Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Mengapa Masjid Al Aqsha Penting bagi Kita?

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Juni 2019 14:12 2:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Juni 2019 14:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wasfi Kailani, direktur Royal Hashemite Fund untuk Pemulihan Al-Aqsha menggambarkan tempat favoritnya di Masjid al-Aqsha di Baitul Aqsha (Jerusalem), situs warisan dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), juga dikenal sebagai al-Haram al-Sharif.

Tempat yang dikatakan Wasfi tidak jauh dari Mimbar Shalahuddin, dibangun kembali oleh Raja Jordan, Raja Abdullah II setelah dihancurkan dalam serangan pada tahun 1969.

“Saya pikir tempat paling indah di seluruh area adalah di tengah-tengah masjid. Ini adalah tempat di mana Nabi Muhammad ﷺ naik ke langit untuk bertemu Allah Subhanahu Wata’ala,” katanya kepada Arab News.

Bagi Ziad Khalil Abu Zayyad, juru bicara kelompok Fatah, tempat paling istimewa adalah ruangan kecil di bawah kubah Batu.

“Kamar kecil itu disebut ‘gua arwah’. Saat shalat di sana, kami merasa sangat berbakti,” jelasnya.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pandangannya juga disuarakan oleh Ahmad Budeiri, mantan staf BBC, yang lahir di Jerusalem dan menghabiskan seluruh hidupnya di sana.

“Saya pergi ke masjid untuk merasakan keindahan seninya. Kemudian saya pergi ke bagian bawah ruangan dan saya mendapatkan perasaan yang sangat berbeda dan berdamai,” katanya.

Abla Rweis, ibu tiga anak dari Nablus mengatakan kepada Arab News, tempat favoritnya adalah masjid itu sendiri.

“Masjid ini sangat berarti karena Nabi Muhammad ﷺ ada di sini ketika peristiwa Israk dan Mikraj,” jelasnya.

Bangunan pertama yang didirikan di dalam area Masjid al-Aqsha oleh pemerintah Islam dikatakan dibangun oleh Khalifah kedua Khalifah Umar al-Khattab.

Al-Aqsha berarti ‘yang paling jauh’, merujuk pada jarak antara dua situs paling suci umat Islam di Makkah dan Madinah di Arab Saudi.

Bagi Khalil Attiyeh, anggota parlemen Yordania, perasaan saat turun tangga dari Kubah Batu ke Masjid Al-Aqsha adalah istimewa. Tetapi bagi banyak jamaah dan pengunjung, seluruh 144 dunum (144.000 meter persegi) dari kompleks Al-Aqsha adalah suci.

Aktivis politik Hazem H. Kawasmi mengatakan bahwa tempat favoritnya adalah di seberang air mancur, tempat para jamaah datang untuk mencuci ritual. “Saya telah datang ke Al-Aqsha sejak saya masih kecil. Saya suka duduk di tangga di seberang masjid dan memandangi air mancur,” katanya.

Bagi Arafat Amro, Museum Islam yang terletak di dalam kompleks itu terasa istimewa karena isinya yang tak ternilai.

“Ini adalah jendela menuju peradaban dan sejarah,” kata Amro, yang juga direktur musuem.

“Semua yang ada di sini, mulai dari perkamen, karya kayu, dan benda logam hingga ukiran batu, mencerminkan waktu yang berbeda. Pengunjung yang datang ke masjid ini pada zaman dahulu dari berbagai lokasi kembali dengan sejarah leluhur Arab dan Muslim mereka terukir dalam ingatan mereka. ”

Museum Islam terletak dekat dengan Tembok Al-Buraq dan gerbang di mana kelompok-kelompok ekstremis Yahudi sering melakukan serangan tanpa diundang dengan pengawal keamanan ‘Israel’ yang bersenjata.

Daerah itu dibersihkan dari Palestina segera setelah pencaplokan pada tahun 1967 di Jerusalem Timur oleh ‘Israel’, menandai awal pendudukan dan penjajahan.

Bagi Hazem Shunnar, seorang ekonom Palestina yang terpandang, Tembok Al-Buraq adalah apa yang sering ia pikirkan tentang “karena orang ‘Israel’ mengambilnya dengan paksa.”

Namun yang terpenting dari semua, ada dalil-dalil, menjadikan bangunan ini adalah bagian dari akidah umat Islam, untuk mempertahankannya.

Dalam hadits disebutkan sebagai berikut :

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ…
Artinya : Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah wakhatsu ma kuntum fawallu wujuhajun syatroh …” (H.R. Bukhari).

Nabi ﷺ menganjurkan untuk berziarah Masjid Al-Aqsha sebagaimana dalam hadits :
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Makkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Haram Al-SharifBaitul MaqdisjerusalemMasjid Al Aqshapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Ramadhan Bekal Menjadikan Idul Fitri Momen Persatuan
Tulisan selanjutnya Haedar Imbau Generasi Milenial Beriman, Berilmu, Beramal Shaleh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?