Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

KPU dan Kawat Berduri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Mei 2019 14:07 2:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2019 14:00
Bagikan
Polisi berjaga-jaga di dekat kawat pagar berduri depan kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (09/05/2019).
Bagikan

Oleh: Mahladi

 

KAWAT berduri menggelung di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Tersiar kabar pada Kamis siang, 9 Mei 2019, sejumlah massa akan berdemo di kantor lembaga penyelenggara pemilu ini. Dua mantan jenderal dikabarkan akan hadir. Aparat kepolisian telah bersiap-siap menghadapi mereka. Jumlahnya lebih dari 100 personil. Situasi hari itu seperti hendak bersiap-siap perang.

Namun, bukan sejak Kamis itu kawat berduri terpasang di depan kantor KPU. Kawat tersebut sudah ada sejak 5 hari sebelumnya, atau pada Sabtu pagi, 4 Mei 2019. Kawat tersebut bergelung tinggi, hampir 2 meter. Pada setiap 10 cm, ada duri-duri lancip. Jika kulit tergores sedikit pada duri tersebut, luka otomatis akan menganga.

Gelungan kawat berduri itu memanjang dari timur ke barat, memagari bagian depan kantor KPU. Aparat keamanan berjaga-jaga di depan dan belakang gelungan tersebut. Orang sembarangan tentu tak bisa masuk ke kantor ini. Wartawan saja harus memperlihatkan identitas plus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Yang tak berkepentingan, jelas tidak bisa masuk.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Baca: Pengamat: Pihak Oposisi Dijadikan Target Politis

Sementara di dalam gedung KPU masih berlangsung rekapitulasi hasil pemilu yang sudah menginjak hari ke-22 setelah pencoblosan pada 17 April lalu. Rekapitulasi ini akan berakhir pada 22 Mei 2019. Ibaat pertandingan, hari itu adalah babak akhir dari kompetisi akbar yang selalu digelar setiap lima tahun ini. Pada hari itu KPU akan mengumumkan siapa pemenangnya.

Namun, kawat berduri yang telah menggelung di depan kantor KPU sebelum kompetisi ini berakhir menyiratkan adanya kekhawatiran. Kompetisi yang seharusnya berlangsung fair, terindikasi curang. Bukti kecurangan begitu banyak, bahkan kasat mata.

Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon 02, misalnya, telah melaporkan temuan sebanyak 73.715 kesalahan input data sistem informasi penghitungan suara (situng) KPU, atau sebanyak 15,4 persen dari total 477.021 TPS yang diinput. Barang bukti berupa 1 boks kontainer data hasil capture ikut dibawa oleh relawan ke kantor Bawaslu pada 3 Mei 2019.

Bawaslu sendiri, tak lama setelah hari pencoblosan, langsung menerima 121.993 laporan kecurangan. Ada KPPS yang berupaya mengarahkan untuk memilih paslon tertentu, ada pula KPPS yang mencoblos surat suara yang tidak terpakai. Jumlah kasus yang terakhir ini mencapai 860 TPS.

Yang menarik, ada juga laporan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang hilang. Ini terjadi di Sumatera Selatan. Akibatnya, lebih dari 200 warga tak bisa menyalurkan hak pilihnya.

Dari banyak temuan tersebut wajar jika masyarakat ramai-ramai memprotes KPU sebagai panitia penyelenggara pemilu. Tak sekadar masyarakat kebanyakan, para ‘alim yang seharusnya berdiam di majelis-majelis ilmu juga ikut turun ke gelanggang. Mereka memprotes kecurangan ini. Mereka bersuara di atas mimbar. Mereka memimpin aksi di jalanan.

Ijtima ulama ke-3 yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada 1 Mei 2019, bahkan menempatkan kecurangan ini di poin pertama dari 5 poin rekomendasi yang mereka hasilkan. Para ‘alim menyimpulkan bahwa telah terjadi berbagai kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif.

Baca juga: Diskualifikasi

Jadi — barangkali— kawat berduri yang bergelung di depan kantor KPU sengaja dipasang untuk mengantisipasi kekecewaan masyarakat. Tak bisa dipungkiri, kawat yang pernah mengitari Gedung DPR saat para mahasiswa berdemo menuntut Soeharto lengser pada 1998 silam ini membuat hati kian berjarak.

Mudah-mudahan KPU bisa bijak menyikapi semua ini. Sebab, kata Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat Fatir [35] ayat 43, “… Rencana yang jahat hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan (sebagaimana) orang-orang yang terdahulu.”

Na’udzubillahi min dzalik.*

Penulis adalah wartawan hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kecurangan PemiluKPPSKPUPemilu 2019Polri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Larangan Melaut untuk Nelayan Gaza Dihapus
Tulisan selanjutnya 180.000 Peziarah Padati Al-Aqsha Jumat Pertama Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?