Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Tembak Jatuh Dua Pesawat Tempur India

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2019 05:39 5:39 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2019 05:39
Bagikan
Anadolu Agency
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakistan tembak jatuh dua pesawat tempur angkatan udara India dan melancarkan serangan udara ke enam target di Kashmir yang dikelola India, sumber militer Pakistan mengatakan, dalam ketegangan dramatis antara kedua negara bertetangga yang memiliki kekuatan nuklir.

Pesawat tempur angkatan udara India ditembak jatuh di wilayah udara Pakistan di Kashmir yang dikelola Pakistan pada Rabu, sehari setelah angkatan udaranya melancarkan serangan udara di wilayah Pakistan, juru bicara militer Pakistan Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan pada Aljazeera.

Dua pilot pesawat tempur India sedang dalam penahanan, kata Ghafoor, dengan satu diantara mereka mendapat perawatan medis di rumah sakit militer.

Kementrian Luar Negeri India telah memastikan bahwa salah satu dari pilot mereka menghilang dan mereka “sedang memastikan fakta”.

Baca: India Tutup Aliran Air ke Pakistan Menyusul Ketegangan Kashmir

Secara terpisah, Ghafoor mengatakan pesawat tempur Pakistan telah menembakkan beberapa rudal ke enam target di wilayah Kashmir yang dikelola India, mengenai “tempat terbuka” sebagai demonstrasi kemampuan Pakistan untuk mengenai target-target di India. Maksud dari tembakan, kata juru bicara militer itu, bukanlah untuk menyebabkan korban sipil atau militer.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tujuannya semata-mata untuk mendemonstrasikan hak, keinginan dan kemampuan kami untuk membela diri,” seperti yang tertulis dalam pernyataan kantor Kemenlu Pakistan tidak lama setelah serangan tersebut. “Kami tidak memiliki niat untuk meningkatkan (ketegangan) namun kami sepenuhnya siap untuk melakukannya jika dipaksa ke dalam paradigm itu.”

Berbicara kepada para wartawan di markas militer di Rawalpindi, Ghafoor mengatakan Pakistan tidak ingin meningkatkan permusuhan dan mendesak India untuk terlibat dalam dialog.

“Ini bukanlah sebuah pembalasan dalam arti sebenarnya, namun untuk memberitahu Pakistan memiliki kemampuan, kami bisa melakukan itu, kami ingin bertanggung jawab, kami tidak menginginkan eskalasi, kami tidak menginginkan perang,” dia mengatakannya dalam konferensi pers.

Baca:Putra Mahkota Saudi Berjanji Menekan Ketegangan India-Pakistan 

Wilayah Udara ditutup

Kepolisian di wilayah Kashmir yang dikelola India mengatakan bahwa dua pilot dan seorang penduduk sipil telah terbunuh setelah sebuah pesawat angkatan udara India jatuh di Kashmir, namun tidak bisa memastikan apakah pesawat itu ditembak jatuh oleh militer Pakistan.

Juga pada Rabu, Pakistan menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan komersial, Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengatakan dalam pemberitahuannya.

Beberapa bandara di India utara juga ditutup, memaksa maskapai penerbangan untuk membatalkan pelayanan ke setidaknya enam kota.

Ketegangan semakin tinggi antara dua negara bertetangga yang memiliki kekuatan nuklir itu sejak serangan bom bunuh diri pada 14 Februari menewaskan 42 personel keamanan India di Kota Pulwama, di wilayah Kashmir yang dikelola India.

India menyalahkan Pakistan karena “mengendalikan” serangan itu, dan Perdana Menteri Modi berjanji untuk mengambil langkah militer untuk membalasnya. Serangan itu diklaim oleh kelompok bersenjata Jaish-e-Muhammad (JeM), yang telah eksis di Pakistan. Pemerintah Pakistan dan militernnya menyangkal keterlibatan apapun dalam serangan itu.

Baca:Solidaritas dengan Tentara, Bioskop Pakistan Boikot Film India

Pada Selasa, pesawat India memasuki wilayah udara Pakistan di Kashmir yang dikelola Pakistan untuk menembakkan empat bom yang jatuh di desa Jaba, sekitar 10km di luar Kashmir di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Dalam sebuah pernyataan kemenlu, India mengklaim pihaknya telah menghancurkan “kamp Jaish-e-Muhammad” di Jaba, namun militer Pakistan dan para saksi mata di tempat kejadian mengatakan bom pesawat tempur India menghantam hutan yang sebagian besar tidak berpenghuni. Satu orang terluka karena serangan itu, dengan pihak rumah sakit setempat melaporkan tidak ada korban lain.

Ini pertama kalinya pesawat tempur India memasuki dan menembakkan rudal di dalam wilayah udara Pakistan sejak perang antara kedua negara itu pada 1971.

Dua dari tiga perang yang terjadi antara India dan Pakistan disebabkan perselisihan wilayah Kashmir, yang keduanya mengklaim secara penuh namun dikelola secara terpisah, Kashmir terbagi oleh Garis Kendali.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaKashmirkonflikPakistanpesawat tempurpilot
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kolom Agama Diganti Kepercayaan di KTP-el Penghayat
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Larang Istri Syeikh Salah Menemaninya Selama dalam Tahanan Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?