Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ancam Keselamatan Tentara AS di Iraq, Pria Suriah Dipenjara Seumur Hidup

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 November 2018 19:37 7:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 November 2018 19:37
Bagikan
Tentara Amerika Serikat di Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pria Suriah yang dituduh membuat komponen kunci dalam alat peledak rakitan yang digunakan dalam serangan terhadap tentara AS selama Perang Iraq  akan dijatuhi hukuman atas tuduhan konspirasi pada hari Rabu.

Ahmed Alahmedalabdaloklah (41) dituduh membuat papan sirkuit yang digunakan untuk meledakkan bom jarak jauh yang dipasang di pinggir jalan untuk pasukan Brigade Revolusi 1920. 

Jaksa mengatakan, kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas 230 serangan terhadap tentara Amerika di Iraq dari 2005 hingga 2010.

Ia, kini menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Menurut beberapa pejabat, Alahmedalabdaloklah ditangkap di bawah jaminan Interpol di Turki pada tahun 2011, menggunakan nama Al-Ahmad dan ditahan di negara itu sebelum diekstradisi ke Amerika Serikat pada Agustus tahun 2014.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  13 Tahun Penjajahan Brutal Amerika Serikat di Iraq

Dugaan awal  Alahmedalabdaloklah dituduh merencanakan dan menginstal nirkabel hulu ledak  dan papan sirkuit yang digunakan untuk meledakkan bom tanam di pinggir jalan dan serangan terhadap militer Amerika di Iraq.

Menurut tuduhan, dia membangun sistem nirkabel di rumah di Baghdad dengan komponen yang diperolehnya dari tahun 2005 hingga 2010 dari sebuah perusahaan yang tidak dikenali di Arizona.

“Alahmedalabdaloklah mencoba merusak militer Amerika dengan merencanakan konspirasi dengan beberapa orang lain dengan memasang dan memasok bom IED yang digunakan di Iraq. Dia sekarang akan menjalani sisa hidupnya di penjara, ” kata Wakil Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John C. Demers sebagaimana dikutip Reuters.

Kasus Alahmedalabdaloklah berasal dari serangan satu dasawarsa yang lalu di sebuah apartemen di Baghdad di mana tentara menemukan banyak sekali bahan pembuat bom, meskipun tidak ditemukan bahan peledak.

Jaksa mengatakan sidik jarinya ditemukan pada beberapa barang di apartemen.

Baca:  Invasi Iraq dan Kasus Pencurian Manuskrip

Pengacaranya mengatakan Alahmedalabdaloklah tidak memiliki catatan sentimen terhadap Amerika selama 12 tahun email sebagaimana ditinjau pihak penyidik.

Ia mengatakan, kliennya dibawa ke Iraq sebagai pengungsi ketika ia masih kecil, mengoperasikan toko elektronik yang sah di Baghdad dan baru pindah ke China ketika keamanan di negeri Iraq memburuk.

Kliennya kemudian mendirikan bisnis elektronik di China yang menjual produk di Iraq dan tempat lain tetapi tidak pernah mengirim komponen yang digunakan sebagai bahan untuk bom.

Kliennya  ditangkap pada Mei bulan 2011 setelah terbang ke Turki dari China. Sempat dipenjarakan selama tiga tahun di Turki sebelum diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) pada bulan Agustus 2014.

Brigade Revolusi 1920, kelompok yang dituduh menjual suku cadangnya, aktif melawan pasukan AS di bagian Iraq yang didominasi Sunni sampai pihaknya beralih pada 2007 untuk memerangi Al-Qaeda.

Baca: Setengah Juta Orang Tewas di Iraq Sejak Invasi Amerika

Kelompok ini mendapatkan namanya Revolusi 1920 yang diambil dari mana rakyat Iraq memberontak melawan penjajahan Inggris.

Pengadilan dilakukan di Phoenix karena pihak berwenang mengatakan Alahmedalabdaloklah mendapat komponen untuk sistem inisiasi nirkabel yang digunakan dalam IED dari sebuah perusahaan yang berbasis di Arizona.

Sebagaimana diketahui, AS (dan sekutunya Inggris) mengerahkan 230.000 dan 45.000 personil militer ke Iraq tahun 2003 dengan alasan Negeri 1001 Malam itu mempunyai senjata pemusnah  (Weapons of Mass Destruction) sampai negeri itu porak-poranda, tuduhan itu tidak pernah terbukti.

Usai perang, Tim Inspeksi PBB yang diketuai Hans Blix menyatakan sama sekali tidak menemukan bukti Iraq memiliki senjata pemusnah masal yang dituduhan George W Bush Tahun 2013, Tim peneliti dari Amerika Serikat, Kanada, dan Iraq memperhitungkan jumlah korban jiwa atas serangan AS dalam periode itu mencapai 461.000 orang dan AS tidak mendapat predikat sebagai penjahat perang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bomGeorge W Bushinvasi ASiraqmiliter ASMWDpeledaksaddam husseinSenjata Pemusnah Massal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 6 LSM Malaysia Lapr Polisi terkait Penyebaran Injil di Depan Sekolah
Tulisan selanjutnya Sejumlah Tokoh Nasional diagendakan Hadiri Silatnas Hidayatullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?