Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

‘Thailand Selatan Bertahun-tahun Konflik, tapi Sekolah dan Pesantrennya Bagus-Bagus’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Januari 2023 14:01 2:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Februari 2020 08:53
Bagikan
Santri di Pesantren dan Madrasah Yatim Darul Barakah, Pattani, Thailand Selatan
Bagikan

Penduduk Pattani 88 % Muslim, sisanya Buddha. Sampai 1785, Pattani merupakan Ibukota Kesultanan Patani Darul Ma’arif, bertahun-tahun konflik tapi pondok pesantren berkembang pesat

Hidayatullah.com | “ALLAHUMMA Baarik Hidayatullah wa Ahluhaa.. Ya Allah, berkahilah (Gerakan) Hidayatullah dan seluruh anggota keluarga besarnya.”

Doa yang seketika diucapkan Prof Dr Ismaillutfi Japakiya, Rektor Universitas Fatoni, seperti membungkus seluruh perjalanan di dua provinsi di Thailand Selatan itu, Satun dan Pattani.

Prof Ismaillutfi menerima Tim Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang selama seminggu menziarahi berbagai lembaga dakwah, pendidikan, dan kemasyarakatan di Thailand Selatan dan Semenanjung Malaysia.

Tim gabungan ini terdiri dari Ketua Departemen Luar Negeri, Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Ketua Departemen Dakwah. Selama dua hari mereka bersilaturrahim dengan 5 sekolah/madrasah/pesantren dan sebuah universitas di dekat perbatasan Thailand-Malaysia.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Safari ini didukung organisasi HALUAN Malaysia yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan.

“Terus terang saya kaget juga, di wilayah yang Muslimnya minoritas, dan selama bertahun-tahun dicekam konflik bersenjata, sekolah dan pesantrennya bagus-bagus,” kata Ustadz Amun Rowi, Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Bahkan, menurut Amun, dari sejarah dan perkembangan yang didengarnya, “Sekolah dan pesantren ini sangat menjanjikan bagi masa depan Muslimin Thailand.”

Ustadz Shohibul Anwar, Ketua Departemen Dakwah, juga menyatakan rasa gembiranya, “Alhamdulillah bisa menyambung hati dan perasaan dengan saudara-saudara kita di sini. Lebih lanjut terbuka peluang kerja sama dakwah yang sangat luas.”

Di setiap lembaga yang dikunjungi, Tim DPP untuk Pementaan Dakwah dan Pendidikan Asia Tenggara ini menawarkan beberapa hal. Yaitu: Beasiswa bagi putra-putra Thailand Selatan untuk nyantri di pesantren-pesantren Hidayatullah; Setahun pengabdian mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi Hidayatullah; Undangan menghadiri Jambore Pandu Muslim Internasional 2022 di Balikpapan; Pengiriman tim dakwah dan daurah sesuai bidang yang diperlukan; dan Kunjungan pertukaran pelajar/santri dan ustadz/ustadzah selama sebulan.

Lebih dari itu, Tim DPP ini bersepakat melanjutkan penjajakan berdirinya pesantren Hidayatullah di Thailand Selatan. “Yang penting niat, doa, dan pintunya kita mulai, Allah yang menetapkan jadwalnya,” demikian kemufakatan tim ini.

Ada sejumlah lembaga yang menjadi tuan rumah kunjungan Tim DPP Hidayatullah di Thailand Selatan:

Yayasan Pesantren Daarul Ma’aaref, Satun

Pesantren Daarul Ma’aaref didirikan hampir seratus tahun silam oleh seorang ‘alim berasal dari Painan, Minangkabau, bernama Ustadz Muhammad Zikri.

Pengelolaan pesantren di Provinsi Satun ini dilanjutkan oleh putra Almarhum bernama Ustadz Muhammad Zakiy, yang saat ini dilanjutkan oleh cucunya Ustadz Ahmad Muhammad. Berdiri di atas tanah seluas 5 hektare, pesantren ini membagi dua kompleknya menjadi kawasan putra dan putri. Santri putra berjumlah 350an orang, santri putri berjumlah 600an orang.

Wakil direktur pesantren ini, Ustadz Syafi’i yang menerima Tim DPP Hidayatullah, seorang sarjana Syar’iah lulusan Universitas Yarmouk, Yordania. Beliau juga cucu menantu dari pendiri pesantren ini. “Kami sangat berbahagia atas kunjungan Hidayatullah ini, kami berharap jalinan kerja sama yang diniatkan bisa segera kita wujudkan,” katanya sambil sibuk menjamu tamunya.

Wakil Direktur Yayasan Pesantren Daarul Ma’aaref, Satun, Ustadz Syafi’i menerima Tim DPP Hidayatullah.

Sekolah Nida Suksasat, Satun

Status sekolah Nida Suksasat tidak berbeda dengan sekolah swasta di seluruh Thailand. “Hanya saja bobot pendidikan agamanya kita perbanyak,” jelas Ustadz Shalahuddin, Penasihat Yayasan Pendidikan dan Pengajian Nida’ul Islam, Satun. Suksasat berarti “Pengajian” atau “Majelis Ta’lim”.

Mengisyaratkan, bahwa sekolah yang memiliki murid sebanyak 1.200an orang ini diawali dari sebuah majelis ilmu sekitar 11 tahun yang lalu. Ustadz Abdul Malik Ad-Darimi, Direktur Yayasan menjelaskan bahwa pihaknya banyak belajar dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu di Indonesia.

Pesantren dan Madrasah Yatim Darul Barakah, Pattani

Berawal dari sebuah panti asuhan dengan belasan anak asuh yang berdiri sejak tahun 1990, dengan izin Allah, dan ketelatenan pasangan Haji Ismail dan Hajjah Fatimah, Madrasah Darul Barakah berkembang pesat menjadi pesantren dan sekolah yatim dan dhuafa untuk 1.300an orang santri dan siswa.

“Kami memetik pelajaran berharga, untuk tidak pernah mengharapkan apapun selain kepada Allah Ta’ala saja,” kenang Hajjah Fatimah sambil berkali-kali matanya berlinang air. Hal yang sama dibenarkan oleh suaminya, Haji Ismail pensiunan pegawai negeri di Departemen Pendidikan Thailand.

“Sekali kita sudah memasang niat, bergantung hanya kepada Allah, terus sayangi anak-anak,” kata Haji Ismail penuh semangat. Dibantu hampir 100 orang guru dan pengasuh, Darul Barakah kini punya nakhoda baru Ustadz Haji Mahyuddin putra kedua pasangan itu yang lulusan Syari’ah Ma’had Abu Bakar di Lahore, Pakistan, dan Universitas Islam Riau di Pekanbaru.

Haji Ismail dan Hajjah Fatimah di Madrasah Darul Barakah Pattani

Menantunya, Ustadz Anas yang baru selesai S2 di Universitas Muhammadiyah Surakarta juga ikut memperkuat regenerasi pusat pendidikan ini.

Madrasah Al-Quran dan Multilingual Kalamullah, Pattani

Sembilan tahun jadi wakil rektor Universitas Fatoni, tak membuat Ustadz Abdullah Hasan merasa cukup sudah berkiprah di dunia pendidikan. Bukannya istirahat setelah pensiun ia justru semakin sibuk dengan menjadi pendiri, pemegang izin, sekaligus manajer Sekolah Al-Quran dan
Multilingual Kalamullah.

“Fokus sekolah ini adalah menanamkan iman dan Al-Quran kepada seluruh siswa yang berjumlah 350 orang di sini (sebagian berasrama) dan multi-bahasa.” Tiga level pendidikan Al-Quran, yaitu: Belajar membaca (metode Qira’ati, Semarang); Halaqah Al-Quran membaca sampai khatam; Halaqah Tahfizhul Quran. Fokus kedua memaksimalkan keterampilan mereka dalam 4 bahasa: Melayu bahasa ibu mereka, Thai bahasa nasional, dan Arab-Inggris.

Ustadz Abu Bakar, guru bahasa Arab asal Pantai Gading, Afrika dan belasan lain dari negara lain menunjukkan Kalamullah serius. Tiga orang guru asal Indonesia mengajar bahasa Inggris, di antaranya Rizki dari Cilacap lulusan Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Lalu ada Ustadz
Mumtaz dari India.

“Kami bayar mereka dengan jumlah gaji di atas rata-rata guru di sekolah-sekolah Thailand, karena kami yakin, iman, akhlaq dan ketrampilan guru memang harus sebagus mungkin untuk menghasilkan lulusan terbaik,” kata Abdullah Hasan. Dia sendiri yang mewawancarai semua guru, termasuk mengecek kemampuan mereka membuat perencanaan pengajaran setiap mingggu.

Madrasah Thaluban

Sebuah madrasah waqaf yang berusia hampir seratus tahun dan banyak mengkonservasi bangunan-bangunan tua seperti masjid, kantor dan sekolah dari abad ke-18 dan ke-19 di kota Pattani.

Universitas Fatoni

Universitas Islam terbesar di Thailand ini berdiri 22 tahun silam (1998) telah tumbuh berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi yang berwibawa di Thailand. Rektornya Prof Dr Ismaillutfi Japakiya menyelesaikan seluruh studinya dari S1 sampai S3 di Universitas Islam Madinah, dan menetapkan motto universitas ini: “Jaami’atiy Jannatiy. Universitasku Syurgaku.”

“Bermakna bahwa semua orang di sini, baik civitas akademika maupun mahasiswa, bersama-sama menjadikan universitas ini sebagai kendaraan menuju Syurganya Allah Ta’ala, in syaa Allah,” tukas Prof Ismaillutfi kepada Tim DPP Hidayatullah.

 

Untuk diketahui, Satun (warna merah di peta) merupakan salah satu dari 5 provinsi di Thailand Selatan yang berbatasan dengan Semenanjung Malaysia bagian utara. Luas: 2.479 km2. Penduduk: 321.574 jiwa (2018). Kepadatan: 130 jiwa per km2. Agama: 67,8% Muslim; 31,9% Buddha.

Sampai 1909, Satun masih disebut Kerajaan Setul Mambang Segara, berhubungan dekat dengan Kesultanan Kedah. Sejak Perjanjian Keamanan Inggris-Siam (1909), Inggris yang menjajah Semenanjung Malaysia menghadiahkan Setul/Satun memiliki banyak warga Thai kepada Kerajaan Siam (Thailand). Berbeda dengan Muslimin Pattani, Yala, dan Narathiwath, Muslimin Satun hampir tak pernah terlibat bentrok senjata dengan rezim Buddha yang beribukota di Bangkok.

Pattani merupakan provinsi pesisir yang di peta tampak disangga dua provinsi lain yang berbabasan dengan Malaysia. Pattani atau Fathoni, orang yang cerdas. Pattani juga adaptasi bahasa Thai untuk kata Melayu yang artinya “Pantai Ini”. Luas: 1.940 km2. Penduduk: 718.077 jiwa. Kepadatan: 370 jiwa per km2.

Penduduk Pattani 88 % Muslim, sisanya Buddha. Sampai 1785, Pattani merupakan Ibukota Kesultanan Pattani Darul Ma’arif, sampai dijajah oleh Kerajaan Siam pada tahun itu. Tahun 1980an bentrokan bersenjata antara gerilyawan Muslim lawan serdadu rezim Buddha Bangkok meningkat. Sampai hari ini, pos-pos pemeriksaan militer masih bertebaran di mana-mana di Pattani, Yala, Narathiwath dan Satun. Tapi ketegangan sudah tidak terlalu nampak.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslim PattaniPattaniPondok pesantren PattaniThailand Selatan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Tutup Potensi Kebocoran Anggaran
Tulisan selanjutnya Menag Targetkan Manasik Haji Sepanjang Tahun di 34 Provinsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?