Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan Manfaatkan Wabah Belalang untuk Makanan Ternak

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 10 Juni 2020 21:27 9:27 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 10 Juni 2020 21:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ayam di Pakistan mengadakan pesta makan besar setelah penangkapan belalang secara besar-besaran. Belalang ditangkap pemerintah sebagai bagian memerangi wabah serangga yang mengancam pasokan makan di negara miskin itu lapor Al Jazeera.

Perdana Menteri Imran Khan telah mendukung rencana untuk memperluas proyek percontohan di provinsi Punjab, di mana penduduk desa mendapat uang tunai dengan mengumpulkan belalang yang kemudian dikumpulkan, dicacah dan ditambahkan ke dalam pakan ayam.

Para petani sedang berjuang setelah invasi belalang terburuk dalam 25 tahun terakhir memakan seluruh panen di wilayah yang menjadi jantung pertanian Pakistan itu, membuat orang-orang berjuang untuk mendapatkan penghasilan lain.  Muhammad Khurshid dari kementrian pangan Pakistan dan ahli bioteknologi Johar Ali mendirikan program, terinspirasi dari Yaman yang dilanda perang, di mana pihak berwenang di sana mendorong penduduknya untuk memakan belalang yang kaya akan protein di tengah bencana kelaparan.

Mereka berdua memilih distrik Okara di Punjab, di mana para petani tidak menggunakan pestisida apapun yang akan membuat belalang tidak cocok untuk dikonsumsi.

“Pertama-tama kami harus belajar, dan kemudian mengajarkan penduduk setempat cara menangkap belalang. Jaring tidak berguna melawan mereka,” Khurshid mengatakan kepada kantor berita AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada malam hari, belalang berkerumun di pepohonan dan tanaman, membuat mereka mudah untuk ditangkap karena mereka tidak bergerak dalam suhu yang lebih dingin sampai matahari mulai terbit.  Dengan imbalan 20 rupee per kilogram belalang, penduduk setempat bekerja sepanjang malam untuk mengumpulkan belalang.

Seorang petani yang kehilangan semua hasil panennya karena hama serangga itu mengatakan dia dan putranya menghasilkan 1,600 rupee selama satu kali perjalanan menangkap belalang, membantunya mengimbangi kerugian yang ia rasakan. Para penyusun program itu pada awalnya kesulitan meyakinkan petani untuk bergabung dalam perburuan itu, pada malam ketiga, berita tentang keuntungan yang didapat dari menangkapi belalang menyebar, dan ratusan orang bergabung – datang dengan tas mereka sendiri.

Dengan 20 ton belalang yang ditangkap, pihak berwenang kehabisan uang untuk mengupah para pengumpul dan menghentikan sementara program itu. Kementrian pangan, yang baru-baru ini mengumumkan hasil uji coba program pada Februari itu, saat ini sedang bersiap untuk memperluas proyek tersebut ke lokasi lain.

Belalang yang dipanen itu kemudian dikirim ke Hi-Tech Feeds – produsen pakan hewan terbesar Pakistan – yang mengganti 10 persen keledai dalam makanan ayamnya dengan serangga.

“Tidak ada masalah dengan pakan ayam, belalang memiliki potensi yang bagus untuk digunakan dalam pakan unggas,” kata manager umum Muhammad Athar mengatakan, setelah mencoba produk makanan bercampur serangga itu pada 500 ayam boiler.

Darurat nasional

Meskipun proyek ini bukan solusi untuk kerusakan yang ditimbulkan pada tanaman, itu dapat memberikan para petani yang terkena dampak dengan aliran pendapatan segar dan mengurangi tekanan pada pihak berwenang yang berjuang untuk mendistribusikan pestisida belalang.

Kawanan belalang telah menggerogoti tanaman selama perjalanan mulai dari Afrika Timur, Semenanjung Arab, hingga beberapa bagian India tahun ini, dan para ahli khawatir jumlah mereka akan meledak ketika hujan monsun tiba bulan ini.

Krisis ini sangat parah sehingga pemerintah telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan meminta bantuan dari komunitas internasional. Pisang, mangga, sayuran, dan tanaman lainnya semuanya rentan – meningkatkan kekhawatiran kekurangan makanan – seperti juga panen gandum dan kapas yang memberi Pakistan pendapatan penting.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Pakistan bisa menderita kerugian sekitar  5 miliar AS dolar jika 25 persen dari tanamannya rusak. Pengurangan panen juga bisa mendorong harga naik dan risiko memburuknya kerawanan pangan.

Sekitar 20 persen dari populasi sudah kekurangan gizi, dengan hampir setengah dari semua anak balita terhambat, menurut Program Pangan Dunia.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:belalangmakanan ternakPakistanwabah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS: Pemerintah Sering Wacanakan Pelonggaran, Masyarakat Jadi Kurang Waspada Covid-19
Tulisan selanjutnya Fadli Zon: Demokrasi Kita Lebih Banyak Dipakai Untuk Mengakali UU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Erdogan pembagian vaksin
Berita

Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam

Berita
15 September 2026 10:37
Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel

Terbaru

  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?