Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Afghanistan: Sekjen NATO Kembali Tawarkan Dialog ke Taliban

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 November 2018 13:18 1:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 November 2018 13:18
Bagikan
Pasukan NATO di Kota Kandahar
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Selasa mengunjungi Ibu Kota Afghanistan, Kabul, di tengah desakan untuk penyelesaian konflik secara damai di negara itu.

Stoltenberg didampingi oleh Ketua Komite Militer Marsekal Udara Sir Stuart Peach dan Panglima Tertinggi Sekutu Eropa Jenderal Curtis Scaparrotti.

Berbicara dalam jumpa pers bersama dengan Presiden Ashraf Ghani, Stoltenberg menjanjikan dukungan NATO untuk negara yang dilanda perang itu.

“NATO bertekad untuk melihat Afghanistan berhasil. Itu sebabnya sekitar 16.000 pasukan dari 39 negara berbeda berpartisipasi dalam Misi Dukungan Tegas kami. Bersama-sama, kami melatih, memberi saran dan membantu pasukan Afghanistan saat mereka berupaya membuat negara ini lebih aman,” katanya dikutip Anadolu Agency.

Baca:  Taliban Jamin Masa Depan Cerah jika Amerika Keluar dari Afghanistan

Stoltenberg mengakui bahwa situasi di Afghanistan setelah 17 tahun perang masih sangat serius.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tentara dan polisi Afghanistan berada di garis depan konflik ini. Banyak yang terbunuh atau terluka setiap minggu. Dan saya menghargai keberanian dan kesetiaan mereka. Para pemberontak juga menewaskan puluhan warga sipil Afghanistan,” katanya.

Meminta Taliban untuk duduk di meja negosiasi, Stoltenberg mengatakan pertarungan itu tidak berguna dan kontraproduktif.

Sementara itu, presiden Afghanistan memuji dan mendukung upaya AS untuk solusi damai bagi konflik di negaranya.

“Tadi malam, saya mengarahkan semua gubernur untuk membentuk dewan perdamaian dari semua segmen masyarakat untuk pembicaraan yang sebenarnya dan hari itu tidak akan lama lagi jika kita memulainya sekarang,” kata Ghani.

Dia juga menyoroti keberanian dan komitmen pasukan Afghanistan dalam memenuhi tanggung jawab keamanan negara sejak berakhirnya misi tempur pimpinan NATO dan keluarnya lebih dari 100.000 pasukan asing pada 2014.

Pemerintah Afghanistan mengumumkan pembentukan dewan konsultatif nasional untuk mempercepat upaya perdamaian.

Baca: Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam”

Shah Hussain Murtazavi, juru bicara kepresidenan, mengatakan kepada radio lokal Azadi bahwa perwakilan masyarakat sipil dan pemimpin agama dari 34 provinsi telah diundang untuk datang dan bertemu dengan tim teknis untuk pembicaraan damai di Kabul.

Hal ini sejalan dengan permintaan Perwakilan AS untuk Rekonsiliasi Afiliasi Duta Besar Zalmay Khalilzad kepada pemerintah Afghanistan dan Taliban untuk membentuk tim perunding resmi untuk pembicaraan damai.

Sekjen NATO juga bertemu dengan Komandan Dukungan Tegas Jenderal Austin Scott Miller, Perwakilan Senior Sipil NATO di Afghanistan Duta Besar Cornelius Zimmermann dan dengan pasukan yang berkontribusi pada Misi Dukungan Tegas yang dipimpin NATO.

Sebagaimana diketahui, Afghanistan mengalami kesulitan dan konflik berkepanjangan semenjak keterlibatan AS dan sekutunya menyerang negara itu sejak 2001.

Serangan Presiden George W Bush yang disebutnya kampanye ‘Perang Melawan Terorisme’ dengan tujuan menggulingkan kekuasaan pemerintahan sah Taliban, yang dituduh melindungi al-Qaeda, serta untuk menangkap Osama bin Laden, akhirnya melibatkan banyak negara ikut masuk; Diantaranya Britania Raya, Prancis, Belanda, dan Australia.

Perang dengan kode yang diberikan oleh Amerika Serikat dengan sebutan Operasi Kebebasan Abadi (Operation Enduring Freedom) banyak dinilai hanya dalih untuk menguras sumber daya alam negeri itu yang dikenal kaya sumber daya alam seperti batu bara, gas alam , tembaga dan mineral.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerika SerikatNATOsumber daya alamTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prof Wisnu Gardjito: “Emas Hijau” Harusnya Picu Ekonomi Masyarakat
Tulisan selanjutnya Studi: Diet Mediterania Dapat Menunda Penyakit Alzheimer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?