Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penjualan Kantong Kresek di England Menurun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2019 21:33 9:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2019 06:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kantong belanja plastik alias kantong kresek yang dijual oleh supermarket-supermarket besar di wilayah England, Inggris, menurun hingga separuh tahun lalu menurut data pemerintah.

Asda, Marks and Spencer, Morrisons, Sainsbury’s, Co-op, Tesco dan Waitrose menjual 549 kantong kresek pada tahun 2018-2019. Angka itu turun dari 1 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejak 2015, ketika biaya 5p dikenai untuk setiap kantong kresek yang diminta pembeli, jumlah penggunaan tas belanja plastik turun hingga 90%.

Konsumen sekarang rata-rata hanya membeli 10 kantong kresek pertahun, bandingkan dengan 140 kantong kresek pada tahun 2014, lapor BBC Kamis (1/8/2019).

Sejak diterapkan kebijakan kantong kresek berbayar di supermarket pada 2015, penggunaannya diketahui menurun tajam. Namun, rupanya tren penurunan itu semakin melaju tahun lalu. Sepertinya masyarakat sudah mulai sadar akan polusi plastik. Serial televisi Blue Planet, yang juga menyoroti masalah polusi plastik di samudera-samudera seantero dunia, merupakan program TV yang paling banyak ditonton pada tahun 2017.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan ketentuan pungutan Oktober 2015 di wilayah England, hanya peritel dengan pegawai lebih dari 250 orang alias peritel besar yang harus memungut biaya kantong belanja plastik ke pelanggannya.

Peraturan itu berbeda dengan yang diterapkan di wilayah Irlandia Utara, Skotlandia dan Wales di mana biaya minimum 5p untuk tas kresek dipungut oleh semua toko ritel.

Dari pungutan itu toko-toko diharapkan mendonasikan uangnya ke lembaga atau untuk kegiatan amal. Sejak tahun 2015, diperkirakan dana yang terkumpul dari pungutan itu mencapai ₤169 juta.

Pada bulan Desember 2018, pemerintah England mengusulkan agar pungutan itu dinaikkan menjadi 10p.

Menurut ilmuwan-ilmuwan yang bekerja untuk lembaga pemerintah, jumlah plastik di lautan berlipat tiga pertambahannya dalam satu dekade.

Di seluruh dunia, lebih dari 300 juta ton plastik diproduksi setiap tahunnya, yang mana sekitar 8 juta ton akhirnya masuk ke laut.

Plastik-palstik yang sudah tercabik menjadi potongan kecil sering kali dikira makanan oleh burung-burung dan ikan, sehingga plastik yang menumpuk di dalam tubuh mereka menyumbat saluran pencernaan.

Setiap tahun sekitar 100.000 hewan di laut mati akibat plastik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisPlastik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diplomat AS Dipersilahkan Angkat Kaki Jika Tak Suka Dengan Kamboja
Tulisan selanjutnya Jerman Tolak Ajakan Amerika Kirim Pasukan Laut ke Selat Hormuz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?