Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Usai Adu Mulut, Trump Diboikot CNN di Gedung Putih

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 November 2018 18:06 6:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 November 2018 18:00
Bagikan
Donald Trump adu mulut dengan wartawan CNN Jim Acosta
Bagikan

Hidayatullah.com– Akses wartawan media ternama Amerika Serikat, CNN diboikot pihak Gedung Putih. Akses media ini untuk melakukan liputan ditangguhan setelah terjadi usai terjadi adu mulut dalam sesi tanya jawab dengan Presiden AS Donald Trump.

Seperti diberitakan BBC, Kamis (8/11/2018), seorang staf Gedung Putih mencoba merebut mikrofon yang dipegang Jim Acosta dari CNN saat konferensi pers pada Rabu 7 November. Sementara sang jurnalis berusaha mengajukan pertanyaan kedua kepada Donald Trump.

Juru bicara resmi Gedung Putih, Sarah Sanders membenarkan bahwa akses liputan Jim Acosta dihapus. Wartawan CNN itu disebut “orang kasar, mengerikan” oleh Trump pada konferensi pers hari Rabu.

Gedung Putih memboikot akses wartawan media ternama Amerika Serikat, CNN untuk meliput di sana. Penangguhan akses tersebut terjadi usai terjadi adu mulut dalam sesi tanya jawab dengan Presiden AS Donald Trump.

Baca:   Media Amerika Serikat Bocorkan Rahasia tentang Kesepakatan Trump – Putin terkait Suriah

Seperti diberitakan BBC, Kamis (8/11/2018), seorang staf Gedung Putih mencoba merebut mikrofon yang dipegang Jim Acosta dari CNN saat konferensi pers pada Rabu 7 November. Sementara sang jurnalis berusaha mengajukan pertanyaan kedua kepada Donald Trump.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Juru bicara resmi Gedung Putih, Sarah Sanders membenarkan bahwa akses liputan Jim Acosta dihapus. Wartawan CNN itu disebut “orang kasar, mengerikan” oleh Trump pada konferensi pers hari Rabu.

Tak hanya itu, Trump meluncurkan serangan luar biasa terhadap Acosta dan mencap CNN sebagai “musuh rakyat” Amerika.

Trump bahkan membentak setelah wartawan itu bertanya tentang iklan kampanye Trump yang secara luas digambarkan sebagai perilaku “rasialis”.

Jim Acosta membenarkan bahwa kredensi persnya telah ditangguhkan setelah ribut dengan Presiden Trump hari Rabu (7/11/2018) waktu Washington.

Namun, Acosta menyebut tuduhan Sanders sebagai kebohongan.

Video kejadian itu dengan cepat beredar di dunia maya.

Konferensi pers di Gedung Putih yang diwarnai keributan itu sejatinya digelar Trump untuk menyampaikan sikapnya atas hasil pemilu sela di AS. Pemilu tersebut digelar sejak Selasa lalu, di mana kubu Partai Demokrat menguasai perolehan kursi parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sedangkan kubu Partai Republik berkuasa atas kursi Senat.

Baca: Donald Trump Menuduh Google Memanipulasi Berita Baik tentang Dirinya

Sejak terpilih pada Januari 2017, Trump banyak memusuhi media massa. Bahkan pernah menyebut CNN, NBC News, maupun New York Times sebagai Fake News (berita palsu) karena reportase mereka dianggap tidak adil.

Sebutan itu kemudian makin meluas dengan Trump menyatakan bahwa media yang dia sebut merupakan “musuh masyarakat”.

Pernyataan yang Trump lontarkan di Twitter kemudian disikapi keras penerbit New York Times, Arthur Gregg Sulzberger yang meminta Trump berhenti menggunakan istilah tersebut karena bisa meningkatkan kekerasan terhadap jurnalis maupun media.

Sulzberger menuturkan dalam pertemuannya dengan Trump di Gedung Putih, dia memberi tahu sang presiden bahwa retorika anti-persnya sudah dijadikan alat menindas di negara lain.

Dia menjelaskan selain mengancam nyawa, retorika Trump itu juga merendahkan demokrasi ideal yang dianut AS. “Selain itu, ucapan tersebut juga mengikis salah satu paham terbaik negara kita. Yakni kebebasan berpendapat dan bermedia massa,” ulas Sulzberger.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatberita palsuboikotcnnDonald Trumpfake newsGedung Putihmediawartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah: Kasman Singodimedjo Pemimpin Muslim yang Nasionalis
Tulisan selanjutnya ‘Perang Melawan Teror’ AS telah Menewaskan Setengah Juta Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?