Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

“Cabe-Cabean”, Permisivisme dan Implementasi Feminisme tanpa Sadar

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Februari 2014 13:40 1:40 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Februari 2014 13:33
Bagikan
Sejumlah remaja memacu motornya dalam aksi balap liar di Jalan Samudera Pantai Padang, Sumbar
Bagikan

JAKARTA masih diguyur hujan deras. Sudah 3 hari berturut- turut Ibu Kota negara ini kehilangan teriknya mentari. Seorang gadis belia berumur 19 tahun, sebut saja namanya Bella, salah satu di antara sekian banyak orang yang berteduh menunggu hujan reda di lobi sebuah hotel mewah di Jakarta Pusat hari itu.

Lamanya hujan membuat Bella membuka obrolan ke sana-kemari tak ujung arah.  Namun obral cukup mengagetkan ketika ia mengaku tentang identitas dan kegiatannya sehari-hari.

“Ada beberapa klien yang harus saya temui, mas,” jelas Bella saat ditanya kesibukannya hari itu. Bella masih berusia 18 tahun. Sekarang duduk di sebuah sekolah favorit di Jakarta.

Namun yang cukup mengagetkan, tanpa malu istilah “klien” yang disebutnya itu adalah tamu laki-laki yang siap membayarnya.

Pemandangan ini sangat mengagetkan. Bagaimana mungkin anak-anak yang tergolong masih belia tanpa malu dan risih menunjukkan identitasnya sebagai seorang pemuas nafsu pria-pria hidung belang.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Berbeda zaman dulu di mana seorang (maaf) Wanita Tuna Susila (WTS) bahkan masih membutuhkan perantara yang lazim disebut germo. Bella mengaku jujur, dia mempromosikan jasa maksiatnya cukup melalui media sosial.

Cukup menampilkan identitasnya di media sosial lengkap dengan foto dan kontak,  para hidung belang langsung menghubunginya via inbox (pesan personal, red). Dari situ, ia mulai membuat janji dengan member nomor kontak.

Obrolan makin memprihatinkan taktala disinggung soal masa depan, dosa dan agama.

“Jangan bicara dosa mas, ini tubuh-tubuh saya terserah saya mau apain,” jelasnya Bella agak meninggi ketika hidayatullah.com menyelipkan pertanyaan soal agama.

Mengaku dari keluarga Muslim, Bella menjelaskan kedua orangtuanya tidak tahu apa yang dikerjakannya untuk mencari uang tambahan.

Bella mengaku,  hidup yang ia jalani saat ini justru bermua dari pergaulan sekolah. Kala itu, ia termasuk salah satu gadis ‘cabe-cabean’. Gadis ‘cabe-cabean’ adalah istilah bagi para remaja wanita ‘nakal’ yang didentikan sebagai penghibur wanita.

Di Ibu Kota Jakarta, gadis cabe-cabean adalah kelompok ABG (Anak Baru Gede) yang tergabung dalam geng balap motor liar yang terdiri dari remaja laki-laki dan perempuan.  Para pemenang balapan bisa mengencani si gadis sesuai keinginannya.

Perempuan itulah yang dipredikati sebagai cabe-cabean,  remaja putri yang melakukan kenakalan demi mendapat perhatian.
Saat ditanya apa konpensasi menjadi gadis berpredikat cabe-cabean,  ia hanya berkomentar ringan.

“Ya nggak harus bayar juga sih mas, kalau memang kita suka sama cowok ya kita justru kalah gengsi kalau nggak bisa tidur (zina, red) dengan cowok itu,” jelas Bella mengenai fenomena gadis cabe-cabean tersebut.

Sebelumnya, hal yang sama sempat kami temui di Kota Bandung. Adalah Lisa (bukan nama sebenarnya) yang seumuran dengan Bella.Lisa  menjalani gaya hidup bebas sebagaimana Bella. Ia menjadi langganan beberapa pemuda mulai dari anggota Klub Motor, karyawan kantoran hingga jadi pesanan acara – acara musik.

“Biasanya kalau acara musik, kalau ada band luar negeri minta disediakan perempuan kita sudah biasa dikontak mas,” jelas Lisa yang mengaku biasa melayani nafsu para lelaki bejat tersebut.

Ia bahkan merasa direndahkan jika tindakannya itu semata-mata dinilai dengan uang.

“Salah kalau bilang kami begini karena butuh uang. It’s for fun (bersenang-senang, red) dapat uang hanya dampak dari kesenangan itu,” tambah Lisa seolah bangga.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vodka, Mati Muda Cara Rusia
Tulisan selanjutnya MUI: Ormas Berpolitik Sebabkan Kekuatan Kontrol Berkurang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?