Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terlibat Penculikan YouTuber Muda Meksiko Dihukum Penjara 50 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Maret 2020 18:46 6:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Maret 2020 18:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang YouTuber yang menculik seorang wanita di negara bagian Chihuahua, Meksiko, pada bulan Februari 2018 telah dijatuhi hukuman penjara 50 tahun.

Germán Abraham Loera Acosta merupakan satu dari enam pria yang menyergap seorang wanita pengacara berusia 33 tahun dan memasukkannya ke dalam mobil.

Loera Acosta menyewa rumah yang menjadi tempat penyekapan korban dan menuntut uang tebusan 2 juta peso ($103.000) dalam bentuk Bitcoin untuk pembebasan wanita tersebut.

Wanita itu berhasil diselamatkan polisi dua hari kemudian.

Empat orang pelaku dibekuk polisi dalam operasi yang sama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain hukuman penjara, kelompok penculik itu wajib membayar denda 500.000 peso ($25.730), lapor BBC Selasa (3/3/2020).

Jaksa distrik Chihuahua Cesar Peniche saat penangkapan mengatakan bahwa Loera Acosta adalah seorang yang sangat berpengalaman dalam komunikasi internet, yang berusaha menggunakan internet untuk mempersiapkan kondisi penculikan.

Namun, imbuh Peniche, pada akhirnya aksi pemuda itu terendus sebab Bitcoin sekarang ini juga bisa dilacak.

Loera Acosta, 25, sebelum kasus ini adalah seorang influencer dan direktur sebuah perusahaan marketing dan desain. Dia sering membuat konten tentang marketing dan bisnis. Akunnya di YouTube, yang menggambarkannya sebagai seorang pengusaha, menampakkan tagline berbunyi, “Menurut saya pikiran kita adalah satu-satunya yang membatasi diri kita.”

Sebelum penangkapannya, dia juga membagikan pesan-pesan motivasi kepada para pengikutnya, beserta satan bagaimana meningkatkan kehidupan profesional dan personal mereka.

“Kalian bukan masa depan, kalian adalah masa kini dan karenanya bertindaklah demikian, kita akan membuat negara dan dunia ini menjadi sesuatu yang spesial,” tulisnya.

Loera Acosta juga pernah menjadi pembicara di sejumlah acara dan ambil bagian dalam World Congress of Young Leaders for Peace yang digelar akhir Juni 2017, lapor koran El Pais (8/3/2018).

Laporan koran El Pais itu juga menyebutkan bahwa setelah penangkapan para pelaku penculikan media Meksiko mengungkap ayah Loera Acosta dipenggal kepalanya pada awal bulan Februari dalam aksi balas dendam di antara kelompok kejahatan terorganisir. Pihak kejaksaan membenarkan kabar tersebut, tetapi belum menukan kaitan antara pembunuhan itu dengan penculikan yang dilakukan Loera Acosta terhadap wanita pengacara bernama Thania Denisse itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sarawak Malaysia Larang Kedatangan Orang Asing dari Iran dan Italia
Tulisan selanjutnya Kenya Terapkan Denda $50.000 Bagi Penyebar Hoaks Coronavirus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?