Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tak Diberi Makan-Minum, 44 Tersangka Anggota Boko Haram Tewas Diracun Dalam Penjara di Chad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 April 2020 10:31 10:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 April 2020 10:31
Bagikan
Kelompok Boko Haram
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 44 tersangka anggota Boko Haram, yang ditangkap belum lama ini dalam operasi militer, telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam sel penjara mereka, tampak karena diracun. Demikian diumumkan hari Sabtu (18/4/2020) oleh Jaksa Agung Chad.

Berbicara di layar televisi nasional, Youssouf Tom mengatakan 44 orang itu ditemukan dalam kondisi mati di sel mereka pada hari Kamis (15/4/2020), lapor AFP.

Otopsi yang dilakukan terhadap 4 dari puluhan jasad itu mengungkap adanya jejak zat mematikan yang memicu serangan jantung pada sebagian korban dan kesulitan bernapas yang sangat pada sebagian lainnya, kata Youssouf Tom.

Puluhan pria yang tewas di sel tersebut termasuk 58 orang yang ditangkap dalam operasi besar di daerah Danau Chad akhir Maret lalu, yang diluncurkan oleh Presiden Idriss Deby Itno.

Jaksa Agung menjelaskan bahwa menyusul operasi militer itu, 58 orang anggota Boko Haram dijebloskan ke penjara dan dibawa ke Ndjamena untuk keperluan investigasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Hari Kamis pagi, petugas yang menjaga mereka mengatakan kepada kami bahwa 44 tahanan ditemukan mati di dalam selnya,” kata Tom, yang mengaku sudah meninjau ke lokasi kejadian.

“Kami sudah memakamkan 40 mayat dan mengirimkan 4 jasad untuk diotopsi,” kata Tom, seraya menambahkan bahwa investigasi masih dilakukan guna memastikan bagaimana puluhan pria tersangka anggota Boko Haram itu menemui ajalnya.

Tanpa ingin identitasnya diungkap, seorang anggota keamanan mengatakan kepada AFP bahwa ke-58 tahanan itu “ditempatkan dalam satu sel dan tidak diberikan apapun untuk makan atau minum selama dua hari.”

Mahamat Nour Ahmed Ibedou, sekretaris jenderal Convention for the Protection of Human Rights (CTDDH), membuat tuduhan yang serupa.

Petugas penjara “mengurung para tahanan dalam sebuah selkecil dan tidak memberikan mereka makan dan air selama tiga hari karena mereka dituduh sebagai anggota Boko Haram,” kata Ibedou kepada AFP. “Apa yang terjadi itu sungguh sangat mengerikan.”

Pemerintah Chad membantah tuduhan-tuduhan tersebut.

“Tidak ada perlakuan buruk,” kata Menteri Kehakiman Chad Djimet Arabi kepada AFP lewat sambungan telepon.

“Zat beracun ditemukan di dalam perut mereka. Apakah itu aksi bunuh diri bersamaatau lainnya? Kami masih mencari jawabannya,”kata Arabi, seraya menambahkan bahwa investigasi masih berlangsung.

Satu orang tahanan dibawa ke rumah sakit hari Kamis, tetapi kondisinya sudah jauh lebih baik dan kembali “bergabung dengan 13 tahanan lain yang masih hidup dan mereka baik-baik saja,” kata Arabi.

Awal pekan Menteri Kehakiman itu mengatakan kepada AFP bahwa orang-orang yang ditangkap tersebut dibawa ke Ndjamena pada hari Selasa malam dan diserahkan ke pengadilan untuk disidang.

Operasi militer terhadap Boko Haram menewaskan lebih dari 1.000 anggota kelompok bersenjata itu dan merenggut nyawa 52 prajurit Chad, menurut jubir Angkatan Darat Chad. Operasi militer itu berlangsung dari 31 Maret sampai 8 April.

Operasi militer itu merupakan respon atas serangan Boko Haram atas tentara Chad di pangkalan militer Bohoma di kawasan Danau Chad yang menewaskan 98 prajurit. Korban nyawa itu merupakan kehilangan terbesar dalam sehari yang pernah dialami tentara Chad sejak memerangi militan Boko Haram.

Sejak itu, Presiden Idriss Deby memperingatkan para sekutunya di kawasan itu bahwa tentara Chad tidak akan lagi ambil bagian dalam operasi di luar wilayahnya. Pasukan Chad, yang dianggap salah satu yang terbaik di kawasan itu, sebelum ini memerangi Boko Haram di sekitar Danau Chad sebagai bagian dari Joint Multinational Force bersama tentara dari Nigeria, Kamerun dan Niger.

Namun, hari Jumat kemarin Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengatakan bahwa Chad masih berkomitmen dalam pasukan anti-militan Muslim G5 Sahel yang beroperasi di kawasan tersebut. Prancis merupakan bekas penjajah negara-negara tersebut, yang sampai saat ini masih mencengkramkan pengaruhnya di sana.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Bimo HaramChad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mereka Ambil Resiko Kerja di Luar Demi Sesuap Nasi
Tulisan selanjutnya Kelompok HAM Minta Malaysia Tidak Tolak Kapal Pengungsi Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?