Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menggapai Hidup yang Ideal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2019 18:54 6:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2019 08:00
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

JIKA menurut pandangan hawa nafsu, hidup serba mudah dalam urusan duniawi tentu menjadi satu taraf hidup ideal yang siapa berhasil memilikinya akan disebut beruntung.

Akan tetapi, kehidupan ini bukan semata berisi hal-hal yang sesuai dengan pandangan hawa nafsu, tetapi banyak hal yang dapat menghidupkan akal dan hati manusia.

Oleh karena itu, kebaikan hidup tidak bisa disandarkan pada kebaikan yang didambakan hawa nafsu. Bahkan kadang kala ada hidup yang cukup sulit, namun itu berhasil membuat hati seorang Muslim bersih, hidup, dan memancarkan kebaikan-kebaikan iman dan Islam.

Dalam hal kekayaan misalnya, semakin cepat dapat menghimpun dana besar, semakin baik kehidupan. Tetapi Isalm membatasi dengan syariatnya berupa koridor halal dan koridor haram.

Jual beli, dalam Islam adalah halal. Sebaliknya, riba, haram dan karena itu pelakunya akan menjadi penghuni neraka.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dari Ibn Mas’ud, dia berkata, Rasulullah ﷺ melaknati orang yang memakan riba dan yang menyerahkannya.” (HR. Muslim).

At-Tirmidzi menambahkan, “Kedua saksi dan penulisnya.”

Kemudian dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim).

Hal ini menunjukkan bahwa manusia yang menjalani praktik riba di dalam kehidupannya boleh jadi akan dengan mudah dan cepat memperoleh kekayaan. Akan tetapi pada dasarnya ia sedang menentang syariat Allah dan karena itu, laknat-Nya menjadi layak bagi dirinya. Adakah hal semacam ini keberuntungan?

Kemudian sisi kesehatan. Sebagian besar orang nampaknya tidak menolak bahwa hidup bahagia apabila diri tidak pernah bertemu dengan sakit dan penyakit. Hal ini memang wajar dalam pandangan akal dan hawa nafsu, mengingat orang yang sehat dapat berbuat banyak hal.

Namun demikian, kasih sayang Allah tidak berarti hanya melalui karunia-Nya berupa kesehatan kepada setiap manusia. Terkadang, kasih sayang Allah itu melimpah justru dalam bentuk sakit.

Oleh karena itu ditekankan agar seorang Muslim tidak memandang buruk orang yang sakit bahkan ketika sakit itu menimpa diri sendiri.

أَنَّ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ (أَوْ: أُمِّ الْمُسَيَّبِ)، فَقَالَ: مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ (أَوْ: يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ) تُزَفْزِفِيْنَ؟ قَالَتْ: اَلْحُمَّى، لاَ بَارَكَ اللهُ فِيْهَا. فَقَالَ: لاَ تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِيْ آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ.“

Dari Jabir, bahwa Rasulullah ﷺ pernah mendatangi Ummu Sa-ib atau Ummul Musayyib, lalu bersabda, “Kenapa kamu gemetar (menggigil) wahai Ummu Sa-ib?”

Dia menjawab, “Demam! Semoga Allah tidak memberkahinya.”

Beliau pun bersabda, “Janganlah mencela demam. Sesungguhnya demam menghapuskan dosa-dosa anak Adam, sebagaimana ubub (alat pemanas besi) melenyapkan karatnya besi.” (HR. Muslim).

Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilali dalam syarah Riyadhus Sholihin menjelaskan bahwa rasa sakit dan penyakit yang menimpa seorang Muslim adalah penghapus dosa-dosanya dan dapat mengangkat derajatnya.

Karena itu tidak boleh mencela sakit yang hakikatnya dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah meskipun sesuatu itu mengandung kesulitan bagi mereka. Kemudian, tidak boleh mengeluh dan jenuh terhadap ketentuan (qadar) Allah, karena yang demikian itu dapat mematikan kesabaran dan keridhaan.

Dengan demikian, mari kita kembali kepada ajaran Islam dengan benar, karena dengan cara itu kita dapat melihat hakikat, sehingga hidup kita dapat sampai pada tataran ideal, hidup yang senantiasa memberikan pemahaman positif, senantiasa mengutamakan kesyukuran kepada Allah, dan tidak melihat apapun melainkan dengan kacamata iman, sehingga semangat ibadah dan amal shaleh tak pernah padam dalam dada.* Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalharamhidupImanKesehatanNafsuribasakit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Militer Sudan Tangkap Tokoh Oposisi
Tulisan selanjutnya Bupati di Papua Minta Polisi/TNI Tarik Aparat yang Sering Mabuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?