Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Nashirul Haq: Tradisi Keilmuan Islam Mengubah Peradaban Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2019 07:21 7:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2019 07:21
Bagikan
Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr Nashirul Haq di Batam, Kepri.
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam kembali menggelar Seminar Peradaban bersama Dr Nashirul Haq Lc MA, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Rabu, 27 Rabiul Akhir 1441 Hijriyah (25/12/2019).

Acara yang dilakukan di Aula Serbaguna Gedung Hidayatullah Asia Raya, Kampus Utama Hidayatullah Batam, Kepri, ini mengangkat tema “Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Membangun Peradaban Dunia”.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua STIT Hidayatullah Batam, Mohammad Ramli MPdI, sekaligus didaulat memberi sambutan awal. Hadir juga, jajaran dewan dosen Pendidikan Tinggi Hidayatullah (PTH) Batam, murabbi al-Qur’an, musyrifah halaqah, para pengasuh, dan ratusan mahasiswa PTH Batam, yang memadati ruang utama.

Selanjutnya, presentasi materi seminar oleh Ustadz Nashirul Haq yang memaparkan peran dan sejarah perguruan tinggi Islam dalam membangun peradaban dunia.

“Mengapa kita pakai istilah peradaban dunia, karena kontribusi universitas Islam bukan hanya kepada Umat Islam, tapi kepada seluruh umat manusia di muka bumi ini,” papar Nashirul Haq mengawali slidenya dalam bentuk power point.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Jadi, lanjut alumnus Universitas Islam Madinah ini, sebelum Eropa dan Barat mengembangkan ilmu pengetahuan, dunia Islam itu sudah sangat gemilang dalam hal sains dan teknologi. Di antara peran tersebut lahirnya sarjana dan ilmuwan Muslim, hasil didikan universitas Islam atau perguruan tinggi Islam kala itu.

Sarjana dan ilmuwan Muslim itulah kemudian yang mencipta dan mengembangkan sains dan teknologi yang sangat besar manfaatnya untuk kehidupan dunia.

“Mereka itulah kelak menjadi pelopor dan inspirator untuk melakukan pembaharuan dalam kehidupan manusia dari masa ke masa. Sedangkan institusi keilmuannya menjadi wadah berkembangnya seluruh bidang keilmuan yang disebut al-jami’ah karena sifatnya merangkum dan menyeluruh,” jelasnya.

Kata Nashirul Haq melanjutkan, bahwa perguruan tinggi pertama di dunia ini adalah perguruan tinggi Islam, di saat Eropa masih dalam masa kegelapan.

“Perguruan tinggi pertama di dunia ini adalah Universitas Al-Qarawiyyin, di Fez, Maroko, berdiri tahun 859 M. Kedua, Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir, tahun 970 M,” sebut Doktor International Islamic University Malaysia (IIUM) ini.

Di institusi-institusi keilmuan tertua dunia inilah, lanjutnya, seluruh bidang ilmu dikaji. Ada bahasa, logika, kedokteran, fiqh, matematika, kimia, fisika, hadits, tafsir, dan lainnya. Dari sini pula, lahir sarjana dan ilmuwan Muslim. Sebut saja Ibn Khaldun, Allaj al-Fasi, al-Khattabi, al-Bahjah, dan Ibn Thufail.

“Kemudian generasi selanjutnya, ada al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali, Ibn Rusyd, al-Khawarizmi, Ibn Haitsam, Ibn Asyur, Ibn Hazm, dan lain sebagainya,” paparnya.

“Saat itu Eropa belum ada. Masih dalam masa kegelapan. The dark age. Eropa baru mempunyai perguruan tinggi 300 tahun atau tiga abad lebih setelah perguruan tinggi Islam ada,” paparnya membandingkan antara Islam dan Eropa.

Ketika Eropa baru merintis perguruan tinggi, sebutnya lagi, tradisi keilmuan di negeri-negeri umat Islam sudah sangat berkembang dan melesat jauh serta munculnya universitas-universitas Islam yang baru. Ada Universitas Lankore di Mali, Afrika, Universitas Az-Zaituna, di Tunisia, dan Universitas Cordova di Andalusia, Spanyol.

“Kemudian lahir dan terciptalah, sarjana Muslim dan temuan-temuannya yang gemilang, yang mengubah dunia. Karya-karyanya menghasilkan sains dan teknologi yang mengubah dunia,” kata Nashirul Haq sambil menyebut satu persatu temuan sains para ilmuwan Muslim tersebut.

Dari mereka, lanjutnya, muncul ilmu kedokteran, ditemukan lensa optik dan kamera, pesawat terbang, teleskop bintang, ilmu bedah, kimia, fisika, dan bahkan angka nol, yang temukan adalah ilmuwan Muslim.

“Semua itu bersumber dari tradisi keilmuan Islam yang kemudian mengubah peradaban dunia,” pungkas menantu Pendiri Hidayatullah, Ustadz Abdullah Said ini.

Terakhir, anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia ini, memberi pesan dan harapan kepada Pendidikan Tinggi Hidayatullah (PTH) agar menjadi pusat kaderisasi Hidayatullah yang melahirkan sarjana Muslim berkualitas secara intelektual dan spiritual.

“PTH juga menjadi pelopor dalam membangun tradisi keilmuan dan pengembangan studi Islam di Hidayatullah,” kata pria murah senyum ini berpesan.* (Azhari)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Nashirul Haqperadaban duniaperadaban Islamperguruan tinggi islamsainsSTIT Hidayatullahuniversitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hari Natal Warga Hong Kong Tetap Berdemonstrasi Memprotes Pemerintah
Tulisan selanjutnya Legislator Dorong Pendekatan Sosial Ekonomi Agama Terkait Abu Sayyaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?