Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Janji Kampanye Netanyahu Dinilai ‘Berbahaya’ dan ‘Rasis’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 September 2019 05:48 5:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2019 19:53
Bagikan
Kampanye Netanyahu mencaplok Tepi Barat dan Lembah Yordan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pemimpin regional dan Palestina dengan tajam mengecam janji Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat yang terjajah jika dia memenangkan pemilihan umum awal pada minggu depan, kutip Al Jazeera.

Netanyahu, yang berjuang untuk kehidupan politiknya setelah pemungutan suara yang tidak meyakinkan pada bulan April, mengatakan pada hari Selasa Israel akan “segera menetapkan kedaulatan Israel atas Lembah Yordania dan Laut Mati utara ” jika ia berhasil mengamankan masa jabatan kelima dalam jajak pendapat pada 17 September.

Lembah Yordan dan Laut Mati utara merupakan 30 persen dari Tepi Barat. Mereka terbentang di Area C, yang berarti mereka sebagian besar berada di bawah kendali militer dan sipil ‘Israel’.

Sekitar 65.000 warga Palestina dan 11.000 warga ‘Israel’ yang tinggal di permukiman ilegal tinggal di daerah itu, menurut kelompok HAM Israel B’Tselem. Kota utama Palestina adalah Jericho, dengan sekitar 28 desa dan komunitas Badui yang lebih kecil.

Baca: Netanyahu Berjanji akan Caplok Semua wilayah Tepi Barat

Setelah pengumuman Netanyahu, pertemuan para menteri luar negeri Arab di Kairo menyebut janji kampanyenya sebagai “perkembangan berbahaya dan agresi Israel baru dengan menyatakan niat untuk melanggar hukum internasional.”

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

“Liga Arab menganggap pernyataan-pernyataan ini merusak peluang kemajuan dalam proses perdamaian dan akan menghancurkan semua fondasinya.”

Dalam serangkaian pernyataan terpisah, Qatar mengkritik “Israel terus menghina hukum internasional”; Turki mengecam janji pencaplokan itu sebagai “rasis”; Yordan menyebut rencana Netanyahu sebagai “eskalasi serius”; dan Arab Saudi menyerukan pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), sementara itu, memperingatkan bahwa rencana Netanyahu akan “tidak memiliki efek hukum internasional”.

Reaksi rakyat Palestina

Selama pengumuman yang disiarkan televise itu, Netanyahu juga menegaskan kembali janji untuk mencaplok semua pemukiman ilegal Yahudi yang telah didirikan di Tepi Barat.

Sekitar 650.000 Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 pemukiman yang dibangun sejak 1967. Hukum internasional menganggap baik Tepi Barat dan Jerusalem Timur sebagai “wilayah yang diduduki (dijajah)” dan menganggap semua aktivitas pembangunan pemukiman di sana ilegal.

Palestina dengan cepat bereaksi terhadap pernyataan Netanyahu dengan mengatakan bahwa dia menghancurkan harapan perdamaian.

Baca:  Mengapa ‘Israel’ tidak Bisa Disebut sebagai Negara Demokratis?

Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina, memperingatkan bahwa semua perjanjian yang disepakati dengan Israel akan berakhir jika negara Zionis itu mencaplok sebagian Tepi Barat, menekankan bahwa janji kampanye Netanyahu itu bertentangan dengan resolusi PBB dan hukum internasional.

Hanan Ashrawi, seorang pejabat senior di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menulis di Twitter bahwa Netanyahu berusaha untuk memaksakan “Israel yang lebih besar di semua Palestina bersejarah dan [melaksanakan] agenda pembersihan etnis”.

“Pengumuman ini adalah deklarasi perang terhadap hak-hak rakyat Palestina serta dasar-dasar tatanan berdasarkan aturan internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan terpisah. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benyamin NetanyahuLembah YordanpalestinapencaplokanrasisTepi BaratZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Jantung Saat Hubungan Seks Dalam Perjalanan Dinas Dianggap Kecelakaan Kerja
Tulisan selanjutnya 11 Pemimpin Tinggi Ikhwanul Muslimin Dijatuhi Hukuman karena Berhubungan dengan Hamas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?