Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Baru 36 Metrik Ton Senjata Kimia Suriah yang Dikapalkan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Januari 2014 18:00 6:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Januari 2014 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Senjata kimia milik rezim Suriah yang diangkut ke luar untuk dimusnahkan sejauh ini kurang dari 5 persen saja, kata sebuah sumber yang dekat dengan OPCW Rabu (29/1/2014).

Hanya 2 pengapalan masing-masing berisi sekitar 16 metrik ton bahan kimia kategori 1 yang telah meninggalkan pelabuhan Lattakia bulan ini, sebagai bagian dari program perlucutan senjata kimia milik rezim Suriah yang diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

Itu artinya, baru kurang 5% dari sekitar 700 ton bahan kimia yang seharusnya sudah dikapalkan ke luar Suriah paling lambat 31 Desember 2013. Dengan demikian jadwal perlucutan senjata kimia rezim Damaskus terlambat berpekan-pekan.

Demi menghindari serangan militer Amerika Serikat, rezim Bashar Al-Assad setuju menyerahkan persedian senjata kimianya untuk dimusnahkan sebelum 30 Juni 2014.

Pemerintah Assad mengaku memiliki 700 ton bahan kimia paling berbahaya, 500 ton bahan kimia sejenis tetapi bahayanya di bawah yang pertama dan sekitar 122 ton isopropanol di gudang senjata kimianya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Semua cadangan senjata kimia itu menurut jadwal harus dienyahkan sebelum 5 Februari di luar negeri. Hanya isopropanol yang akan dimusnahkan di dalam wilayah Suriah.

“Hampir bisa dipastikan tengat waktunya tidak akan terpenuhi,” kata salah seorang sumber kepada AFP.

Jurubicara OPCW Christian Chartier menolak untuk memberikan komentar tentang kemajuan program perlucutan senjata kimia Suriah itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Harus Ada Sanki yang Mengatur Perzinahan Di Luar Nikah
Tulisan selanjutnya Korporasi, Kekuatan Asing dan Kemandirian Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?