Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Ajak Dunia Tetapkan 15 Maret sebagai “Hari Solidaritas Internasional melawan Islamofobia”

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 November 2019 17:36 5:36 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 November 2019 17:36
Bagikan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Bagikan

Hidayatullah.com-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), organisasi internasional dan regional lainnya menjadikan tanggal 15 Maret sebagai “Hari Solidaritas Internasional melawan Islamofobia”.

“Dunia Islam tidak memiliki hak prerogatif untuk membuat dan menerapkan keputusan untuk menentukan masa depannya,” kata Erdogan dalam pidatonya di sesi pembukaan KTT Komite Tetap 29 untuk Kerja Sama Ekonomi dan Komersial (COMCEC) yang ke-35 di Istanbul hari Rabu (27/11).

Dalam pidatonya Erdogan mengajak kepada seluruh umat Islam untuk menjadi pembela keadilan di abad ke-21 ini.

“Tidak akan ada keraguan bagi para pembela keadilan untuk bekerja keras dalam menegakkannya selama kedzaliman masih merajalela. Para Muslim harus jadi pembela keadilan di abad ke-21,” ujar dia.

Dia melanjutkan dengan mencatat bahwa umat Islam tidak berdaya, tidak aktif dan tidak cukup terwakili dalam organisasi internasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pertama-tama kita harus percaya pada diri kita sendiri. Sebagai Organisasi untuk Kerjasama Islam (OKI), kita perlu mengenali kekuatan kita, memahami diri kita sendiri dan menentukan sikap kita yang sesuai. AS, yang gagal menemukan solusi di Bosnia-Herzegovina, Rwanda dan Suriah tidak akan menemukan solusi untuk masalah kita,” katanya dan menyarankan bahwa struktur Dewan Keamanan perlu dibentuk dengan mempertimbangkan populasi dunia katanya dikutip Daily Sabah.

Dunia Islam mudah dimanipulasi karena umat Islam bukan komunitas yang bersatu padu, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Presiden menggarisbawahi bahwa negara-negara mayoritas Muslim menghadapi banyak ancaman, termasuk terorisme dan perang saudara, di atas peningkatan xenophobia.

“Organisasi teroris menumpahkan darah di pasar kami, masjid dan sekolah,” kata Erdogan, merujuk pada kelompok yang melakukan serangan teroris dengan nama Islam.

Dia mengulangi seruannya untuk merestrukturisasi AS dan berpendapat bahwa umat Islam perlu menjadi pembela keadilan di abad ke-21.

Dia memperluas panggilan persaudaraannya di luar hubungan yang menguntungkan di antara umat Islam dengan menyarankan bahwa negara-negara Muslim harus memobilisasi untuk bekerja sama dalam urusan teknis, perdagangan, budaya dan sosial.

Turki telah menyuarakan keprihatinannya tentang meningkatnya sentimen anti-Muslim dan serangan yang menargetkan Muslim di Barat.

Turki, bersama dengan Pakistan dan Malaysia, juga telah mengusulkan untuk mendirikan pusat media dan komunikasi bersama melawan rasisme anti-Muslim.

Kebencian anti-Muslim telah meningkat secara signifikan di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Ekstremisme dan xenophobia sayap kanan telah memicu kebencian anti-Muslim di negara-negara Barat, di mana serangan teror oleh Daesh dan al-Qaeda digunakan sebagai alasan untuk melegitimasi pandangan-pandangan itu.

Meskipun permusuhan terhadap Muslim bukanlah fenomena baru, itu meningkat setelah tahun 2001 ketika dua pesawat menabrak World Trade Center di New York City. Sejak itu, selama hampir dua dekade, Islam telah dinodai secara tidak adil dengan label-label yang memiliki konotasi negatif dan digambarkan sebagai agama kebencian dan kekerasan dengan sentimen anti-Barat dan penindasan perempuan. Tren intoleransi ini telah memicu serangan mematikan terhadap Muslim dan imigran.

Dengan meningkatnya rasisme sebagai masalah serius di hampir semua negara UE, warga negara asing menjadi lebih rentan di beberapa negara. Sebagai contoh, di Jerman, Muslim telah menjadi target serangan yang tak terhitung jumlahnya dalam beberapa tahun terakhir.

Menyinggung masalah Palestina, Presiden Erdogan mengatakan umat Islam juga harus mengambil sikap tegas terhadap ketidakadilan Israel.

“Dengan tidak menghormati hak rakyat Palestina untuk hidup dan bekerja dalam damai, Israel membahayakan masa depan dunia dan kawasan,” katanya dan menambahkan bahwa Turki bertekad untuk membela hak-hak warga Palestina di semua tempat dan kesempatan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamofobiaislamophobiapalestinaPresiden TurkirasismeRecep Tayyip ErdoganTurkixenophobia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polda Metro Jaya Ungkap Penipuan Berkedok “Perumahan Syariah”
Tulisan selanjutnya Salam Lintas Agama, Wasathiyah dan Intoleransi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?