Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Reuni yang Bikin Meriang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Desember 2018 11:44 11:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2018 11:32
Bagikan
Diperkirakan lebih 7 juta manuasia mengikuti Reuni 212 di Monas Jakarta, Ahad (02/12/2018_
Bagikan

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

 

“Pohon mahoni buahnya jarang, kita reuni sana meriang”

 

PANTUN itu diucapkan Ustad Haikal Hasan yang Ahad pagi (02/12/2018) menjadi pemandu acara Reuni 212 di Lapangan Monas bersama komedian senior Deddy “Mi’ing” Gumelar.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Audiens pun tertawa bergemuruh dan bertepuk tangan riuh. Suasana reuni yang semula banyak disebutkan akan penuh ketegangan dan bahkan bisa jadi ada kekerasan, ternyata malah penuh kegembiraan dan gelak tawa. Tentu saja ada tangis dan derai air mata ketika doa-doa tahajud di sepertiga malam dilantunkan dan doa qunut nazilah subuh dikumandangkan.

Tapi, begitu acara resmi dimulai dan Haikal bersama Mi’ing mengambil alih panggung maka suasana menjadi cair.

Pagi yang dingin menjadi hangat oleh candaan Haikal dan Mi’ing. Haikal dengan logat Betawi yang kental kerap melontarkan pantun yang provokatif tapi bikin gerr.

Salah satu ungkapannya yang khas adalah “kelar hidup lo”. Uangkapan ini memancing tawa dan tepuk tangan karena oleh Haikal diasosiasikan dengan perhelatan politik 2019 dan ia merujuk pada inkumben meskipun tidak menyebut nama.

Baca: ‘Spirit 212 Tak Akan Pernah Padam’

Pantun pohon mahoni juga jelas-jelas ditujukan ke “sebelah”. Haikal mengatakan bahwa banyak yang ketakutan karena reuni ini. Ada juga yang panas-adem meriang menyaksikan reuni.

Berbagai cara dilakukan untuk menggagalkan reuni atau, paling tidak, menggembosi supaya peserta minim. Tapi, kata Haikal, mentalitas para Mujahid 212 tak gentar. Sebaliknya, semakin ditekan dengan intimidasi dan teror malah semakin banyak yang datang.

“Ikan bawal ikan jambrong. Lo jual gue borong,” teriak Haikal disambut tepuk histeris dan teriakan “Allahu Akbar” oleh audiens.

Mi’ing menukas, “Gue jadi heran, lo ini lucu kok dibilang radikal”.

“Hei Bro, di mata penjajah, Teuku Umar, Tjoet Njak Dhien, Diponegoro, Imam Bonjol, itu radikal. Jadi, yang nganggap gue radikal berarti dia penjajah,” kata Haikal.

Sepanjang mata memandang dari panggung di sebelah barat tugu Monas, yang terlihat adalah lautan manusia berwarna putih dan ribuan bendera tauhid hitam dan putih dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kecil sampai yang jumbo.

Reuni 212.

Sepanjang acara bendera tauhid selalu dikibar-kibarkan tak pernah kenal lelah. Suasana jadi mirip dengan stadion sepakbola di Eropa yang dipenuhi puluhan ribu suporter yang melambai-lambaikan bendera raksasa. “Satu kalian bakar sejuta bendera tauhid berkibar,” teriak Haikal disambut gemuruh takbir dan lambaian ribuan bendera.

Suasana terasa adem sepanjang acara karena matahari hanya muncul malu-malu di balik awan. Biasanya, Jakarta panas oleh matahari tapi sepanjang acara reuni suasana mendung tipis tanpa hujan. “Ini bukti pertolongan Allah kepada kita,” kata Ustad Bernard Abdul Jabar, ketua panitia, dalam sambutannya.

Memang sejak pagi sampai siang, dan bahkan sepanjang sore, cuaca Jakarta sejuk dan mendung tapi tidak hujan. Ada yang memiripkan dengan suasana Lailat al Qadr, ada yang merujuk pada awan yang dikirim Allah untuk memayungi perjalanan Nabi Muhammad ﷺ. Macam-macamlah.

Baca: Umat Bisa Disatukan dengan Ikatan Tauhid

Jumlah jamaah memang terlihat sangat padat. Estimasi menyebutkan angka 8 sampai 10 juta. Pasti ini bisa menjadi perdebatan. Tapi, siapapun akan sulit mendowngrade reuni ini dengan, misalnya, mengecilkan jumlah yang hadir.

Suharyanto, seorang sopir taksi online, mengatakan dengan yakin bahwa jumlah peserta lebih besar dari 2016. “Aliran manusia terlihat tak putus sampai ke Pusat Grosir Tanah Abang,” kata Suharyanto.

Dari sejumlah tokoh yang hadir Prabowo yang menjadi guest star.

Begitu dia muncul di panggung utama teriakan “Prabowo..Prabowo..” menggema. Dia hanya pidato lima menit untuk menyampaikan terima kasih telah diundang. Pada akhir pidatonya dengan suara menggelegar ia berteriak, “Takbir..takbir…Merdeka!”

Ribuan orang mengerubutinya sepanjang jalan menuju parkir mobil sambil meneriakkan “Prabowo..Presiden”.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan juga diberi kesempatan manggung.

Bintang lain yang paling ditunggu adalah Habib Riziq Shihab yang memberikan teleconfrence dari Makkah. Luar biasa sambutan yang diberikan audiens. Banyak yang berteriak histeris sambil menangis.

The rising star Habib Bahar Smith juga diberi kesempatan bicara.

Dengan tegas ia mengatakan tidak akan minta maaf kepada Jokowi atas kasus pencemaran yang sekarang tengah ditangani polisi.

Apakah ada kampanye terselubung di perhelatan ini? Kubu Jokowi berusaha mempermasalahkan hal itu, tapi jelas sulit mencari sela. Tidak ada sedikitpun lubang yang bisa dimasuki.

Meski demikian, jelas bahwa Prabowo telah memperoleh keuntungan politik dari even ini.

Baca: Warna Warni Panji Tauhid Seantero Monas

Reuni ini menunjukkan adanya konsolidasi pemilih muslim kelas perkotaan yang mendukung Prabowo.

Seorang peserta berseloroh, kalau jumlah peserta reuni mencapaj 10 juta orang maka pintu Prabowo untuk menang terbuka lebar. Pada pilgub DKI 2016 Aksi Bela Islam 2 Desember menjadi titik balik kemenangan Anies-Sandi.

Ketika itu yang hadir diperkirakan 7 juta orang tapi tidak semuanya warga DKI. Sekarang 10 juta orang itu semuanya adalah pemilih. Kalau dibuat rata-rata satu orang bisa membawa 10 suara, Prabowo bisa mengantongi 100 juta suara, sudah cukup untuk menang.

Ustad Haikal di panggung mengatakan, “Jangan percaya hasil survei bayaran. Dulu di DKI kita diprediksi kalah ternyata menang telak.”

Jadi, kata Haikal, kalau ada survei baru yang bilang Prabowo kalah, antum-antum cukup bilang, “Lucu lu…”

“Hei para surveyor bayaran,” teriak Haikal. “Ikan bawal ikan jambrong, kalian jual kite borong….Allahu Akbar!”

Pekik takbir membahana, benar-benar bisa bikin meriang.*

Penulis mantan Pimpinan Redaksi Jawa Pos dan Ketua PWI Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:212ahokaksi bela IslamMonasMonumen Nasionalreuni 212
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BPJPH Mengaku Bersiap Jalankan UU Jaminan Produk Halal
Tulisan selanjutnya pelecehan seksual Paus Fransiskus Cemas ‘Gaya Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?