Hidayatullah.com—Kantong belanja plastik alias kantong kresek yang dijual oleh supermarket-supermarket besar di wilayah England, Inggris, menurun hingga separuh tahun lalu menurut data pemerintah.
Asda, Marks and Spencer, Morrisons, Sainsbury’s, Co-op, Tesco dan Waitrose menjual 549 kantong kresek pada tahun 2018-2019. Angka itu turun dari 1 miliar pada tahun sebelumnya.
Sejak 2015, ketika biaya 5p dikenai untuk setiap kantong kresek yang diminta pembeli, jumlah penggunaan tas belanja plastik turun hingga 90%.
Konsumen sekarang rata-rata hanya membeli 10 kantong kresek pertahun, bandingkan dengan 140 kantong kresek pada tahun 2014, lapor BBC Kamis (1/8/2019).
Sejak diterapkan kebijakan kantong kresek berbayar di supermarket pada 2015, penggunaannya diketahui menurun tajam. Namun, rupanya tren penurunan itu semakin melaju tahun lalu. Sepertinya masyarakat sudah mulai sadar akan polusi plastik. Serial televisi Blue Planet, yang juga menyoroti masalah polusi plastik di samudera-samudera seantero dunia, merupakan program TV yang paling banyak ditonton pada tahun 2017.
Berdasarkan ketentuan pungutan Oktober 2015 di wilayah England, hanya peritel dengan pegawai lebih dari 250 orang alias peritel besar yang harus memungut biaya kantong belanja plastik ke pelanggannya.
Peraturan itu berbeda dengan yang diterapkan di wilayah Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales di mana biaya minimum 5p untuk tas kresek dipungut oleh semua toko ritel.
Dari pungutan itu toko-toko diharapkan mendonasikan uangnya ke lembaga atau untuk kegiatan amal. Sejak tahun 2015, diperkirakan dana yang terkumpul dari pungutan itu mencapai ₤169 juta.
Pada bulan Desember 2018, pemerintah England mengusulkan agar pungutan itu dinaikkan menjadi 10p.
Menurut ilmuwan-ilmuwan yang bekerja untuk lembaga pemerintah, jumlah plastik di lautan berlipat tiga pertambahannya dalam satu dekade.
Di seluruh dunia, lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahunnya, yang mana sekitar 8 juta ton akhirnya masuk ke laut.
Plastik-palstik yang sudah tercabik menjadi potongan kecil sering kali dikira makanan oleh burung-burung dan ikan, sehingga plastik yang menumpuk di dalam tubuh mereka menyumbat saluran pencernaan.
Setiap tahun sekitar 100.000 hewan di laut mati akibat plastik.*