Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

“Apapun Risikonya, Saya Hapus Tato Ini”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2019 06:30 6:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2019 06:30
Bagikan
[Ilustrasi] Warga binaan LP Kembangkuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sedang dibius lokal bagian kulit bertatonya sebelum dihapus dengan sinar laser oleh tim IMS-YBM PLN, Jumat (08/02/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Namanya cukup panjang, tapi bolehlah disingkat dengan panggilan inisial, Kaes. Pria berusia 35 tahun ini punya nasib yang kurang beruntung. Niat baiknya menikah malah berujung pidana.

Kaes kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kembangkuning, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Apa pasal?

“(Kasus) nikah di bawah umur,” tuturnya saat ditemui tim IMS-hidayatullah di LP Kembangkuning, Jumat (08/02/2019) lalu.

Kaes mengaku, pada tahun 2013, ia menikahi seorang gadis berusia 17 tahun di kampungnya di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah perbatasan dengan Jawa Timur.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Singkat kisah, rupanya ada yang melaporkan pernikahan tersebut, lalu membawanya ke ranah hukum. Kaes pun dijerat. Ia dimasukkan penjara. Entah bagaimana ceritanya, namun ia tak banyak bertutur lebih jauh soal itu.

Terlepas masalah tersebut, Kaes mengaku saat ini sedang menjalani proses hijrahnya di Nusakambangan. Salah satunya dengan berupaya melenyapkan tato di tubuhnya.

Baca: Setahun, hampir 3.300 Sahabat Hijrah Hapus Tato

Bagi pria yang dulunya sehari-hari bekerja sebagai supir bus ini, menghapus tato bagian dari hijrah. Dengan menghapus tato, ia yakin bisa membuat orang lain senang, termasuk keluarga.

“Hijrah itu menyenangkan orang lain, dalam perilaku selalu bermanfaat. Ada dampak yang terbaik,” tuturnya.

Bukankah keluarganya jauh dari Nusakambangan?

Ya, tapi Kaes tetap bersikukuh menghapus tatonya. Sebab anaknya sudah tahu jika Kaes bertato justru saat menjenguk Kaes di LP Permisan, Nusakambangan, tahun 2018 lalu.

Saat itu, tutur Kaes, sang anak tampak kaget melihat ayahnya bertato. “Ini Bapak tatoan kayak preman,” ungkap anaknya saat berjumpa sang ayah kala itu.

Mendengar ungkapan itu, Kaes pun terenyuh. Ada perasaan bersalah di lubuk hatinya terhadap anaknya atas tato yang dimilikinya.

Sebagai ayah, Kaes pun tak ingin buah hatinya terbebani mentalnya karena tatonya itu. Ia bertekad menghapus tato-tatonya bagaimanapun juga risiko yang harus dihadapi.

“Apapun risikonya saya hilangin (tato ini),” ungkapnya yang punya beberapa tato termasuk di tangannya. Yang disebut terakhir ini sudah hilang sebagian, setelah ia hapus dengan cara paksa.

“Sempat (saya) kasih sabun porselen,” ujarnya seraya menunjukkan bekas luka hasil hapus tato di lengannya.

Baca: Prof Amin Suma Apresiasi Napi Berhijrah

Gayung bersambut. Keinginan Kaes menghapus tato mendapatkan kemudahan. Adalah lembaga kesehatan Islamic Medical Service (IMS) bekerja sama Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT), YBM PLN, dan pihak Ditjen PAS Kemkumham secara lebih khusus LP Kembangkuning.

Pada Jumat-Sabtu (08-09/02/2019), di LP ini digelar program hapus tato gratis bagi para napi, diikuti 89 peserta, termasuk Kaes.

Kaes pun berterima kasih kepada pihak penyelenggara hapus tato gratis yang menyambangi LP Kembangkuning tersebut. Ia antusias mengikuti kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut ke depannya dan lebih baik lagi.

“Saya sangat bersyukur adanya program ini. Allah berikan jalan (untuk hapus tato),” ungkapnya.

Baca: YBM PLN – IMS Hapus Tato 89 Napi di Nusakambangan

Citra Negatif

Kaes mengaku, tato-tatonya dibuat semasa bujang dulu pada bulan Desember tahun 1999. “Pas bulan puasa,” sebutnya, saat ia itu berusia 14 tahun.

Kenapa pake tato? “Karena pergaulan, karena kepengen (saja),” tutur pria asal Bojonegoro kelahiran tahun 1985 ini.

Meskipun pernikahannya dipermasalahkan secara hukum, namun hubungan rumah tangganya tetap terjalin. Pada tahun 2014, istrinya melahirkan anak pertamanya. Saat itu Kaes mendekam di LP Narkotika, Nusakambangan. Ketika anaknya berusia 2 tahun, timbullah kesadarannya untuk menghapus tatonya. Ada perasaan bersalah baginya.

Kaes mengakui, punya tato memberikan citra tidak baik. “Dampaknya pasti negatif dulu oleh (pandangan) masyarakat,” akunya.

Makanya, hijrah baginya merupakan jalan terbaik. “Saya mau mengubah (diri), mungkin dulu suram, sekarang itu terang,” tuturnya.

Ia pun menitipkan nasihat buat para pembaca:

“Kebaikan itu buahnya dirasakan orang lain (bukan hanya diri sendiri).”

Sampai saat ini, Kaes masih rutin berkomunikasi dengan istrinya lewat telepon khusus yang disediakan pihak LP. Biasanya jadwal meneleponnya satu kali sepekan, kadang 2 pekan. “(Sekali menelepon) 5 menit,” ujarnya.

Walaupun jatah waktu menelepon tiap napi dibatasi begitu, ia tetap mensyukuri dan menjalani aktivitas di LP. “Ini ujian,” imbuh Kaes.

Baca: Hapus Tato setelah Puluhan Tahun Sadar Tak Bermanfaat

Ia mengaku, dalam kasusnya, awalnya ia divonis penjara 4,5 tahun. Ia naik banding, hukuman malah bertambah jadi 10 tahun. Sejauh ini sudah 5 tahun lebih berjalan hukumannya. Dia sudah mendapatkan remisi 20 bulan. Jika berhasil dapat pembebasan bersyarat (PB), ia memperkirakan akan bebas pertengahan tahun 2019 ini.

Kalau PB enggak dapat? “2021 pulang,” ujarnya tapi tetap berharap segera menghirup udara bebas di luar sana. Aamiin….!* Abdus Syakur/IMS/Hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hapus tatoIMSLP KembangkuningMTTNapiNusakambanganpernikahanSahabat Hijrahtato
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Salah Mengejar Cara untuk Bahagia
Tulisan selanjutnya UMY Deklarasikan Dusun Sehat Bebas Asap Rokok di Bantul

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?