Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

29 Tentara Turki Terbunuh dalam Serangan Udara Rezim Suriah di Idlib

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 28 Februari 2020 07:23 7:23 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 28 Februari 2020 07:22
Bagikan
pos pengamatan turki
Tentara Turki di pos pengawasan di Idlib, Suriah (AP)
Bagikan

Hidayatullah.com-Sebuah serangan udara rezim Suriah membunuh 29 tentara Turki di Provinsi Idlib, kata pejabat Turki dikutip TRT World,  Jumat, (28/2). Sedang tentara lain yang terluka parah dalam serangan itu sedang dirawat di rumah sakit di Turki, kata Gubernur Hatay Rahmi Dogan.

Gubernur juga mengatakan 36 tentara yang terluka berada di rumah sakit di pronvisi Hatay selatan Turki.  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan mengadakan pertemuan keamanan darurat di Ankara menyusul serangan rezim Suriah terhadap tentara Turki tersebut.

Sementara juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) Omer Celik mengatakan Turki sekarang akan menganggap semua elemen rezim Assad sebagai target musuh.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga dilaporkan berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg melalui panggilan telepon pasca serangan.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Turki telah menghancurkan total 1.709 elemen rezim dalam operasinya di Idlib sejak 10 Februari 2020. Direktur Komunikasi Turki Fahrettin ALtun mengingatkan batas waktu bagi rezim Suriah untuk menarik mundur pasukan mereka ke belakang pos pengawasan Turki di Idlib:

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Waktu hampir habis! Rezim pembunuh telah menyerang warga sipil dan tentara kami di lapangan. Kami telah dan akan terus menanggapi. Jika serangan ini berlanjut, kami akan bergerak maju dengan rencana kami untuk menghentikan rezim dari membunuh dan mengusir lebih banyak orang,” Altun mengatakan di akun Twitternya.

Pada siaran pers pasca pertemuan keamanan darurat di Ankara, Altun mengatakan pasukan darat dan udara Turki melancarkan serangan yang untuk mengurangi kekuatan musuh terhadap semua target rezim Suriah yang diketahui.

“Hari ini, kita tidak bisa dan tidak akan menyaksikan apa yang terjadi di Rwanda, Bosnia dan Herzegovina di masa lalu terulang di Idlib,” kata Altun. Penasihat dan juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin menghubungi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert C. O’Brien untuk membicarakan serangan rezim Suriah.

Di sisi lain, Senator AS Lindsey Graham, yang dekat dengan pemerintahan Trump, menyerukan pembentukan zona larangan terbang di atas Idlib Suriah dan menyerukan kepada Presiden Donald Trump untuk membantu menghentikan pembunuhan warga sipil.

Tentara Turki juga telah menghancurkan total 55 tank, tiga helikopter, 18 kendaraan lapis baja, 29 howitzer, 21 kendaraan militer, empat senjata anti-pesawat Docka, enam penyimpanan amunisi, dan tujuh mortir dalam operasinya, kata beberapa sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Tetapi lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi sejak saat gencatan senjata terus dilanggar.

Zona de-eskalasi saat ini menjadi rumah bagi 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu warga sipil yang terusir oleh serangan rezim Suriah dari provinsi lain.

Diperkirakan satu juta warga sipil Suriah telah bergerak menuju wilayah di dekat perbatasan dengan Turki untuk mencari perlindungan. Dengan cuaca dingin yang membeku.

Sejak meletusnya perang saudara berdarah di Suriah pada 2011, Turki telah menampung sekitar 3,7 juta warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka, menjadikannya negara penampung pengungsi terbanyak di dunia.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Idlibpos pengawasan turkiserangan udarasuriahTentara TurkiTurkizona de-eskalasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Presiden Iran Positif Terinfeksi Virus Covid-19
Tulisan selanjutnya Menko Polhukam: Tak Ada Kontradiksi Antara Agama dan Pancasila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?