Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Keluarga Sakinah

Bijaksana Saat Menolak Lamaran

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Oktober 2018 17:12 5:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Oktober 2018 17:12
Bagikan
Bagikan

Assalamu’alaikum Warahmalullah wabarakatuh

Saya Khairuddin. Saat ini sedang menunggu kedatangan pria yang menyukai putri pertama saya. Masalahnya putri saya tidak menyukai pria itu.

Setelah saya selidiki, saya sendiri mengetahui ketidakbaikan pria itu. Namun saya tetap memberi kesempatan kepada pria itu untuk datang ke rumah sebagai penghormatan dan silaturahmi saja. Permasalahan yang muncul adalah, bagaimana saya menyampaikan penolakan yang benar dan bijaksana, tidak menimbulkan ketersinggungan, sehingga kekeluargaan tetap terjaga. Mohon bantuan dan sarannya. Terima kasih sebelumnya.*

Wassalamu’alaikumWarahmalullah wabarakatuh

Jawaban

Baca Juga

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?
Kedudukan Hukum Adik Ipar
 Bijaksana Saat Menolak Lamaran
Suami Merahasiakan Gajinya, Menurut Islam
Mengembalikan Indahnya ‘Kamar Tidur’

Wa’alaikumsalam Warahmalullah wabarakatuh

Bapak Khairuddin yang dirahmati Allah. Saat bahagia sekaligus menegangkan bagi seorang ayah adalah saat putrinya beranjak dewasa, terlebih saat memasuki jenjang pernikahan. Dikatakan bahagia karena tugas mendampingi hingga usia dewasa adalah upaya yang tidak ringan. Menegangkan, karena sesungguhnya tugas belum selesai, hingga ada seorang suami yang sungguh mampu melanjutkan tugas pendampingan hingga mendapatkan ridha Allah Subhanahu Wata’ala.

Hal ini juga yang saat ini sedang Anda alami. Mengetahui ada ketidakbaikan pada pria yang akan melamar putri Anda, adalah baik. Sedangkan keinginan untuk menjaga kualitas silaturahmi serta menghormati dalam menjalin persaudaraan adalah hal terbaik yang Anda miliki. Perlu Anda pertimbangkan, bahwa–semoga–hal buruk dari pria itu bukan karena ketaatannya pada Islam. Rasa tidak suka terhadap sesuatu sifat, perangai atau penampilan seseorang, adalah manusiawi. Anda dan putri Anda tentu mengharapkan pasangan yang menyejukkan pandangan. Sehingga, jika rasa tidak suka itu ada dalam diri Anda dan putri Anda, tidak bersalah.

Berbeda bila Anda tidak suka kepada pria itu karena ketaatan dan komitmennya kepada Islam, maka hal ini ada resikonya, karena bisa menghapus amal dan menggiring Anda kepada kekufuran. Firman Allah;

وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْساً لَّهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Orang-orang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah, lalu Allah menghapuskan amal-amal mereka.” (QS; Muhammad: 8-9)

Baca: Haruskah Menolak Khitbah (Pinangan)?

Bapak Kahiruddin, memang sangat sulit jika kita berbicara tentang penolakan lamaran pernikahan dengan tidak menyakiti hatinya. Karena faktanya, setiap penolakan tentu menimbulkan rasa kecewa, meskipun penolakan itu dengan cara yang lembut. Maka, hadapilah permasalahan ini dengan tawakal kepada Allah Subhanahu Wata’ala, lakukan shalat istikharah dan bersabarlah. Sebagai saran dan masukan, berikut ini beberapa langkah dalam pelaksanaannya;

Pertama, sebelum Anda mengambil keputusan, Anda perlu bertanya kembali dan berdiskusi dengan putri Anda tentang rencana kehidupan masa depannya. Jika putri Anda benar-benar berfikir jika nantinya ketika dia bersama pria tersebut khawatir tidak bisa menemukaan kebahagiaan, maka jadikan itu sebagai alasan tegas yang akan Anda sampaikan. Jangan Anda biarkan ada rasa yang mengganjal dalam hati Anda dan putri Anda.

Baca: Bersabar, Jadikan Jodoh Kita Sebagai Cinta

Kedua, berikan penjelasan dari alasan Anda menolak lamarannya dengan bahasa yang baik dan sopan. Coba perhatikan keterangan berikut;

Dulu ada seorang sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang dikenal keshalihannya. Namanya Tsabit bin Qais yang menikah dengan Jamilah binti Abdillah. Suatu ketika Jamilah melihat suaminya berjalan bersama sederetan para sahabat. Dia terheran, tidak ada lelaki yang lebih jelek daripada suaminya. Hingga dia merasa tidak tahan untuk bersama Tsabit karena takut tidak bisa menunaikan hak suaminya. Lalu dia lapor kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam. “Ya Rasulullah, Tsabit bin Qais saya sama sekali tidak menemukan kejelekan akhlak dan agamanya, namun saya khawatir kufur dalam Islam. (HR. Bukhari).

Kemudian Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam menyuruh isterinya untuk mengembalikan maharnya, lalu Tsabit diminta menjatuhkan talak untuknya.

Ketiga, sampaikan penolakan Anda dengan jelas dan tidak memberikan harapan.Buatlah keputusan yang tegas namun tetap sopan kepada pria tersebut dan keluarganya. Firman Allah; “Perkataan yang baik dan pemberi maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS. Al-Baqarah: 263)

Demikianlah saran dan masukan, semoga bermanfaat. Hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala kita panjatkan harapan dan permohonan kita, semoga menerima amal kebajikan kita dan mengampuni semua kesalahan kita. Aamiin. Selamat berjuang, wallahu a’lam.*/Ustadz Endang Abdurrahman

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jodohlamarannikahpernikahan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR Aceh: Pembakar ‘Bendera Tauhid’ Sebaiknya Diproses Hukum
Tulisan selanjutnya PBNU Apresiasi PP GP Ansor terkait Pembakaran Bendera

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kolom

Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat

Kolom
2 Juli 2026 13:30
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Keluarga Sakinah

Batas Sederhana Berpakaian dan Berhias

17 Januari 2021 07:57
Keluarga Sakinah

Hilangnya Kecemburuan Pertanda Matinya Kejantanan

22 Maret 2018 17:04
Keluarga Sakinah

Begini Pandangan Islam terhadap Cemburu

15 Maret 2018 16:25
Keluarga Sakinah

Suami, Dengarkanlah Cerita Istri Anda

10 Maret 2018 17:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?