Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Kurang Cahaya, Mata Rabun Siswa Asia Meningkat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Mei 2012 20:58 8:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2012 20:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 90% anak-anak yang lulus sekolah di kota-kota besar Asia mengalami myopia atau mata rabun, menurut satu penelitian.

Para peneliti mengatakan “peningkatan tajam” masalah ini karena para siswa sekolah terlalu banyak belajar di sekolah dan di rumah sehingga kurang mendapat cahaya matahari di luar.

Para ilmuwan mengatakan dalam jurnal ilmiah the Lancet bahwa satu dari lima siswa dapat mengalami kerusakan mata dan bahkan kebutaan.

Mereka mengatakan pada saat senggang, para siswa juga lebih banyak menghabiskan waktu bermain komputer dan menonton televisi di rumah.

Peneliti mengatakan para siswa seharusnya menghabiskan waktu paling tidak tiga jam sehari untuk menstimulasi produksi dopamine, bahan kimia yang mencegah anak-anak mengalami myopia.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Menurut Profesor Ian Morgan, dari Universitas Nasional Australia yang memimpin penelitian, angka rata-rata myopia di Asia Tenggara sebelumnya sekitar 20-30%.

“Apa yang kami lakukan dalam kajian tertulis adalah semua bukti menunjukkan bahwa sesuatu yang luar biasa terjadi di Asia Timur dalam dua generasi terakhir,” kata Morgan kepada BBC.

“Angka myopia meningkat dari 20% jumlah penduduk menjadi lebih dari 80%, dan bahkan 90% untuk anak-anak muda… Jelas ini merupakan masalah besar bagi kesehatan.”

Para pakar mata mengatakan gangguan myopia adalah bila penglihatan terganggu di atas jarak dua meter.

Berdasarkan penelitian, penyebab gangguan mata ini karena berbagai faktor, karena tuntutan pendidikan dan kurangnya cahaya luar.

Profesor Morgan mengatakan banyak anak di Asia Tenggara menghabiskan waktu lama untuk belajar di sekolah dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Tuntutan pendidikan ini juga semakin menekan penggunaan mata, namun cahaya dapat membantu memelihara mata, kata Morgan.

“Keluar rumah antara dua sampai tiga jam, walaupun matahari tidak bersinar, tetap merupakan hal yang penting,” tambahnya.

Selama ini para peneliti percaya ada masalah genetik terkait dengan gangguan mata ini.

Sebelumnya diduga, penduduk dari China, Jepang, Korea dan sejumlah negara lain rentan untuk mengalami mata rabun. Namun penelitian ini menunjukkan hal lain.

Di Singapura, dengan komunitas besar dari China, Melayu dan India, angka myopia juga meningkat pesat.

Namun Profesor Morgan mengatakan masalah keturunan juga tetap berperan namun bukan penyebab utama.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Promosi Lesbi, Hina Nabi, Lecehkan Al-Quran”
Tulisan selanjutnya Banser Ikut Jaga, Acara Irshad Manji di AJI Berjalan Lancar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?