Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Petani Prancis Protes Kebijakan Agrikultur Uni Eropa

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2020 09:37 9:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2020 09:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Akhir pekan kemarin Presiden Prancis Emmanuel Macron membuka untuk publik pameran agrikultur terbesar, Salon International d’Agriculture. Macron menghabiskan waktu sepanjang hari Sabtu (22/2/2020) untuk mengunjungi stan di sana satu per satu, tetapi dia kemudian dikepung oleh sekelompok petani dan aktivis yang khawatir dengan masa depan mereka.

“Dunia pertanian sedang diserang oleh kediktatoran ekonomi, baik di tingkat Prancis maupun global,” kata Nicolas Girod, jubir Confédération Paysanne, serikat petani terbesar ketiga di Prancis, seperri dikutip RFI Senin (24/2/2020).

Banyak petani kecil merasa tersisihkan oleh kebijakan Uni Eropa di bidang pertanian, Common Agricultural Policy (CAP).

Pada tahun 2018, CAP mendapatkan porsi 40% anggaran Uni Eropa yang mencapai 160 miliar euro. Kebanyakan dana CAP (lebih dari tiga perempat) disalurkan kepada petani secara pembayaran langsung.

Akan tetapi akibat ketidakpastian yang antara lain disebabkan Brexit dan ketidakmampuan UE untuk mencapai kata sepakat soal besaran anggaran, para petani khawatir mereka akan menanggung beban akibatnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Semakin besar [pertanian] Anda, semakin besar [uang] yang Anda dapat,” kata Claude, seorang wanita petani sayuran di Burgundy yang datang ke Salon International d’Agriculture. “Tidak bisa seperti itu. Itu tidak adil,” imbuhnya.

Aurélie Catalo, manajer koordinasi platform For Another PAC, mengatakan bahwa agribisnis sekarang ini dihitung berdasarkan luas lahan.

Organisasinya mengajukan agar dana diberikan sesuai dengan upah buruh tani dan bukan berapa hektar lahan yang dimiliki petani. Apabila luas lahan yang dihitung maka petani besar justru yang paling beruntung.

Catalo berpikir bahwa anggaran CAP akan turun di rahun-tahun mendatang. “Anda tidak bisa berharap petani akan begitu saja mengubah praktik pertanian sebab subsidi menurun.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Serikat Buruh Sebut RUU Ciptaker Ciptaan Pengusaha
Tulisan selanjutnya Anwar Ibrahim: Saya Minta PM Mahathir Tidak Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?