Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lahan di 9 Negara Bagian Lumbung Pangan Amerika Serikat Rusak akibat Banjir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 April 2019 13:10 1:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 April 2019 13:12
Bagikan
Lahan pertanian warga di Craig terendam banjir akibat luapan Sungai Missouri.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sedikitnya 1 juta ekar (405 hektare) lahan pertanian rusak akibat banjir setelah badai menerpa 9 wilayah negara bagian yang merupakan lumbung pangan Amerika Serikat, demikian menurut data satelit yang dianalisis oleh Gro Intteligent untuk Reuters.

Lahan pertanian mulai dari dua Dakota hingga Missouri dan sekitarnya terendam air lebih dari sepekan, sehingga kemungkinan akan menghambat proses penanaman dan merusak tanah, lapor Reuters Sabtu (30/3/2019). Banjir, yang datang hanya beberapa pekan sebelum musim tanam dimulai di kawasan Midwest, sepertinya akan mengurangi produksi jagung, gandum dan kedelai tahun ini.

“Ada ribuan ekar yang tidak akan dapat ditanami,” kata Ryan Sonderup, 36, warga Fullerton, Nebraska, yang sudah bertani selama 18 tahun dalam wawancara belum lama ini. “Jika ada matahari terus menerus dari sekarang sampai Mei dan Juni, mungkin [penanaman] itu bisa dilakukan, tetapi saya kurang yakin tanah akan pulih dengan curah hujan seperti ini.”

Banjir di musim semi tersebut kemungkinan bahkan berdampak pada lahan pertanian yang lebih luas lagi. Lembaga pemerintah National Oceanic and Atmospheric Administration telah memperingatkan “musim banjir tak terduga” ketika memperkirakan pada musim semi ini akan turun hujan cukup banyak. Sungai-sungai kemungkinan akan meluap hingga air merambah daratan yang jauh, sebab salju di bagian utara banyak yang meleleh.

Bom siklon yang terjadi di pertengahan bulan Maret tahun ini merupakan pukulan terbaru yang dialami para petani di negeri Paman Sam yang terus mengalami penurunan pendapatan dan ekspor disebabkan perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lahan pertanian dipenuhi oleh lumpur dan pasir sehingga rusak dan sebagian mungkin tidak dapat ditanami tahun ini. Air bah juga merusak hasil panen bernilai miliaran dolar yang disimpan di gudang, serta menghancurkan jalan dan rel kereta.

Justin Mensik, petani jagung dan kedelai generasi kelima di Morse Bluff, Nebraska, mengatakan pembangunan kembali jalan merupakan prioritas pertama. Kemudian petani harus mendatangkan truk-truk pupuk dan menguji coba tanah sebelum dilakukan penanaman kembali, kata Mensik.

“Banjir meninggalkan banyak lanau, pasir dan lumpur di lahan pertanian, dan kami sekarang juga tidak yakin apakah akan mendapatkan hasil panen yang baik tahun ini dengan semua lumpur dan sampah baru yang berserakan di sini,” kata Mensik kepada Reuters.

Bagi petani, kekhawatiran terbesar saat ini adalah penanaman jagung,” kata Aaron Saeugling, seorang pakar agrikultur di Iowa Stae University yang berusaha menjangkau petani. “Tidak ada cukup waktu untuk mengenyahkan semua kotoran yang ada.”

Agar dapat ditanggung sepenuhnya oleh asuransi, petani di Iowa harus menanam jagung sebelum 31 Mei dan 15 Juni, sebab hasil panen akan berkurang dratis jika penanaman dilakukan pada waktu- waktu setelahnya. Tenggat waktunya berbeda-beda di  setiap negara bagian. Asuransi membantu memastikan petani mendapatkan harga jual minimum ketika mereka menjual hasil panennya.

Hampir 1,1 juta ekar lahan pertanian dan lebih dari 84.000 ekar lahan penggembalaan di kawasan Midwest terendam banjir selama sedikitnya tujuh hari dari tanggal 8 sampai 21 Maret, menurut analisis awal terhadap data dari pemerintah dan satelit oleh Gro Intelligent yang berbasis di New York atas permintaan Reuters. Seberapa luas banjir berdampak pada lahan pertanian sebelumnya belum pernah ada yang mempublikasikan.

Lahan yang terendam banjir itu mencakup kurang dari satu persen lahan di AS yang digunakan untuk menanam jagung, kedelai, gandum, padi, kapas, sorgum dan barley. Pada tahun 2018, total 240 juta ekar dari tanaman itu ditanaman di Amerika Serikat, menurut data USDA.

Iowa merupakan negara bagian AS penghasil utama jagung dan nomor dua penghasil kedelai, yang memiliki air paling banyak, dengan luas lahan 474.271 ekar, disusul kemudian oleh Missouri dengan 203.188 ekar, menurut analisis Gro Intelligent. Analisis tersebut sejalan dengan perkiraan yang diberikan kepada Reuters pekan lalu oleh pejabat-pejabat pemerintah di Iowa dan Missouri.

Gro Intelligent menggunakan data satelit Near Real-Time Global Flood Mapping dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk mengkalkulasi perkiraan luas dan intensitas banjir yang terjadi.

Gro Intelligent kemudian mengidentifikasi mana lahan pertanian atau penggembalaan, berdasarkan data dari National Agricultural Statistics Service (NASS) di Departemen Pertanian AS (USDA).

Gro Intelligent memberikan catatan bahwa analisis yang dilakukannya tidak mencakup citra satelit banjir di Nebraska, di mana pejabat setempat menolak memberikan kepada Reuters data perkiraan berapa ekar lahan pertanian yang terendam banjir di negara bagian itu, demikian pula dengan negara bagian North Dakota. Gubernur Nebraska mengatakan bahwa banjir merusak pertanian negara bagiannya senilai $1 miliar.

Salju yang berada di permukaan bumi atau awan yang menghalangi citra satelit membuat identifikasi daerah terdampak banjir agak sulit, kata Sara Menker, pimpinan eksekutif dari Gro Intelligent, sebuah perusahaan artificial intelligence pertanian.

Di Missouri, banjir menggenangi sekitar 200.000 ekar lahan di 5 wilayah county di bagian barat daya yang bersebelahan dengan Sungai Missouri sampai Rabu pagi (27/3/2019), kata Charlie Rahm, jubir Natural Resources Conservation Service di USDA  di Columbia.

Sementara itu di negara bagian Wisconsin lebih dari 1.000 hewan ternak yang diambil susu dan dagingnya menghilang selama badai di musim dingin, 480 bangunan pertanian ambruk atau rusak, menurut email dari Sandy Chalmers, direktur eksekutif Farm Service Agency di USDA wilayah Wisconsin.

Di dua negara bagian Dakota (North dan South) dan Minnesota, salju yang akan mencair di bulan-bulan mendatang berisiko mengancam waktu tanam gandum di musim semi. Gro Intelligent mendapati hampir 160 juta ekar lahan digenangi air bah di Minnesota.

“Itu belum apa-apa dan kita masih akan menghadapi [banjir] itu setidaknya sampai pertengahan April,” kata Dave Nicolai, seorang pakar agrikultur dari Universitas Minnesota.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Australia Kewalahan, Setelah China Sejumlah Negara Tak Mau Lagi Impor Sampah Plastiknya
Tulisan selanjutnya Paus Fransiskus Puji Maroko karena Menyokong Islam Moderat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?