Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Mengapa Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Indonesia Sangat Tinggi?

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 April 2020 14:05 2:05 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 3 April 2020 14:05
Bagikan
https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona, 3 Mei 2020
Bagikan

Hidayatullah.com | MENURUT data dari www.worldometers.info/coronavirus/ tanggal 31/3/2020,  individu yang positif terkena Covid-19 telah berjumlah 1.677 orang. Dari jumlah tersebut, yang sudah wafat sebanyak 157 orang. Dengan demikian, tingkat fatalitasnya (jumlah penderita yang wafat dibandingkan dengan yang terjangkit) sebesar 9,36%.

Angka tersebut menduduki peringkat kedua di dunia. Peringkat pertama diduduki Italia, 11,7%. Spanyol yang penduduknya positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 102.136 orang menduduki posisi ketiga dengan angka fatalitas 8,86%.

Sementara itu negara-negara tetangga di Asia Tenggara, angka fatalitasnya jauh di bawah Indonesia. Malaysia misalnya, yang positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 2.908 orang. Hampir dua kali lipat dari orang yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia.

Namun orang yang wafat karena penyakit ini hanya 45 orang. Sekitar sepertiga dari jumlah orang yang wafat karena Covid-19 di Indonesia. Angka fatalitas di Malaysia hanya 1,55%.

Angka fatalitas di Thailand lebih rendah lagi, yakni hanya 0,69%. Dari 1771 orang yang terinfeksi Covid-19, hanya 12 orang yang wafat.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Keterpautan angka yang cukup jauh itu tentu saja menimbulkan tanda tanya pada masyarakat; ada apa di Indonesia? Apakah rumah sakit di Indonesia lebih rendah kemampuannya dalam menangani penyakit ini daripada rumah sakit di negara tetangga?

Sebagian praktisi dan pengamat kesehatan di dalam dan luar negeri membenarkan sinyalemen itu. Sebagian yang lain menduga data tentang orang yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia tidak akurat.

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT, kepada dw.com mengatakan, “Jumlah kasus akan lebih tinggi jika pihak berwenang menguji lebih banyak orang di seluruh negeri.”

Reuters melaporkan,  Pusat Permodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London merilis perkiraan bahwa angka orang yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia yang dilaporkan  hanya 2% dari jumlah sebenarnya.

Jika benar demikian perhitungannya maka jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi Covid-19 sudah mencapai angka 83.850 orang. Lebih banyak daripada yang terinfeksi di RRC.

Iwan Ariawan, dosen biostatistik Sekolah Kesehatan Masyarakat UI kepada Beritasatu TV mengungkapkan, timnya memperkirakan penyakit Covid-19 mulai masuk ke Indonesia sejak awal Februari 2020, sebulan lebih awal daripada kasus pertama yang dikonfirmasi oleh  pemerintah.

Itu artinya, ketika Presiden Jokowi mengumumkan ada 2 orang penduduk Indonesia yang terinfeksi Covid-19, sebenarnya sudah banyak orang terinfeksi dan kemudian tanpa sadar menularkan kepada orang lain. Sebab ada sebagian orang yang terinfeksi Covid-19 namun tidak menunjukkan gejalanya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono , kemarin (1/4/2020) menginformasikan ada 300 siswa Sekolah Pembentukan Perwira Polri yang dinyatakan terpapar Covid-19, meski para siswa polisi itu tidak menunjukkan gejala penyakitnya. Kepastian itu diketahui setelah sekolah tersebut melakukan rapid test terhadap 1.550 siswanya. Ke-300 siswa tersebut kemudian ditetapkan sebagai Orang dalam Pengawasan (ODP) dan diharuskan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Pelajaran dari kasus tersebut di atas, dalam kondisi wabah, siapapun perlu terus waspada ketika berinteraksi dengan orang lain, meskipun orang yang berinteraksi tidak menunjukkan gejala Covid-19.

Komisi Kesehatan Nasional China sejak awal April ini mulai memfokuskan perhatian pada pasien terinfeksi Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala sakit.

Bahkan surat kabar South China Morning yang berbasis di Hong Kong mengungkap data bahwa pada bulan Februari ada lebih dari 43.000 orang di daratan China yang telah dites positif terkena Covid-19 tetapi tidak memiliki gejala.*./Saiful Hamiwanto

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19dosaindonesiamaksiattaubatvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PP Salimah Lantik Pengurus Via Online di Tengah Wabah Corona
Tulisan selanjutnya Jika Masih Darurat Wabah, MUI Minta Tarawih di Rumah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?