Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kabsyah Binti Rafi’: Ibu Sang Pengguncang Arasy ar-Rahman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 November 2019 13:53 1:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 November 2019 13:49
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | SOSOK wanita yang akan diulas pada tulisan ini, benar-benar sosok kuat yang berhasil melahirkan pahlawan hebat. Salah seorang putranya, dalam lembaran emas sejarah umat Islam, tercatat sebagai pejuang brilian.

Oleh Nabi sendiri, buah hati dari ibu hebat ini, pernah disaksikan sebagai Sahabat yang menghukum dengan hukum Allah (HR. Muslim, Ahmad) di atas langit ketujuh. Bahkan, saat ia wafat, arasyi Rahman sempat berguncang keras karenanya (HR. Bukhari, Muslim). Dialah ibunda Sa’ad bin Mu’adz: Kabsyah binti Rafi’.

Figur ibu hebat ini memiliki nama lengkap: Kabsyah binti Rafi’ bin Ubaid bin al-Abjur (Khadrah) bin ‘Auf bin al-Khazraj al-Anshariyah al-Khadariyah. Ibunya bernama: Ummur Rabi’ binti Malik bin ‘Amir bin Fuhairah bin Bayyaadhah.

Dalam catatan sirah, Kabsyah merupakan di antara pertama yang masuk Islam sejak masuknya Islam di Madinah. Suaminya bernama Mu’adz bin Nu’man dari bani Abdul Asyhal. Di antara anak beliau: Sa’ad, ‘Amr, Iyyas, Aus, ‘Aqrab, dan Ummu Hazzam.

Ummu Sa’ad bin Mu’ad RA adalah di antara Sahabat wanita yang terdepan dalam kebaikan. Ia adalah wanita awal yang membaiat Rasulullah ﷺ, bersama Ummu ‘Amir binti Yazid bin as-Sakan dan Hawwa’ binti Yazid bin as-Sakan.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Ada dua kisah menarik yang akan diangkat dalam kisah heroiknya yang layak untuk diteladani:

Pertama, pada pertempuran Uhud, ia keluar bersama wanita yang mencemaskan keselamatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Meski kabar syahidnya anaknya yang bernama ‘Amru bin Mu’adz, telah sampai kepadanya. Tapi, hal utama yang diinginkannya adalah mengetahui terlebih dahulu keselamatan Rasulullah shallallau ‘alaihi wasallam.

Sesampainya di medan perang, saat tahu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam kondisi selamat, ibu hebat ini memuji Allah dan menganggap musibah yang menimpanya berupa: kematian ‘Amru, dianggapnya ringan saja. Bagi beliau yang utama adalah keselamaan Rasulullah.

Pada waktu itu, anaknya yang gugur syahid di Perang Uhud adalah ‘Amru bin Mu’adz radhiyallahu ‘anhu. Ia dibunuh oleh Dhirar bin al-Khattab yang saat itu belum masuk Islam.

Ibu yang lebih mendahulukan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, berani menghadapi risiko di medan laga, serta sabar ketika menghadapi ujian, tidak mengherankan jika melahirkan pahlawan.

Kedua, kisahnya ketika bersama Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu di Perang Khandaq, di benteng Bani Haritsah.

Ketika Rasulullah keluar menuju Khandak, beliau menempatkan anak-anak dan para wanita di benteng ini karena khawatir diserang musuh.

‘Aisyah bercerita, “Saat aku berada di benteng Bani Haritsah, aku bersama Ibu Sa’ad bin Mu’adz. Lewatlah Sa’ad bin Mu’ad, seraya berkata, “Nantikan sejenak , menyusul gemuruh Hamal (seorang pemberani)….Betapa indahnya kematian, ketika datang ajal.”

Lalu ibunya menimpalinya, “Susullah wahai anakku, kamu telah terlambat.” “Aku bertanya kepadanya, “Wahai Ibu Sa’ad, engkau tidak ingin baju besi Sa’ad lebih sempurna dengan yang ia pakai?” Dukungan, ketegaran, dan keberaniannya sungguh luar biasa sehingga membiarkan anaknya memakai baju besi yang tak sempurna. Baginya, hidup atau mati dalam perjuangan sama-sama menguntungkan.

Akhirnya Sa’ad terkena panah seperti yang dikhawatrikan ‘Aisyah. Orang yang memanahnya berkata, “Ambillah (panahku)! Aku adalah Ibnu al-‘Araqah.” Sa’ad pun menjawab, “Semoga Allah mengucurkan keringat wajahmu di neraka.” Demikianlah akhir manis sang buah hati dalam perjuangan yang didukung olehnya dengan sepenuh hati.

“Selalu ada perempuan kuat di balik lelaki hebat. Perempuan mulia itu bisa istri atau ibu, bisa jadi dua-duanya.” Demikian tulis Yoli Hemdi dalam buku “Stories of Love: dari Cinta Klasik Sampai Cinta Unik” (2002: 146). Itu semua memang terbukti. Dari sosok brilian Sa’ad bin Mu’adz, ada wanita hebat bernama: Kabsyah binti Rafi’.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kabsyah Binti RafiMuslimahSahabat NabisirahSirah Nabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peradaban Islam Harus Tetap Mengekalkan Akidah dan Syariah
Tulisan selanjutnya Yordania Ambil Kembali Tanahnya setelah 25 Tahun Dikuasai Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?