Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahathir Ajak Negara Muslim Tidak Tergantung Dolar

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Desember 2019 20:46 8:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 Desember 2019 20:46
Bagikan
PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad pada KTT Kuala Lumpur
Bagikan

Hidayatullah.com-Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohammad mengajak Negara Islam tidak tergantung dolar dan perlu menciptakan mata uang bersama bekerja sama dengan bank sentral masing-masing.

Orang nomor satu di Malaysia itu mengaku, sesekali berbicara mengekang dominasi dolar AS di negara-negara berkembang.

“Kami sudah menyarankan ini sejak lama, kami tidak harus sering menggunakan dolar AS. Ketika kita (selalu) menggunakan Dolar AS, ketika pembatasan dibuat, itu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita,” kata Ketua KTT Kuala Lumpur 2019 (KTT Summit 2019) itu dalam pertemuan meja bundar bersama dengan KTT KL 2019.

Baca: KTT Kuala Lumpur 2019 Hasilkan 5 Nota Kesepahaman

Hadir dalam pertemuan meja bundar, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Dr Hassan Rouhani, dan perwakilan lain dari Uzbekistan, Mauritania, dan Rusia.

Mahathir mengatakan ada banyak hal yang bisa dipelajari negara-negara Muslim, terutama Malaysia bisa belajar dari Iran dan Turki.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami melihat Turki menguasai teknologi modern, juga Iran. Kami tidak tahu banyak tentang Iran, tetapi mereka memiliki keunggulan dalam sains, teknik, dan sebagainya.

“Apa yang disebut ilmu-ilmu Iran, seperti sains, teknologi, dan lain-lain, tampaknya cukup modern dan telah berjalan jauh di bidang ini. Dan kita bisa bertukar pelajaran dari mereka,” tambahnya.

Baca: Mahathir Mohammad: KTT Kuala Lumpur untuk Mencari Solosi Masalah Umat

Sementara itu Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Mohamed Azmin Ali, mengatakan, negara-negara Muslim perlu mengintensifkan perdagangan dan investasi untuk menciptakan skala ekonomi dengan mengadopsi revolusi industri keempat untuk menghasilkan kekayaan dan kemakmuran.

Kerja sama strategis geo-ekonomi diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja baru, kekayaan, dan membuka peluang ekonomi baru.

“Penting bagi negara-negara Muslim yang kaya untuk memobilisasi sumber daya mereka dengan lebih baik untuk memajukan pengembangan keterampilan tinggi manusia baru di negara Islam,” katanya.

Saat ini, ia mengatakan perusahaan swasta Malaysia telah mengimplementasikan beberapa proyek dengan mitra mereka di Qatar, Turki, dan Pakistan.

Mohamed Azmin mengatakan hal ini ketika menyampaikan pidato pembukaannya pada sesi pleno, berjudul “Redistribusi Kekayaan – Kemakmuran Bersama” dalam hubungannya dengan KTT Kuala Lumpur 2019, hari Jumat.

Baca: Dr Mahathir Mendesak Negara Islam Mulai Mengejar Pengembangan Teknologi

Dia mengatakan Malaysia akan membuka peternakan sapi perah terbesarnya dalam kemitraan dengan Qatar, memanfaatkan teknologi dan keahliannya.

“Kami berupaya meningkatkan kerja sama dengan Turki, yang memiliki industri pertahanan yang maju dan sekarang memproduksi lebih dari 70 persen peralatan militernya sendiri,” katanya.

Perusahaan mobil, Proton Holdings Bhd, akan mendirikan pabrik di Karachi pada tahun 2021, yang bertujuan untuk menghasilkan investasi dan menciptakan lapangan kerja bagi warga Pakistan saat menjalankan aktivitas komersial, kata Mohamed Azmin.

Dia mengatakan negara-negara Muslim harus meniru Indonesia dalam menciptakan lingkungan bisnis yang ramah teknologi dan investasi, di mana perusahaan baru seperti transportasi online, Go-Jek yang telah melahirkan trend baru ekonomi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dolarKL Summit 2019KTT Kuala LumpurKuala LumpurMahathir MohammadMalaysianegara IslamPM Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KTT Kuala Lumpur 2019 Hasilkan 5 Nota Kesepahaman
Tulisan selanjutnya Bagaimana Tanah Umat Islam di Filipina Selatan Bisa Menyusut?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?