Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga AS di Eropa Bergegas Pulang Menyusul Kebijakan Coronavirus Trump

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Maret 2020 08:00 8:00 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Maret 2020 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dengan mata merah dan wajah tampak tertekan, orang-orang bergegas menuju bandara-bandara di Eropa untuk terbang kembali ke Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump hari Kamis (12/03/2020) mengeluarkan kebijakan berkaitan wabah coronavirus, yang melarang masuk orang yang datang dari negara-negara Eropa.

Larangan masuk itu berlaku selama 30 hari dan dikenai atas warga 26 negara Eropa, kecuali Inggris dan Irlandia, serta warga negara Amerika Serikat. Kebijakan itu berlaku mulai Jumat dini hari, lapor Reuters.

Pengumuman Trump itu mengacaukan rencana perjalanan puluhan ribu orang dan menghantam keras industri penerbangan komersil yang sudah nyaris lumpuh akibat coronavirus, yang sudah ditetapkan WHO sebagai pandemi dan menewaskan 4.600 orang di seluruh dunia.

“Pengumuman itu membuat panik,” kata Anna Grace, pemudi berusia 20-an tahun, mahasiswa AS di Universitas Suffolk yang pertama kali melancong ke Eropa dan langsung mengubah tiket pesanannya terbang kembali ke rumah dari Bandara Barajas, Madrid, dan batal terbang ke Prancis.

Di dekatnya, ada wanita tua pensiunan bernama Cristina Elvira. Dia akan terbangbkbali ke Miami dan merasa lega bisa meninggalkan Spanyol, di mana jumlah kasus baru coronavirus melonjak beberapa hari terakhir sehingga menjadikannya negara di Eropa yang paling parah terdampak Covid-19 setelah Italia dan Prancis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami beruntung dapat meninggakan Eropa,” kata Elvira ketika checked in menuju pesawat, dia salah dari sekitar 20 orang yang akan terbang kembali ke AS.

Akan tetapi, sebagian orang merasa khawatir apa yang akan terjadi setibanya mereka di AS.

“Saya harus mengubah tiket dan mengakiri perjalanan lebih dini, jika tidak, saya akan mendapati pintu perbatasan ditutup,” kata Miguel Paracuellos, seorang warga Spanyol yang bekerja di AS.

“Itu kebijakan yang diambil Trump dikarebakan dia orang yang tidak becus dan tidak mampu berbuat apa-apa di sana, dia justru menyalahkan musuh luar, dalam hal ini Eropa.”

Trump mengatakan dia harus bertindak demikian karena Uni Eropa gagal membuat kebikakan yang  layak untuk menghentikan penyebaran coronavirus.

Di bandara internasional Roissy Charles de Gaulle di Paris, Jon Lindfors menggemakan kritikan terhadap Trump, yang memyebabkan kebingungan dengan mengisyaratkan bahwa “perdagangan dan kargo” dari Eropa juga akan dilarang. Dia kemudian mengklarifikasi lewat Twitter bahwa perdagangan tidak akan terdampak.

“Tidak jelas apa yang dimaksudkan Trump. Kebijakan itu direncakan dengan buruk, dan kalimatnya tidak ditata dengan baik,” kata Lindfors, yang bekerja di sebuah perusahaan peralatan hidrolik dan akan terbang pulang ke AS hari Sabtu di akhir tujuh hari kunjungannya di Prancis.

“Trump bilang itu bukan krisis kesehatan, bukan krisis ekonomi, tapi kenyataannya demikian. Kami tidak lagi percaya omongan Trump.”

Seorang kru Delta mengatakan bahwa kebijakan Trump justru menjadikan maskapai penerbangan itu limbung.

“Ini akan menimbulkan kekacauan besar,” kata kru yang enggan identitasnya disebutkan itu.

“Kami tidak berharap jadinya seperti ini. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami dan perusahaan,” ujarnya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI dan Ormas Islam: Wajib Boikot Produk India Jika Tak Setop Diskriminasi Muslim
Tulisan selanjutnya Covid-19: Gereja Katolik Malaysia Hentikan Kebaktian Selama 2 Pekan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?