Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Didi Kempot dan Sebuah Kematian

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 Mei 2020 11:16 11:16 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 Mei 2020 11:16
Bagikan
Didi Kempot
Bagikan

Hidayatullah.com | KETIKA penyanyi campur sari Didi Kempot meninggal dunia belum lama ini, salah seorang pengagum sekaligus rekannya sesama seniman jalanan menulis di wall Facebook–nya. “Selamat tinggal seniorku.”Beberapa teman di jejaring sosial itu protes. Mengapa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang wafat? Bukankah seharusnya selamat jalan? Begitulah kira-kira tegur mereka.

Tak tahu pasti apakah si penulis status memang sengaja menulis ucapan “selamat tinggal”, bukan “selamat jalan”, kepada rekannya itu. Hingga tulisan ini dibuat, ia sama sekali tak menjawab protes itu. Barangkali ia memang menulis itu secara sadar. Ucapan selamat tinggal biasanya disampaikan oleh orang-orang yang berlari, atau berjalan, lalu satu di antara mereka berhenti. Orang-orang yang berlari tadi kemudian mengatakan “selamat tinggal” kepada orang yang berhenti.

Banyak di antara manusia yang berusaha lari dari kematian. Mereka lari karena takut. Padahal, semakin ia berusaha berlari, semakin ia akan frustasi. Sebab, tak ada yang mampu menolak kematian. Tak ada seorang saudara atau sahabat yang mampu menolong kita menahan kematian. Selalu saja kematian datang berulang-ulang, menjemput setiap orang, baik tua maupun muda, kaya maupun miskin, kuat maupun lemah.

Fenomena ini sudah disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an

قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Surat Al Jumu’ah [62] ayat 8).

Allah Ta’ala juga berfirman;

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ ٱلْمَوْتِ بِٱلْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

“Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.” (QS: Qaaf [50] ayat 19).

Setiap jiwa pasti akan mati. Tak ada yang bisa luput darinya. Meskipun, kata Allah Ta’ala dalam surat An Nisa’ [4] ayat 78, kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.

Seandainya ada orang yang mampu selamat dari maut, maka sepantasnya itu adalah manusia paling mulia, kekasih Allah Ta’ala, Muhammad ﷺ). Tapi faktanya, Muhammad ﷺ juga tak mampu membendung kematian. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya engkau (Muhammad ﷺ) akan mati, dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (QS: Az Zumar [39]: 30).

Tentang kematian, Rasulullah ﷺ pada suatu hari berkumpul bersama para sahabatnya.  Beliau, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, membuat garis segi empat. Lalu Beliau membuat garis di tengahnya, keluar dari garis segi empat tadi. Beliau kemudian membuat garis-garis kecil di garis yang berada di tengah ini.

Beliau bersabda, “Ini manusia, dan ini ajal yang mengelilinginya, atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah-musibah. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti mengenainya.”  Jadi, jika demikian keadaannya, mana mungkin manusia bisa lari dari kematian.

Yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ justru memperbanyak mengingat kematian. Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu.” (Riwayat Ath Thabrani dan Al Hakim).

Mengingat kematian akan membuat kita senantiasa terdorong untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangannya, bukan lari darinya. Rasulullah ﷺ pada suatu ketika duduk di tepi kubur. Beliau menangis berurai air mata hingga tanah di kuburan itu menjadi basah. Lalu Beliau berkata kepada para sahabatnya, “Wahai saudara-saudaraku! Persiapkanlah untuk kalian menghadapi keadaan seperti ini!” (Riwayat Ibnu Majah).

Didi Kempot, atau Didi Prasetyo, mudah-mudahan tidak sedang berlari dari kematian, lalu terhenti karena maut menjemputnya, sehingga sang sahabat mengucapkan “Selamat tinggal,” kepadanya.

Setidaknya, beberapa hari sebelum ajal menjemputnya, ia telah membuat persiapan yang mudah-mudahan bisa menjadi bekal kebaikannya di akhirat kelak.  Ia telah menyumbang lebih dari Rp 2 miliar untuk masyarakat yang terdampak covid 19 melalui Laziz Muhammadiyah dan NU. Sesuatu yang belum tentu bisa kita lakukan.

Mari bersiap menyambut kematian. Jangan lari darinya!*/Mahladi Murni

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Didi Kempotmati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Populasi Anak-Anak di Jepang Turun Lagi ke Level Terendah
Tulisan selanjutnya Kematian Covid-19 di Inggris Menjadi yang Tertinggi di Eropa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?