Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

UEA akan Buka Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Dunia Arab

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 18 Februari 2020 21:04 9:04 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 18 Februari 2020 21:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-Uni Emirat Arab (UAE) pada Senin telah mengeluarkan surat izin untuk reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Barakahnya.PLTN pertama di dunia Arab, menyebutnya sebagai sebuah “momen bersejarah” lapor The New Arab pada 17 Februari 2020.

Negara itu memiliki cadangan energi yang besar, tetapi populasi 10 jutanya yang haus akan energi. Membuat pemerintah berinvestasi besar dalam mengembangkan sumber daya alternatif termasuk tenaga surya.

PLTN Barakah, berlokasi di pantai Teluk barat laut Abu Dhabi. Dijadwalkan akan beroperasi pada tahun 2017 tetapi menghadapi sejumlah penundaan yang para pejabat kaitkan untuk memenuhi persyaratan keselamatan dan regulasi.

Regulator nuklir nasional sekarang telah menyetujui surat izin operasi untuk satu dari empat reaktor di PLTN itu, kata Hamad al-Kaabi, perwakilan UEA untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Ini adalah momen bersejarah bagi UEA, menjadikannya negara Arab pertama di kawasan itu. Mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir,” Kaabi mengatakan dalam konferensi pers.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Momen penting ini dicapai karena visi UEA dan kepemimpinannya untuk membangun program energi nuklir yang damai untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan di negara.”

Pabrik tersebut adalah yang pertama di kawasan itu – Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia, mengatakan pihaknya berencana untuk membangun hingga 16 reaktor nuklir, tetapi proyek tersebut belum terwujud hingga sekarang.

Pihak berwenang Abu Dhabi mengatakan pada Januari bahwa pabrik itu akan mulai beroperasi dalam beberapa bulan. Tidak ada tanggal baru yang diberikan pada hari Senin tetapi Kaabi mengindikasikan itu akan segera terjadi.

“Operasi penuh pabrik Barakah dalam waktu dekat akan berkontribusi pada upaya UEA untuk pengembangan dan keberlanjutan,” katanya. Ia menambahkan bahwa operator akan “melakukan masa penugasan untuk mempersiapkan operasi komersial”.

Pabrik itu dibangun oleh konsorsium yang dipimpin Korea Electric Power Corporation dengan biaya sekitar  24,4 miliar dolar AS. Ketika beroperasi penuh, keempat reaktor memiliki kapasitas untuk menghasilkan 5.600 megawatt listrik, sekitar 25 persen dari kebutuhan negara. Tiga reaktor yang tersisa hampir siap untuk operasi.

Kekhawatiran di Kawasan Teluk

Pabrik Barakah terletak di pantai Emirat, dipisahkan dari Iran oleh perairan Teluk yang bermasalah. Hanya 50 kilometer (30 mil) dari perbatasan Arab Saudi, dan lebih dekat ke ibu kota Qatar, Doha, dibandingkan dengan Abu Dhabi.

Di tengah konfrontasi yang tegang antara Iran dan Amerika Serikat atas program nuklir Teheran. UEA mengatakan tidak akan mengembangkan program pengayaan uranium atau teknologi pemrosesan ulang nuklir.

Tetapi hubungan antara Iran dan UEA, sekutu setia AS, telah memburuk ketika Washington mengejar kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Teheran dan menuduhnya menyerang tanker minyak di perairan Teluk.

UEA telah berulang kali mengatakan ambisi nuklirnya adalah untuk “tujuan damai” dan bergerak untuk menghilangkan kekhawatiran atas keamanan.

Pihaknya mengatakan telah menyambut lebih dari 40 misi dan peninjauan internasional dari IAEA dan Asosiasi Operator Nuklir Dunia (WANO) sejak 2010, sebagai bukti komitmennya terhadap transparansi.

Warga yang tinggal dalam radius 50 kilometer (30 mil) dari pabrik Barakah telah diinstruksikan tentang prosedur darurat jika terjadi kecelakaan.

Sementara itu, ketegangan antara Iran dan musuh bebuyutannya, Amerika Serikat telah melonjak sejak Mei 2018 ketika Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir. AS menawarkan keringanan sanksi Teheran sebagai imbalan atas pembatasan untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir.

Iran menyatakan tidak memiliki niat untuk memperoleh senjata nuklir meskipun sejak 2018 mulai melanggar ketentuan perjanjian yang membatasi pengayaan uraniumnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dunia ArabPembangkit Listrik Tenaga NuklirUEAUni Emirat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menanggapi 29 Rumusan Konferensi Internasional di Kairo
Tulisan selanjutnya Menag: Tutup Potensi Kebocoran Anggaran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?