejak menjabat perdana menteri bulan April, Abiy melancarkan serangkaian perubahan di bidang politik, ekonomi dan diplomatik, yang disambut positif oleh banyak kalangan.

Pada 23 Juni bom dilemparkan para pelaku ke arah kerumunan puluhan ribu orang yang menghadiri rapat umum guna mendukung PM Abiy di Lapangan Meskel, Addis Ababa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

PM Abiy langsung dibawa menjauhi lokasi segera setelah bom meledak.

Kala itu, Abiy menyebut serangan itu sebagai “usaya gagal yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan yang tidak ingin melihat Ethiopia bersatu.”

Kelima terdakwa –Getu Girma, Birhanu Jafar, Tilahun Getachew, Bahiru Tollosa dan Desalegn Teafaye– tampak termenung ketika mereka dibariskan di ruang pengadilan, lapor wartawan BBC.

Pihak jaksa mengatakan bahwa para tersangka tidak yakin Abiy dapat merangkul kepentingan kelompok etnis terbesar di Ethiopia, Oromo.

Abiy, yang juga berlatar belakang Oromo, naik ke puncak kepemimpinan Ethiopia setelah suku mayoritas itu menggelar unjuk rasa selama tiga tahun. Dalam aksi protesnya mereka menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai era marjinalisasi politik dan ekonomi.

Menurut jaksa, para terdakwa berkeyakinan bahwa Oromo Liberation Front (OLF), yang pernah dinyatakan terlarang, harus diperbolehkan kembali ke panggung kekuasaan Ethiopia.

Berdasarkan program reformasi PM Abiy, belum lama ini OLF dicoret dari daftar kelompok terlarang. Para pemimpinnya yang mengasingkan diri ke luar negeri kembali ke Ethiopia pada 15 September.

PM Abiy juga berusaha mendamaikan pihak-pihak lain yang bertikai dengan mengundang pulang tokoh-tokoh masayarakat yang mengasingkan diri ke luar negeri, seperti pemimpin patriak gereja ortodoks Uskup Merkorios [Baca: Setelah Diminta PM Abiy Ahmed, Patriark Gereja Ortodoks Pulang ke Ethiopia] dan melakukan perundingan damai dengan negara tetangga Eritrea.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan, Penjarahan Dimana-mana
Tulisan selanjutnya Gubernur Sulteng Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan

Berita
3 Oktober 2026 20:35
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Terbaru

  • Pakar Filsafat Islam Ini Membedah 7 Cacat Nalar Kaum Ateis
  • Ateis dan Mitos Kecerdasan: Membedah Cacat Logika dalam Gagasan Ketiadaan Tuhan
  • Bulldozer, Masjid, dan Bayang-Bayang Israel di India
  • Menara Shahi Masjid Ujjain Roboh Saat Dibongkar, Warga Muslim Pertanyakan Prosesnya
  • Singapura Perketat Aturan Kelas Pelajaran Agama Islam
  • Kopilot Pelaku Serangan di Pesawat Flydubai Tujuan Tel Aviv Pernah Dilarang Terbang di Oman
  • Amerika Jatuhkan Sanksi atas Jaringan Pendanaan Hamas
  • “Jihad Korporat”, Babak Baru Serangan Politikus India terhadap Muslim
  • Iraq Dapat Pengecualian dari Sanksi Amerika Terkait Penerbangan Iran dari dan ke Najaf
  • Houthi Menarget Gardu Listrik Masjid Nabawi, Kata Koalisi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?